PEDULI DAN BERANI BERTINDAK ππ₯
π Nehemia 2:3 (TB) — “Jawabku kepada raja: ‘Hiduplah raja untuk selamanya! Bagaimana mukaku tidak akan muram, kalau kota, tempat pekuburan nenek moyangku, telah menjadi reruntuhan dan pintu-pintu gerbangnya habis dimakan api?’”
Shalom, Saudara terkasih πΏ Firman hari ini menunjukkan hati yang peduli dan keberanian untuk bertindak.
Saudaraku, Nehemia adalah seorang juru minuman raja—posisi yang nyaman dan aman. Namun hatinya tidak tenang ketika mendengar Yerusalem hancur. Ia tidak cuek. Ia tidak berkata, “Yang penting hidup saya baik-baik saja.” Justru ia ikut merasakan kesedihan bangsanya. Hatinya tergerak. Perhatikan juga keberanian Nehemia. Di hadapan raja, ia menyampaikan isi hatinya dengan jujur. Ini bukan hal yang mudah, karena berbicara seperti ini bisa berisiko. Tetapi Nehemia tidak hanya punya kepedulian, ia juga punya keberanian untuk menyatakan kebenaran dan mengambil langkah. Saat ini, apa kondisi yg memprihatinkan di sekitar kita? Bisa jadi ada saudara kita yg sedang sakit, sedang terlilit hutang, atau sedang dalam pergumulan berat. Kita harus punya belas kasihan, minimal kita bisa mendoakannya. Kita juga bisa turut berbagian menopang beban yg sedang mereka pikul. Beri diri untuk memberi bantuan dan menawarkan bantuan. Jangan takut dan jangan malu. Beranilah demi kepedulian, empati dan belas kasih.
Saudaraku, sering kali kita melihat masalah di sekitar kita—di keluarga, pekerjaan, pelayanan, bahkan bangsa—tetapi kita memilih diam. Kita merasa itu bukan tanggung jawab kita. Padahal Tuhan bisa memakai kita sebagai bagian dari solusi. Kepedulian sejati tidak berhenti pada rasa sedih, tetapi mendorong kita untuk bertindak. Nehemia berdoa, lalu melangkah. Ia tidak hanya mengeluh, tetapi menjadi jawaban. Kita harus punya langkah nyata dalam setiap pergumulan yg sedang dihadapi. Jangan hanya jadi penonton dan komentator. Jadilah eksekutor yg bergerak memberi dampak. Kita harus seperti Kristus yg turun tangan menolong, membantu dan memberi jalan keluar.
Saudaraku, hari ini, apa yang Tuhan taruh di hatimu? Mungkin ada sesuatu yang membuatmu tidak nyaman, yang membuat hatimu “muram”. Jangan abaikan itu. Bisa jadi itu panggilan Tuhan untukmu. Miliki hati yang peduli, dan beranilah melangkah bersama Tuhan. Ungkapkan isi hati kita yg baik dan murni itu. Jangan biarkan kesedihan hanya menggumpal dalam hati dan pikiran kita. Segeralah bercerita, siapa tau ada ide dan solusi yg diberikan. Mintalah hikmat Tuhan agar tepat dalam mengambil keputusan. Kita harus jadi orang yg membawa kebaikan di mana pun berada meski sulit dan banyak tantangan. Kehidupan yg matang ialah ketika kita bersedia untuk mengutamakan kepentingan orang lain di atas kepentingan pribadi. Orang yg dewasa tidak lagi mementingkan keinginan dan kenyamanan pribadi. Ia rela berkorban demi kebaikan bersama dan demi kemuliaan Tuhan. Ia tidak ragu memberi dan tidak menutup diri untuk jadi saluran berkat. Kita harus terus menjadi saluran kasih Tuhan bagi sesama ya.
✝️ Tiga Komitmen Hari Ini:
1⃣ Saya mau memiliki hati yang peduli terhadap sekitar saya.
2⃣ Saya mau berani bertindak ketika Tuhan menggerakkan hati saya.
3⃣ Saya mau menjadi bagian dari solusi, bukan hanya pengamat.
π Kutipan Hari Ini:
“Hati yang peduli dan berani bertindak akan dipakai Tuhan untuk membawa perubahan.”
π️ 19-03-2026
✍️ Rialdi Pasaribu
Komentar
Posting Komentar