SAAT KEKUATAN MULAI MENURUN ππ
π Nehemia 4:10 (TB) — “Berkatalah orang Yehuda: ‘Kekuatan para pengangkat sudah merosot dan puing masih sangat banyak. Tak sanggup kami membangun kembali tembok ini.’”
Shalom, Saudara terkasih πΏ Firman hari ini berbicara jujur tentang kelelahan di tengah proses.
Saudaraku, setelah mengalami kemajuan, kini bangsa Yehuda mulai merasa lelah. Kekuatan mereka menurun, puing-puing masih banyak, dan mereka mulai merasa tidak sanggup melanjutkan. Ini adalah fase yang sangat manusiawi. Dalam setiap proses panjang, akan ada titik di mana kita merasa capek, kehilangan semangat, bahkan mulai ragu apakah kita bisa menyelesaikannya. Di sinilah kesempatan bagi kita untuk melihat tangan TUHAN yang terbuka dan siap menolong kita. Dalam pekerjaan di ladangnya TUHAN, maka jerih lelah kita tak akan berakhir dengan sia-sia. Ia pasti hadir memberi pertolongan. Saat lelah dan susah, kita diajar untuk rendah hati, berhenti mengandalkan diri sendiri dan bersandar penuh kepada TUHAN. Ini adalah kekuatan yang besar. Suatu lirik lagu sangat indah dan mengingatkan kita, bunyinya begini, "Jangan lelah bekerja di ladangnya TUHAN, Roh Kudus yang memberi kekuatan, yang mengajar dan menopang." Waw, ini sungguh indah dan memberi penghiburan bagi kita yang merasa lelah saat bekerja di ladangnya TUHAN.
Saudaraku, mungkin hari ini kita juga sedang ada di posisi itu. Sudah berusaha, sudah berjalan cukup jauh, tetapi masalah masih banyak, beban terasa berat, dan kekuatan mulai habis. Yang berbahaya bukan hanya kelelahan fisik, tetapi kelelahan hati—ketika kita mulai berkata, “Tak sanggup lagi.” Namun firman ini juga mengingatkan kita bahwa perasaan lemah bukan akhir dari segalanya. Itu adalah tanda bahwa kita perlu kembali bersandar kepada Tuhan. Tuhan tidak pernah meminta kita kuat dengan kekuatan sendiri. Justru dalam kelemahan, kuasa Tuhan menjadi sempurna. Ketika kita merasa tidak sanggup, di situlah Tuhan siap menopang kita. Kita harus percaya bahwa kasih karunia TUHAN cukup buat kita. Kasih karunia TUHAN adalah obat bagi hati yang lelah, tenaga yang lesu dan semangat yang patah. Mari bergantung penuh pada kasih karunia dari Tuhan Yesus.
Saudaraku, jangan berhenti hanya karena lelah. Istirahat boleh, tetapi menyerah jangan. Datanglah kepada Tuhan, minta kekuatan baru, dan lanjutkan langkah sedikit demi sedikit. Ingat, pekerjaan yang Tuhan mulai dalam hidup kita tidak akan Dia tinggalkan di tengah jalan. Mari kita tuntaskan bersama dengan TUHAN dengan iman teguh dan visi yang terarah ke masa mendatang. Hidup ini memang pasti ada tantangan, masalah dan hambatan. Dalam pelayanan dan pekerjaan, pasti kita alami lelah, bosan dan kecewa. Namun, kita harus kembali arahkan fokus pada TUHAN yang penuh kasih, anugerah dan kebaikan. Saat kita datang kepada-Nya, Ia akan menolong dan membimbing kita ke padang rumput dan air tenang. Ia akan memberi kelegaan dalam hati kita. Pekerjaan bisa jadi masih banyak, tapi hati kita akan diberi kesegaran oleh TUHAN sehingga kita bisa terus maju, bergerak dan bekerja bagi hormat dan kemuliaan nama TUHAN.
✝️ Tiga Komitmen Hari Ini:
1⃣ Saya mau jujur kepada Tuhan tentang kelemahan saya.
2⃣ Saya tidak akan menyerah meskipun merasa lelah.
3⃣ Saya mau bersandar pada kekuatan Tuhan, bukan kekuatan sendiri.
π Kutipan Hari Ini:
“Kelelahan bukan akhir—itu adalah undangan untuk kembali bergantung pada Tuhan.”
π️ 01-04-2026
✍️ Rialdi Pasaribu
Komentar
Posting Komentar