BANGUN DAN PUJILAH TUHAN 🙌🔥
📖 Nehemia 9:5 (TB) — "Dan berkatalah Yesua, Kadmiel, Bani, Hasabneya, Serebya, Hodia, Sebanya dan Petahya, orang-orang Lewi itu: 'Bangunlah, pujilah TUHAN Allahmu dari selama-lamanya sampai selama-lamanya! Terpujilah nama-Mu yang mulia, yang ditinggikan mengatasi segala puji dan hormat!'"
Shalom, Saudara terkasih 🌿 Ayat ini memperlihatkan panggilan ilahi kepada umat Tuhan: bangkit dan memuji Dia.
Saudaraku, setelah firman dibacakan, dosa diakui, dan hati dipulihkan, langkah berikutnya adalah pujian. Pujian adalah respons spontan dari hati yang telah disentuh oleh Allah. Orang yang sungguh mengalami kasih karunia tidak akan tetap diam; mulutnya akan dipenuhi ucapan syukur dan pujian. Ini tanda pasti dari orang yang diampuni oleh TUHAN. Kalau ada orang sudah mengaku dosa dan menyesali perbuatannya tapi masih sedih dan loyo, berarti dia masih ada di bawah intimidasi Iblis. Ingat, Iblis itu kerjaannya mendakwa dan menuduh. Ia akan berusaha untuk mencuri damai sejahtera kita. Satu-satunya cara untuk bisa bersukacita dan bergembira setelah mengaku dosa adalah percaya akan kasih dan anugerah Allah yang sangat melimpah. Jangan lagi merasa dosa kita lebih besar dari kuasa anugerah Allah. Dosa kita memang hina dan menjijikkan, tapi anugerah Allah sanggup untuk membasuh kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. Oleh sebab itu, respons kita adalah memuji dan menyembah TUHAN, membesarkan dan mengagungkan Allah kita yang hebat.
Saudaraku, orang-orang Lewi berseru, "Bangunlah!" Pujian memerlukan kebangkitan rohani. Kita tidak dapat memuji Tuhan dengan hati yang lesu, pasif, atau tertidur. Ketika roh kita bangkit, pujian mengalir keluar dengan hidup dan kuasa. Dalam pengalaman rohani yang lebih dalam, pujian bukan sekadar aktivitas lahiriah, melainkan pelepasan roh manusia yang telah dipenuhi oleh Roh Allah. Saat kita memuji, kita melampaui keadaan, perasaan, bahkan persoalan kita, dan masuk ke dalam hadirat Tuhan sendiri. Nama Tuhan ditinggikan mengatasi segala puji dan hormat. Tidak ada kata-kata manusia yang cukup untuk menggambarkan kemuliaan-Nya. Semua pujian kita hanyalah gema kecil dari kemuliaan-Nya yang tak terbatas. Namun Tuhan berkenan menerima pujian yang keluar dari hati yang mengasihi-Nya. Suatu lirik lagu berkata, “Siapakah aku ini, Tuhan, jadi biji mata-Mu? Dengan apakah ku balas TUHAN, selain puji dan sembah Kau.” Mari kita memuji dan menyembah TUHAN..!
Saudaraku, sering kali kemenangan rohani dimulai bukan dengan perjuangan, melainkan dengan pujian. Pujian mengangkat pandangan kita dari masalah kepada Tuhan. Pujian membawa kita dari kelemahan menuju kekuatan, dari beban menuju kemerdekaan, dan dari diri sendiri kepada Kristus. Pujian akan mengalihkan fokus kita dari intimidasi Iblis menjadi anugerah Allah. Pujian adalah firman TUHAN yang dilagukan. Kita bisa lebih mudah mengingat firman TUHAN yang mengandung nada dan melodi. Kita bersyukur bisa memuji TUHAN. Jangan hanya menikmati indahnya nada dan melodi tapi kita juga harus menikmati setiap lirik yang dinyanyikan. Hati dan pikiran kita harus tertuju kepada TUHAN. Jangan sampai mulut kita menyembah tetapi hati dan pikiran jauh dari TUHAN. Jangan sampai kita menjadi orang munafik. Saudaraku, hari ini, dengarlah panggilan itu: Bangunlah, pujilah Tuhanmu! Jangan tunggu keadaan membaik; pujilah Dia sekarang. Ketika pujian naik, hadirat Tuhan dinyatakan.
✝️ Tiga Komitmen Hari Ini:
1️⃣ Saya mau bangkit dalam roh setiap hari.
2️⃣ Saya mau memuji Tuhan dalam segala keadaan.
3️⃣ Saya mau meninggikan nama Tuhan di atas segala sesuatu.
📌 Kutipan Hari Ini:
“Pujian adalah nafas roh yang hidup di hadapan Allah.”
🗓️ 29-04-2026
✍️ Rialdi Pasaribu
Komentar
Posting Komentar