TETAP TEGUH SAAT DIHINA πŸ’ͺπŸ”₯

πŸ“– Nehemia 2:19 (TB) — “Ketika Sanbalat, orang Horon, dan Tobia, orang Amon, pelayan itu, dan Gesyem, orang Arab, mendengar itu, mereka mengolok-olokkan dan menghina kami. Kata mereka: ‘Apa yang kamu lakukan itu? Apa kamu mau berontak terhadap raja?’”


Shalom, Saudara terkasih 🌿 Firman hari ini mengingatkan kita bahwa setiap pekerjaan baik pasti akan menghadapi tantangan.


Saudaraku, ketika bangsa Israel mulai bergerak untuk membangun kembali tembok Yerusalem, respons yang mereka terima bukan dukungan, melainkan ejekan dan hinaan. Sanbalat, Tobia, dan Gesyem mencoba melemahkan semangat mereka dengan kata-kata yang merendahkan dan tuduhan yang menakut-nakuti. Ini adalah strategi yang sering terjadi: sebelum seseorang benar-benar gagal, semangatnya terlebih dahulu diserang. Ejekan, hinaan, dan keraguan sering kali menjadi senjata untuk menghentikan langkah orang yang sedang melakukan hal yang benar. Banyak orang akhirnya berhenti karena pengaruh negatif tersebut. Di sinilah iman kita diuji, mau lebih percaya dengan hambatan manusia atau panggilan Tuhan? Setiap pelayanan yg benar dan besar pasti menghadapi berbagai tantangan. Kita harus punya hati yg teguh di dalam Tuhan sehingga suara Tuhan yg kita dengar; bukan suara manusia apalagi manusia yg suka merendahkan, menghina dan menghambat.


Saudaraku, dalam hidup kita pun demikian. Ketika kita mulai berubah menjadi lebih baik, mulai membangun sesuatu yang baik, atau mulai hidup benar di hadapan Tuhan, akan selalu ada suara-suara negatif. Bisa dari orang lain, bahkan kadang dari pikiran kita sendiri. Namun yang penting adalah bagaimana kita merespons. Jangan biarkan hinaan menghentikan langkah kita. Jangan biarkan ejekan mematikan panggilan Tuhan dalam hidup kita. Perubahan yg ingin lakukan untuk hidup yg lebih baik akan diperhadapkan dengan cibiran, opini dan penilaian orang lain. Kita harus teguh dan punya prinsip dalam menjalani perubahan ke arah yg lebih baik. Jangan mudah diprovokasi oleh apa kata orang. Teruslah berjalan lurus ketika Tuhan perintahkan. Jangan mudah diombang-ambingkan oleh arus angin hambatan manusia.


Saudaraku, Nehemia tidak mundur. Ia tetap fokus pada tujuan yang Tuhan berikan. Ia tidak sibuk membalas hinaan, tetapi terus melanjutkan pekerjaan yang Tuhan percayakan. Hari ini, jika kita sedang menghadapi kritik, ejekan, atau penolakan, tetaplah teguh. Ingat bahwa kita tidak berjalan sendirian. Tuhan yang memanggil kita, Tuhan juga yang akan menolong kita menyelesaikan apa yang telah dimulai. Melayanilah untuk Tuhan bukan untuk manusia. Senangkan hati Tuhan, bukan manusia. Ketika kita berhenti melayani hanya karena ada cibiran dan penilaian buruk dari orang lain, maka kita sedang mencari perkenanan manusia. Tetapi kalau kita mencari perkenanan Tuhan, sekalipun diejek dan dihina, kita tetap maju melakukan kebenaran. Biar orang berkata apa, yg penting Tuhan berkenan.


✝️ Tiga Komitmen Hari Ini:

1⃣ Saya tidak akan menyerah karena hinaan atau ejekan.

2⃣ Saya mau tetap fokus pada tujuan yang Tuhan berikan.

3⃣ Saya mau percaya bahwa Tuhan menyertai setiap langkah saya.


πŸ“Œ Kutipan Hari Ini:

“Jangan biarkan suara negatif menghentikan langkah yang benar.”


πŸ—“️ 24-03-2026

✍️ Rialdi Pasaribu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JANGAN SUKA NIMBRUNG URUSAN ORANG LAIN

Mengalahkan Pencobaan

YUK, JADI ORANG RAJIN..!!