JANGAN SAMPAI MELUPAKAN TUHAN 🙏🔥

📖 Mazmur 137:5 (TB) — “Jika aku melupakan engkau, hai Yerusalem, biarlah menjadi kering tangan kananku!”


Shalom, Saudara terkasih 🌿 Firman hari ini lahir dari hati yang penuh kerinduan di tengah pembuangan.


Saudaraku, Mazmur 137 ditulis saat bangsa Israel berada di tanah asing, jauh dari Yerusalem. Mereka kehilangan tanah air, bait Allah, dan suasana ibadah yang dulu mereka nikmati. Namun di tengah tekanan itu, pemazmur berkata dengan tegas: jika aku melupakan Yerusalem, biarlah tangan kananku menjadi kering. Tangan kanan melambangkan kekuatan dan kemampuan. Artinya, lebih baik kehilangan kemampuan daripada kehilangan ingatan akan Tuhan dan hadirat-Nya. Waw, ini sungguh ungkapan yang sangat penting dan total dari orang yang mencintai TUHAN. Memang Tuhan Yesus pun mengajarkan kita untuk totalitas dalam melakukan kebenaran. Ia pernah berkata kalau salah satu tangan kita menyesatkan, maka penggallah. Kalau mata menyesatkan, cungkillah mata kita, sebab lebih baik kita cacat fisik tapi lakukan kebenaran dari pada sempurna fisik tetapi hidup dalam kesesatan. Zaman sekarang banyak orang lebih mengutamakan keindahan tubuh dari pada keindahan karakter. Tuhan Yesus justru menekankan pentingnya karakter jauh lebih besar dari pada keindahan tubuh.


Saudaraku, dunia ini bisa membuat kita sibuk, nyaman, atau bahkan terlena. Karier, usaha, kesibukan pelayanan, aktivitas sehari-hari — semuanya bisa perlahan membuat hati menjauh tanpa kita sadari. Ayat ini mengingatkan kita untuk menjaga prioritas rohani. Jangan sampai kita sukses secara lahiriah tetapi lupa pada Tuhan. Ingatlah perumpamaan tentang orang kaya dan Lazarus yang miskin. Orang kaya ini kondisinya bagus dan enak. Ia hidup dalam kemewahan namun sombong. Di sisi lain, ada Lazarus yang miskin dan tubuhnya borok, bahkan anjing pun menjilat kulitnya. Namun Lazarus ini rendah hati dan hidup dalam kebenaran. Bagaimana akhir hidup mereka? Orang kaya itu tersiksa dalam ngerinya neraka tetapi Lazarus yang miskin itu ada di pangkuan Abraham dan alami sukacita kekal. Ingat, saat kita dalam kondisi yang enak, mewah dan ideal, janganlah kita lupa akan TUHAN. Ingat akhir hidup kita dan ingat akan konsekuensi kekal. Lebih baik hidup dengan kondisi miskin tetapi hidup dalam kebenaran dibanding hidup kaya raya tetapi melupakan TUHAN.


Saudaraku, kerinduan kepada Tuhan harus tetap menyala, di mana pun kita berada. Baik saat diberkati maupun saat dalam tekanan. Jangan biarkan keadaan membuat kita melupakan kasih dan penyertaan Tuhan dalam hidup kita. Milikilah waktu yang berkualitas dengan TUHAN setiap hari melalui saat teduh, baca Alkitab, berdoa dan memuji TUHAN. Lakukan juga segala aktivitas kita seperti untuk TUHAN dan bukan manusia. Kita juga harus menyadari bahwa Tuhan Yesus akan datang untuk yang ke-2 kalinya ke dalam dunia. Ini adalah masa penantian. Mari kita merindukan kedatangan Tuhan Yesus yang ke-2 kali. Orang yang berjaga-jaga dan almi pengangkatan ialah mereka yang terus merindukan kedatangan Tuhan Yesus sambil melakukan kehendak TUHAN dalam keseharian hidupnya. Hari ini mari periksa hati kita. Apakah Tuhan masih menjadi pusat? Apakah hadirat-Nya masih kita rindukan? Jangan sampai tangan kita kuat bekerja, tetapi hati kita jauh dari Tuhan.


✝️ Tiga Komitmen Hari Ini:

1⃣ Saya mau menjaga hati agar tidak melupakan Tuhan.

2⃣ Saya mau menempatkan Tuhan sebagai prioritas utama hidup saya.

3⃣ Saya mau tetap rindu akan hadirat Tuhan dalam setiap keadaan.


📌 Kutipan Hari Ini:

“Lebih baik kehilangan segalanya daripada kehilangan Tuhan.”


🗓️ 03-03-2026

✍️ Rialdi Pasaribu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JANGAN SUKA NIMBRUNG URUSAN ORANG LAIN

Sudah Disunat?

Mengalahkan Pencobaan