MEMBERI DENGAN HATI UNTUK PEKERJAAN TUHAN 🀝πŸ”₯

πŸ“– Nehemia 7:70 (TB) — “Sebagian dari kepala kaum keluarga memberi sumbangan untuk pekerjaan itu, sedang kepala daerah memberi sumbangan untuk perbendaharaan seribu dirham emas, lima puluh buah bokor penyiraman, dan lima ratus tiga puluh helai kemeja imam.”


Shalom, Saudara terkasih 🌿 Firman hari ini berbicara tentang hati yang memberi untuk pekerjaan Tuhan.


Saudaraku, setelah tembok selesai dibangun, pekerjaan Tuhan tidak berhenti. Masih ada kebutuhan untuk menopang pelayanan dan kehidupan rohani umat. Yang indah adalah, orang-orang mulai memberi dengan sukarela. Para pemimpin, kepala kaum keluarga, bahkan kepala daerah turut ambil bagian. Mereka tidak dipaksa, tetapi tergerak untuk mendukung pekerjaan Tuhan. Ini merupakan teladan yang sangat baik sebab dimulai dari atas, dari pemimpin, dari kepala. Penting sekali untuk menjadi teladan. Jangan kita menuntut orang lain tetapi tidak mau menjadi teladan. Seorang ayah yang rajin berolahraga dapat memberi teladan dan nasihat bagi anaknya untuk rajin berolahraga tetapi sulit bagi seorang ayah yang merokok untuk menasihati agar anaknya tidak merokok. Kenapa? Karena ayahnya tidak memberi teladan. Jika pendeta memberi nasihat untuk memberi persembahan maka ia harus lebih dulu menjadi teladan dalam hal memberi. Kita harus belajar untuk menjadi teladan bukan menjadi orang yang suka menuntut.


Saudaraku, memberi bukan soal jumlah, tetapi soal hati. Apa yang mereka berikan menunjukkan bahwa mereka menghargai dan mendukung pekerjaan Tuhan. Mereka sadar bahwa apa yang mereka miliki bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk kemuliaan Tuhan. Sering kali kita berpikir memberi hanya ketika berlebih. Namun firman Tuhan hari ini mengajarkan bahwa memberi adalah respon hati yang mengerti kasih dan pekerjaan Tuhan. Ketika hati kita benar, kita tidak akan pelit untuk Tuhan. Kita harus sadar bahwa berkat itu datangnya dari TUHAN untuk kita kelola dengan bijaksana. Jangan terlalu banyak menumpuk dan menimbun sebab harta tidak dibawa mati. Firman TUHAN berkata agar kita mengumpulkan harta di sorga sebab ngengat dan karat tidak dapat merusakkannya. Kita harus sadar bahwa Allah sudah memberi keselamatan bagi kita di dalam Tuhan Yesus Kristus. Ini adalah anugerah terindah dan ajaib yang patut kita syukuri. Wujud syukur dan respons kasih kita ialah dengan memperi persembahan bagi pekerjaan dan pelayanan di rumah TUHAN. Ini adalah wujud hati yang mengasihi TUHAN dan melekat kepada-Nya, bukan melekat pada uang dan harta.


Saudaraku, memberi juga adalah bentuk keterlibatan. Tidak semua orang membangun tembok, tetapi semua orang bisa ambil bagian melalui apa yang mereka miliki. Tuhan tidak menuntut semua orang melakukan hal yang sama, tetapi setiap orang dipanggil untuk berkontribusi. Kita tidak boleh apatis, buang muka dan pura-pura tidak tahu. Saat ada pengumuman untuk berbagian dalam pekerjaan TUHAN, mari kita berinisiatif mendaftarkan diri untuk turut terlibat dan mendukung pelayanan tersebut. Ingat, kita ini diberi kesempatan hidup untuk jadi saluran berkat, untuk menghasilkan buah dan untuk memuliakan TUHAN. Maka, jangan egois dan mikirin diri sendiri saja. Kita harus lihat apa kehendak TUHAN dalam diri kita, apa panggilan TUHAN atas hidup kita dan apa yang perlu kita kerjakan untuk menggenapi maksud dan tujuan-Nya? Apakah kita dipanggil dalam pengembangan sumber daya manusia atau bangunan gereja atau sebagai guru sekolah minggu atau membantu dana atau memberi ide? Apa pun bentuk pelayanannya, mari kita berkontribusi untuk kemuliaan nama TUHAN. Mari kita belajar untuk memiliki hati yang mau memberi. Apa pun yang Tuhan percayakan—waktu, tenaga, pikiran, atau materi—pakailah untuk mendukung pekerjaan Tuhan. Karena ketika kita memberi untuk Tuhan, kita sedang menabur untuk hal yang kekal.


✝️ Tiga Komitmen Hari Ini:

1⃣ Saya mau memberi dengan hati yang tulus untuk Tuhan.

2⃣ Saya mau terlibat dalam pekerjaan Tuhan dengan apa yang saya miliki.

3⃣ Saya percaya bahwa memberi adalah bagian dari ibadah saya kepada Tuhan.


πŸ“Œ Kutipan Hari Ini:

“Memberi bukan kehilangan, tetapi berinvestasi dalam pekerjaan Tuhan.”


πŸ—“️ 17-04-2026

✍️ Rialdi Pasaribu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JANGAN SUKA NIMBRUNG URUSAN ORANG LAIN

Mengalahkan Pencobaan

YUK, JADI ORANG RAJIN..!!