JANGAN MELUKAI SESAMAMU πŸ’”πŸ€

πŸ“– Nehemia 5:8 (TB) — “Berkatalah aku kepada mereka: ‘Kami selalu berusaha sedapat-dapatnya untuk menebus sesama orang Yahudi yang dijual kepada bangsa-bangsa lain. Tetapi kamu ini justru menjual saudara-saudaramu, supaya mereka dibeli lagi oleh kami!’ Mereka berdiam diri karena tidak dapat membantah.”


Shalom, Saudara terkasih 🌿 Firman hari ini sangat menegur—tentang bagaimana kita memperlakukan sesama.


Saudaraku, Nehemia menunjukkan sebuah ironi yang menyakitkan. Di satu sisi, ada usaha besar untuk menebus saudara-saudara mereka dari bangsa lain. Tetapi di sisi lain, justru ada yang menjual sesamanya sendiri demi keuntungan. Ini bukan sekadar kesalahan—ini kontradiksi hati. Dalam satu keluarga, bisa juga terjadi dualisme. Misalnya sang ayah mendidik anak untuk rajin belajar supaya pintar, tangguh dan berprestasi. Di sisi lain, sang ibu mendidik anak untuk santai, main HP, nonton TV agar tidak terlalu pusing, lebih bahagia dan lebih senang. Dualisme ini punya kecenderungan yang berbeda. Ayah ngotot ingin ini, ibu ngotot ingin itu. Pola asuh dalam keluarga tidak boleh demikian. Ayah dan ibu harus diskusi sehat dan mencari titik tengah yang bijaksana, yaitu anak perlu belajar tetapi anak juga perlu refreshing agar ada jeda dan istirahat. Keduanya harus rendah hati. Jangan menganut ekstrem dan tidak menghargai orang lain. Lalu, apabila sang Ayah ingin anak baca Alkitab 1 hari 1 pasal tetapi Ibu tidak mendidik anak untuk baca Alkitab karena merasa nanti saja kalau sudah pemuda baru baca Alkitab, maka didikan sang ayah yang perlu diterapkan. Jangan temui titik solusi dengan menyatakan si anak perlu baca Alkitab hari Senin, lalu Selasa libur, baca lagi di hari Rabu dan begitu seterusnya. Ini tidak diperkenankan. Baca Alkitab adalah suatu kebutuhan kita agar makin bersekutu dengan TUHAN dan makin mengenal pribadi Allah.


Saudaraku, bukankah peristiwa yang dialami dalam Nehemia 5 juga bisa terjadi dalam hidup kita? Kita bisa terlihat melakukan hal yang baik, tetapi di saat yang sama melukai orang lain melalui sikap, perkataan, atau keputusan kita. Mungkin bukan secara harfiah “menjual”, tetapi:

Menjatuhkan orang lain demi keuntungan pribadi

Tidak peduli dengan kesulitan sesama

Mengambil keuntungan dari kelemahan orang lain

Firman ini menegaskan bahwa tindakan seperti itu tidak bisa dibenarkan. Bahkan ketika Nehemia menyampaikan kebenaran, mereka tidak bisa membantah—karena mereka tahu itu salah. Ketika kita melakukan kesalahan, maka jangan tunggu dimarahi atau ditegur dulu untuk berhenti melakukan kesalahan tersebut. Hati nurani kita sendiri berbicara dan itu merupakan tanda bagi kita untuk berhenti lakukan pelanggaran. Kita harus ikuti kata hati yang murni dan benar dari TUHAN. Jangan biarkan diri terjebak lalu terpenjara dalam kesalahan yang buruk.


Saudaraku, Tuhan memanggil kita bukan hanya untuk berbuat baik secara terlihat, tetapi juga untuk memiliki hati yang benar terhadap sesama. Jangan sampai kita rajin “membangun” di satu sisi, tetapi diam-diam “meruntuhkan” di sisi lain. Dalam dunia perusahaan, hal ini bisa terjadi. Seseorang yang punya potensi dalam bekerja mendapat perhatian dari manajer. Ia diberi akses untuk mengikuti berbagai training. Secara pengetahuan dan kemampuan, ia terus berkembang dan semakin baik. Namun, manajer jadi terus mempekerjakannya. Ia terus "dimanfaatkan" dan bekerja lebih dari waktu kerja. Hal ini membuatnya lelah bahkan stress. Di satu sisi, ia dibangun dengan mengikuti berbagai training tetapi akhirnya jadi runtuh karena dipekerjakan begitu keras hingga kelelahan dan stress. Hal ini tidak boleh kita lakukan. Hari ini, mari kita periksa hati kita. Apakah ada sikap kita yang tanpa sadar melukai orang lain? Jika ada, Tuhan rindu kita bertobat dan memperbaikinya. Karena kasih kepada Tuhan tidak bisa dipisahkan dari cara kita memperlakukan sesama.


✝️ Tiga Komitmen Hari Ini:

1⃣ Saya tidak mau bertentangan dengan nilai-nilai kebenaran.

2⃣ Saya mau ikuti hati nurani sehingga saya berhenti melakukan kesalahan.

3⃣ Saya mau menjaga hati agar tidak membangun orang lain lalu meruntuhkannya.


πŸ“Œ Kutipan Hari Ini:

“Jangan bangun kebaikan di satu sisi, tetapi melukai di sisi yang lain.”


πŸ—“️ 08-04-2026

✍️ Rialdi Pasaribu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JANGAN SUKA NIMBRUNG URUSAN ORANG LAIN

Mengalahkan Pencobaan

YUK, JADI ORANG RAJIN..!!