JIWA YANG TENANG DI DEKAT TUHAN π€π
π Mazmur 131:2 (TB) — “Sesungguhnya, aku telah menenangkan dan mendiamkan jiwaku; seperti anak yang disapih berbaring dekat ibunya, ya, seperti anak yang disapih jiwaku dalam diriku.”
Shalom, Saudara terkasih πΏ Firman hari ini berbicara tentang ketenangan jiwa yang dewasa di hadapan Tuhan.
Saudaraku, gambaran “anak yang disapih” itu sangat indah. Anak yang masih menyusu datang kepada ibunya karena ingin sesuatu. Tetapi anak yang sudah disapih tetap berbaring dekat ibunya bukan karena mencari susu, melainkan karena merasa aman. Ia tenang hanya karena berada dekat ibunya. Demikian juga kita harus bertumbuh menjadi orang yang dekat dengan TUHAN bukan karena menginginkan berkat melainkan karena kita menikmati hadirat Allah, kita suka dekat dengan Bapa. Ini yang TUHAN kehendaki. Saat kita sudah dewasa dan bekerja jauh dari orang tua, bagaimana sikap kita ketika ingin ketemu orang tua? Apakah kita ingin ketemu orang tua karena ingin dapat uang atau karena kita ingin dekat dengan orang tua, bisa ngobrol dan melepas kangen? Tentu kalau kita sudah matang dan dewasa, kita memiliki motivasi yang baik ketika hendak bertemu orang tua, yaitu ingin dekat, ingin ngobrol dan melepas rindu. Kita pun harus memiliki kerinduan yang besar saat bertemu TUHAN.
Saudaraku, begitu juga jiwa yang dewasa secara rohani. Kita datang kepada Tuhan bukan hanya saat butuh pertolongan, bukan hanya saat ada masalah, tetapi karena kita menikmati hadirat-Nya. Kita belajar menenangkan jiwa, tidak gelisah, tidak memaksa Tuhan menuruti keinginan kita, tetapi percaya penuh pada kasih dan pemeliharaan-Nya. Kita harus menjadi orang yang mencintai pribadi TUHAN lebih dari berkat TUHAN. Kita harus lebih mendambakan wajah-Nya dari pada tangan-Nya. Kasih kita kepada TUHAN diwujudkan karena TUHAN sudah memberi keselamatan bagi kita dan kita mau mengasihi Dia sebagai wujud ungkapan syukur atas anugerah besar yang kita terima. Inilah yang harus kita alami dan terima.
Saudaraku, dunia penuh dengan kebisingan, tekanan, dan tuntutan. Jika kita tidak belajar mendiamkan jiwa di hadapan Tuhan, hati kita mudah cemas dan lelah. Menenangkan jiwa bukan berarti tidak punya masalah, tetapi memilih percaya dan berserah. Hari ini, mari belajar diam di hadapan Tuhan. Tidak semua hal harus kita pahami. Tidak semua pertanyaan harus langsung terjawab. Cukup dekat dengan Tuhan, dan biarkan hati kita menemukan damai di sana. Pemeliharaan TUHAN bagi kita sangatlah indah dan istimewa. Kita harus bersyukur penuh atas anugerah Allah yang tetap mengasihi kita meski seringkali kita jatuh dalam kesalahan dan dosa. Mari kita hargai selalu pemeliharaan TUHAN dan kita nikmati persekutuan dengan TUHAN yang memberi ketenangan dan kedamaian. Berdoalah sehingga hati kita tenang, percayalah bahwa TUHAN pegang kendali atas hidup kita.
✝️ Tiga Komitmen Hari Ini:
1⃣ Saya mau belajar menenangkan jiwa di hadapan Tuhan.
2⃣ Saya mau datang kepada Tuhan bukan hanya karena kebutuhan, tetapi karena kasih.
3⃣ Saya mau percaya penuh pada pemeliharaan Tuhan atas hidup saya.
π Kutipan Hari Ini:
“Kedekatan dengan Tuhan melahirkan ketenangan yang tidak bisa diberikan dunia.”
π️ 25-02-2026
✍️ Rialdi Pasaribu
Komentar
Posting Komentar