BERSATU DALAM KEMENANGAN π€⚔️
π Nehemia 4:20 (TB) — “Dan kalau kamu mendengar bunyi sangkakala di suatu tempat, berkumpullah ke sana mendapatkan kami. Allah kita akan berperang bagi kita!”
Shalom, Saudara terkasih πΏ Firman hari ini mengajarkan pentingnya kesatuan dan kepekaan dalam menghadapi tantangan.
Saudaraku, Nehemia menyadari bahwa ancaman bisa datang dari berbagai sisi. Karena itu, ia memberi strategi: ketika terdengar bunyi sangkakala, semua harus berkumpul di titik itu. Ini bukan hanya soal taktik perang, tetapi tentang kesatuan. Mereka tidak berjalan sendiri-sendiri. Ketika satu bagian diserang, semua datang membantu. Ketika suara menggema, segera berkumpul. Kita harus belajar punya satu komando. Jangan sampai semua kepala ingin memikirkan caranya masing-masing dan punya ego agar idenya dilakukan oleh semua orang. Kita ga bisa memaksakan kehendak. Kita harus belajar tunduk pada pemimpin dan taat pada komando yg ada di atas. Kesatuan terbentuk melalui kerendahan hati di mana setiap anggota tunduk kepada Sang Kepala. Sumber suara yg kita dengar berasal dari Tuhan Yesus, Sang Kepala Gereja. Kita harus ikuti Dia. Kalau Tuhan suruh berkumpul, mari berkumpul. Kalau Tuhan suruh bersatu, mari bersatu.
Saudaraku, dalam hidup rohani, kita juga tidak dipanggil untuk berjalan sendiri. Kita membutuhkan komunitas, saling mendukung, saling menguatkan, terutama saat ada yang sedang “diserang” oleh masalah atau pergumulan. Selain itu, dibutuhkan kepekaan. Mereka harus peka mendengar bunyi sangkakala. Jika tidak peka, mereka bisa terlambat merespon. Saat ada jemaat yg sudah jarang hadir beribadah di gereja, kita harus tanya kabarnya, kasih perhatian, lakukan kunjungan. Kalau ada yg sedang murung dan cemberut, tanya kenapa, ada pergumulan apa, apa yg bisa didoakan. Jangan kita apatis, cuek dan abai. Kita ini anggota tubuh Kristus, maka harus saling peduli dan memperhatikan.
Saudaraku, kita juga perlu peka terhadap suara Tuhan—baik melalui firman, doa, maupun situasi yang Tuhan izinkan terjadi. Maka kita harus rajin dan renungkan firman Tuhan, dengar khotbah dan memuji Tuhan. Itu melatih kita untuk kenal suara Sang Gembala. Dan yang paling penting, Nehemia menegaskan: “Allah kita akan berperang bagi kita!” Ini adalah sumber keberanian mereka. Mereka tidak mengandalkan kekuatan sendiri, tetapi percaya bahwa Tuhan yang akan berperang. Kita mungkin harus tetap berjaga dan bekerja, tetapi kemenangan bukan dari kita—melainkan dari Tuhan. Jadi kita harus tunaikan tanggung jawab kita untuk bekerja dan berusaha tetapi tidak boleh mengabaikan Tuhan sebagai sumber kemenangan. Tuhanlah tempat kita bersandar dan hanya di pihak Tuhanlah kita jadi lebih dari pemenang. Hari ini, jangan berjalan sendiri. Tetap terhubung dengan sesama, peka terhadap pimpinan Tuhan, dan percaya bahwa Tuhan sendiri yang berperang bagi kita.
✝️ Tiga Komitmen Hari Ini:
1⃣ Saya mau hidup dalam kesatuan dan tidak berjalan sendiri.
2⃣ Saya mau peka terhadap suara dan pimpinan Tuhan.
3⃣ Saya mau percaya bahwa Tuhan berperang bagi saya.
π Kutipan Hari Ini:
“Kita berdiri bersama, tetapi Tuhan yang berperang bagi kita.”
π️ 04-04-2026
✍️ Rialdi Pasaribu
Komentar
Posting Komentar