KEMAJUAN SERING MEMICU PERLAWANAN πŸ”₯⚔️

πŸ“– Nehemia 4:7 (TB) — “Ketika Sanbalat dan Tobia serta orang Arab dan orang Amon dan orang Asdod mendengar, bahwa pekerjaan perbaikan tembok Yerusalem maju dan bahwa lobang-lobang tembok mulai tertutup, maka sangat marahlah mereka.”


Shalom, Saudara terkasih 🌿 Firman hari ini mengingatkan kita bahwa kemajuan sering kali justru memicu perlawanan yang lebih besar.


Saudaraku, saat tembok mulai menunjukkan hasil—lubang-lubang mulai tertutup dan pekerjaan semakin maju—reaksi musuh bukan menjadi diam, tetapi justru semakin marah. Bahkan lebih banyak pihak ikut terlibat dalam perlawanan. Ini mengajarkan satu hal penting: ketika kita mulai mengalami kemajuan, jangan kaget jika tantangan juga meningkat. Musuh tidak terlalu terganggu saat kita diam, tetapi ketika kita mulai bertumbuh dan menghasilkan sesuatu yang nyata, di situlah perlawanan sering muncul lebih kuat. Ingat, ketika Tuhan Yesus melakukan kebenaran, memberitakan injil, menyembuhkan banyak orang dan melakukan kebaikan, perlawanan semakin besar dan kuat hingga akhirnya banyak orang Yahudi menyerukan agar Yesus disalibkan. Mereka berseru semakin kuat hingga mempengaruhi keputusan Pontius Pilatus untuk menyerahkan Yesus disalibkan. Kita harus waspada terhadap perlawanan dan harus siap dengan kejahatan mereka. Kita harus tetap bertahan dalam kebenaran meski ditentang oleh banyak orang.


Saudaraku, mungkin hari ini kita sedang berada di fase di mana hidup mulai membaik, pelayanan mulai berkembang, atau kita mulai konsisten dalam hal yang benar. Namun tiba-tiba tantangan datang bertubi-tubi—masalah baru, tekanan, atau orang-orang yang tidak mendukung. Jangan salah mengartikan situasi itu. Itu bukan tanda untuk berhenti, tetapi justru bisa menjadi tanda bahwa kita sedang berada di jalur yang benar. Kita harus berpegang pada yang benar bukan pada tekanan. Saat situasi menekan dan menyerang kita, pastikan kita tetap di jalur kehendak Allah. Jangan lengah, jangan lemah. Iblis memang sering menyerang kita saat kita giat lakukan yang benar, Iblis ingin buat kita kecewa. Namun kita harus sadar bahwa kita harus tetap berdiri teguh bersama dengan TUHAN.


Saudaraku, yang penting adalah tetap fokus dan tidak gentar. Jangan biarkan kemarahan orang lain menghentikan kemajuan yang Tuhan sedang kerjakan dalam hidup kita. Ingat, Tuhan yang memulai pekerjaan baik dalam hidup kita juga sanggup menyelesaikannya. Tugas kita adalah tetap setia dan terus melangkah. Kesetiaan kita selalu diuji lewat waktu dan jalan yang berbatu. Keteguhan kita akan diuji saat badai menerpa. Ingat, TUHAN lebih besar dari semua musuh kita, dari semua perkara yang ada. Kita harus punya iman yang benar. Pertumbuhan yang pesat akan terjadi di saat pergumulan yang berat. Kita harus terus melangkah bersama dengan TUHAN. Kita harus terus terarah kepada TUHAN. Allah lebih besar lagi segala masalah yang kita hadapi. Jika Daud bisa hadapi Goliat, Daniel bisa aman di dalam gua singa, maka kita pun pasti sanggup menghadapi tantangan hidup yang menerpa. Asal bersama TUHAN, kita pasti bisa..!


✝️ Tiga Komitmen Hari Ini:

1⃣ Saya tidak akan mundur saat menghadapi perlawanan yang meningkat.

2⃣ Saya mau tetap fokus pada kemajuan yang Tuhan kerjakan dalam hidup saya.

3⃣ Saya mau percaya bahwa Tuhan lebih besar dari setiap tantangan.


πŸ“Œ Kutipan Hari Ini:

“Semakin besar kemajuan, sering kali semakin besar perlawanan—tetaplah teguh.”


πŸ—“️ 31-03-2026

✍️ Rialdi Pasaribu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JANGAN SUKA NIMBRUNG URUSAN ORANG LAIN

Mengalahkan Pencobaan

YUK, JADI ORANG RAJIN..!!