BERBALIK KEPADA-NYA

Nehemia 1:9 Tetapi, bila kamu berbalik kepada-Ku dan tetap mengikuti perintah-perintah-Ku serta melakukannya, maka sekalipun orang-orang buanganmu ada di ujung langit, akan Kukumpulkan mereka kembali dan Kubawa ke tempat yang telah Kupilih untuk membuat nama-Ku diam di sana.


Shalom, Saudaraku.. Apa kabarnya hari ini? Kiranya kita senantiasa hidup dalam sukacita dan damai sejahtera dari Allah.


Saudaraku, masa pembuangan adalah masa yang sangat mencekam dan menyedihkan. Namun, kita harus menyadari bahwa hukuman dari TUHAN bersifat mendidik dan mengajar. TUHAN mengarahkan kita untuk bertobat dan kembali kepada-Nya. Yang terpenting dari momen pembuangan ke Babel ialah bukan kembali ke tanah Israel melainkan kembali kepada TUHAN. Ada seseorang, katakan si A yang dahulu kaya raya, hidup dalam kelimpahan harta dan punya jabatan tinggi. Sayangnya, ia sombong, mulai meninggalkan persekutuan dengan TUHAN dan sibuk mencari uang. TUHAN pun menegur dan menghukum dia dengan kebangkrutan dan kegagalan dalam segala usaha bisnis yang ia lakukan. Apa yang terjadi merupakan efek dari kehidupannya yang telah meninggalkan TUHAN. Si A pun ingin kembali ke masa kelimpahan itu. Ia ingin kembali kaya raya dan usahanya berhasil. Namun, apakah itu yang TUHAN inginkan? Tentu tidak.. Si A harus lebih dahulu kembali kepada TUHAN, bukan mengejar kekayaan. Si A harus bertobat, mengaku dosa dan menyesali segala perbuatannya. Minta ampun di hadapan TUHAN dengan jujur dan kembali ke hadirat-Nya. Itulah yang penting, bukan kembali menjadi kaya raya.


Saudaraku, berbalik kepada TUHAN adalah sumber sukacita yang sejati. Kembali kaya mungkin nampak enak dan bagus tetapi tidak ada sukacita sejati di dalamnya. Firman TUHAN mengatakan agar kita tidak perlu mengumpulkan harta di dunia sebab ngengat dan karat merusakkannya. Kita harus mengumpulkan harta di sorga karena itu aman dan kekal. Jadi, ketika kita ada dalam masa pembuangan, ketika kita dalam masa-masa sulit, bukan harta dan posisi yang kita ingin kejar, tetapi kembali ke hadirat TUHAN. Itu yang harus kita dambakan. Ketika keluarga kita tercerai-berai, mungkin ada yang orang tuanya pisah, anak meninggalkan orang tua karena benci dan kasus lainnya, maka datanglah kepada TUHAN dan minta pemulihan dari pada-Nya. Kembalilah dengan penyesalan akan dosa dan mintalah pengampunan TUHAN. Tidak ada yang mustahil bagi TUHAN. Ia sanggup mengembalikan anggota keluarga yang pernah hancur dan tercerai-berai. TUHAN sanggup memulihkan dan menyembuhkan hati yang luka.


Saudaraku, ketika kita kembali kepada TUHAN, mari tetapkan komitmen kita agar nama TUHAN diam dalam rumah kita senantiasa, dalam keluarga kita seterusnya. Bukan uang, bukan harta, bukan warisan juga bukan posisi yang ktia kejar. Sungguh, nama TUHANlah yang harus kita kibarkan. Hanya nama Tuhan Yesus Kristus yang sanggup menyelamatkan. Apa pun yang dunia tawarkan tidak akan pernah mampu menggantikan kuasa nama Yesus. Semua orang punya masa lalu. Ada yang tercoret-coret, ada yang kacau dan ada yang belum membentuk apa pun, namun masa depan kita masih putih bersih, belum ada coretan sama sekali. Mari gambar dan warnai masa depan kita dengan TUHAN. Biar nama TUHAN yang diam dalam diri kita. Biar TUHAN yang melukis indah masa depan kita di atas kanvas kehidupan yang TUHAN siapkan. Jangan lagi tinggalkan TUHAN dan memberontak kepada-Nya. Jadilah penurut-penurut Allah. Jadilah murid yang taat kepada-Nya.


Puji TUHAN, hari ini kita sudah belajar dan berkomitmen untuk lakukan 3 hal, yaitu 

1. Saya tidak mau meninggalkan TUHAN dan tidak mau larut dalam godaan duniawi.

2. Saya percaya bahwa TUHAN sanggup memulihkan keluarga yang telah tercerai-berai.

3. Saya berkomitmen untuk menempatkan nama TUHAN dalam hidup.


Kutipan

Pembuangan akan beralih menjadi pemulihan ketika hati kita berbalik kepada-Nya.


18-03.2026

Rialdi Pasaribu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JANGAN SUKA NIMBRUNG URUSAN ORANG LAIN

Mengalahkan Pencobaan

YUK, JADI ORANG RAJIN..!!