KEDAULATAN TUHAN ATAS SEGALA KUASA ππ₯
π Mazmur 135:8 (TB) — “Dialah yang memukul mati anak-anak sulung Mesir, baik manusia maupun hewan,”
Shalom, Saudara terkasih πΏ Firman hari ini mengingatkan kita akan kuasa dan kedaulatan Tuhan yang nyata dalam sejarah umat-Nya.
Saudaraku, ayat ini menunjuk pada peristiwa ketika Tuhan membebaskan Israel dari perbudakan di Mesir. Itu adalah tulah terakhir yang Tuhan izinkan terjadi sebagai bentuk penghukuman atas kekerasan hati Firaun. Peristiwa itu menunjukkan bahwa Tuhan berkuasa penuh atas raja, bangsa, dan segala ilah palsu Mesir. Tidak ada yang bisa melawan keputusan-Nya. Firaun menggambarkan seorang pemimpin dunia yg bisa salah dan berlaku jahat. Firaun adalah manusia dan semua manusia sudah jatuh dalam dosa, bisa bersalah dan keras hati. Oleh karena itu, pemimpin kita pun bisa salah, bisa keliru, bisa keras hati. Hanya Tuhan yg benar, suci dan adil. Hanya Tuhan yg patut kita ikuti dan taati. Dialah yg berkuasa dan berdaulat atas segala sesuatu.
Saudaraku, memang ayat ini terdengar keras. Tetapi kita perlu melihatnya dalam konteks keadilan Tuhan. Selama bertahun-tahun umat Israel ditindas dan diperlakukan dengan kejam. Tuhan panjang sabar, tetapi ketika waktu-Nya tiba, Ia bertindak untuk menyelamatkan umat-Nya dan menyatakan keadilan-Nya. Tuhan mendengar setiap jeritan suara kita yg sedang menderita bahkan ia mengerti setiap tetesan air mata. Tuhan pasti bertindak untuk menyelamatkan umat-Nya dari penindasan yg jahat. Kita harus percaya bahwa Tuhan pasti menolong tepat pada waktunya. Tugas kita adalah berharap, berdoa, melakukan kebenaran dan sabar.
Saudaraku, dari sini kita belajar bahwa Tuhan bukan hanya Allah yang penuh kasih, tetapi juga Allah yang adil. Dia membela umat-Nya dan tidak membiarkan kejahatan berkuasa selamanya. Jika hari ini kita merasa tertekan atau diperlakukan tidak adil, ingatlah bahwa Tuhan melihat dan Tuhan berkuasa untuk bertindak pada waktu-Nya. Namun sekaligus ayat ini mengingatkan kita untuk tidak mengeraskan hati seperti Firaun. Cukuplah 1 atau 2 tulah menegur kita. Jangan sampai seperti Firaun yg sampai 10 tulah pun masih belum menyesal dan belum bertobat sungguh-sungguh. Janganlah menunda ketaatan. Jangan meremehkan suara Tuhan. Lebih baik kita hidup tunduk dan taat, daripada harus belajar melalui jalan yang menyakitkan.
✝️ Tiga Komitmen Hari Ini:
1⃣ Saya mau menghormati kedaulatan dan keadilan Tuhan.
2⃣ Saya mau percaya bahwa Tuhan membela umat-Nya pada waktu yang tepat.
3⃣ Saya tidak mau mengeraskan hati ketika Tuhan menegur saya.
π Kutipan Hari Ini:
“Tuhan itu penuh kasih, tetapi juga adil dan berdaulat atas segalanya.”
π️ 01-03-2026
✍️ Rialdi Pasaribu
Komentar
Posting Komentar