JALAN LURUS MEMBAWA DAMAI π️✨
π Mazmur 125:5 (TB) — “Tetapi orang-orang yang menyimpang ke jalan yang berbelit-belit, kiranya TUHAN mengenyahkan mereka bersama-sama orang-orang yang melakukan kejahatan. Damai sejahtera atas Israel!”
Shalom, Saudara terkasih πΏ Firman hari ini berbicara tentang pilihan jalan hidup.
Saudaraku, hidup ini selalu tentang pilihan. Ada jalan yang lurus di hadapan Tuhan, ada juga jalan yang berbelit-belit — penuh tipu daya, kompromi, dan ketidakjujuran. Jalan yang berbelit mungkin terlihat aman atau menguntungkan sementara, tapi ujungnya membawa pada kehancuran. Pemazmur mengingatkan bahwa Tuhan tidak tinggal diam terhadap kejahatan. Tuhan adalah Allah yang adil. Apa yang ditabur, itu juga yang dituai. Karena itu jangan pernah iri melihat orang yang hidupnya tidak benar tetapi tampak berhasil. Tuhan melihat semuanya, dan pada waktunya keadilan-Nya akan dinyatakan. Mereka akan tergelincir, jatuh dan hancur. Jangan lihat enaknya di tengah, tapi lihat ujungnya yang mengerikan. Maka pilihlah untuk menempuh jalan yang lurus dan benar, sebab itulah jalan yang Tuhan Yesus ajarkan. Bukti kasih kita kepada TUHAN ialah dengan menempuh jalan yang lurus.
Saudaraku, bagian akhir ayat ini indah sekali: “Damai sejahtera atas Israel!” Damai sejahtera bukan untuk orang yang curang, tetapi untuk mereka yang hidup benar di hadapan Tuhan. Damai itu bukan sekadar tidak ada masalah, tetapi hati yang tenang karena tahu kita berjalan di jalur yang benar. Di luar kebenaran, kita tidak akan alami damai. Yang ada hanyalah kegelisahan dan kegalauan. Orang curang pasti hidupnya tidak tenang. Dia selalu dihantui rasa bersalah, susah tidur dan seringkali murung. Kalau pun tersenyum, itu adalah senyuman palsu. Ia akan menjadi orang yang munafik dan menggunakan topeng. Sungguh cape jadi orang curang dan jahat. Kita harus menghindari itu semua dan jangan pernah bangkitkan niat yang jahat.
Kalau hari ini kamu diperhadapkan pada pilihan yang menggoda untuk menyimpang sedikit saja, ingatlah: jalan lurus mungkin lebih sempit dan tidak selalu mudah, tapi di situlah damai Tuhan tinggal. Tuhan Yesus pernah berkata bahwa sempitlah jalan yang menuju pada kehidupan tetapi lebarlah jalan yang menuju kebinasaan. Namun, jalan kehidupan itu akan membawa damai sejahtera yang bersifat kekal. Kita tidak akan pernah menyesal dan kecewa di akhir hidup kita. Sebaliknya kita akan bersyukur dan berterima kasih untuk janji TUHAN yang begitu manis, indah dan teruji. Kita akan bersukacita senantiasa. Tidak ada ratap tangis dan penderitaan lagi dalam damai sejahtera kekal itu. Sungguh, inilah yang didambakan seluruh orang percaya. Maka kita harus bertekun untuk hidup dalam kebenaran dan setia memikul salib.
✝️ Tiga Komitmen Hari Ini:
1⃣ Saya mau memilih jalan yang lurus di hadapan Tuhan.
2⃣ Saya tidak mau kompromi dengan hal yang tidak benar.
3⃣ Saya mau mengejar damai sejahtera yang datang dari Tuhan.
π Kutipan Hari Ini:
“Jalan yang benar mungkin tidak selalu mudah, tetapi selalu membawa damai.”
π️ 19-02-2026
✍️ Rialdi Pasaribu
Komentar
Posting Komentar