SETIA DI TENGAH INTIMIDASI 🤝🔥

📖 Nehemia 6:14 (TB) — “Ya Allahku, ingatlah bagaimana Tobia dan Sanbalat masing-masing telah bertindak! Pun tindakan nabiah Noaja dan nabi-nabi yang lain yang mau menakut-nakutkan aku.”


Shalom, Saudara terkasih 🌿 Firman hari ini berbicara tentang keteguhan hati saat menghadapi tekanan dan intimidasi.


Saudaraku, Nehemia tidak hanya menghadapi pekerjaan yang berat, tetapi juga serangan dari luar. Ia diintimidasi, ditakut-takuti, bahkan oleh orang-orang yang seharusnya menyampaikan kebenaran. Ada usaha untuk melemahkan mentalnya, membuatnya gentar, dan menghentikan panggilan Tuhan dalam hidupnya. Namun Nehemia tidak membalas. Ia tidak panik. Ia tidak mundur. Ia membawa semuanya kepada Tuhan. Ia berkata, “Ya Allahku, ingatlah…” Ini adalah sikap hati yang menyerahkan perkara kepada Tuhan, bukan menyelesaikannya dengan kekuatan sendiri. Kita harus belajar untuk mengadu kepada TUHAN, bukan mengandalkan diri sendiri lalu takut oleh situasi dan keadaan yang menekan. TUHAN adalah tempat perlindungan, kedamaian dan ketenangan. Kita harus curhat sama TUHAN ketika alami beratnya hidup, ketika ditekan dan dihina oleh pihak luar. Tuhan akan menjamah, menolong dan menyertai kita.


Saudaraku, dalam hidup, kita pun bisa mengalami hal yang sama. Ada suara-suara yang melemahkan, menakut-nakuti, bahkan meragukan langkah kita. Kadang datang dari luar, kadang bahkan dari orang yang dekat atau terlihat “rohani”. Namun tidak semua suara harus kita dengarkan—kita harus peka membedakan mana yang dari Tuhan dan mana yang bukan. Kunci Nehemia adalah tetap fokus pada Tuhan, bukan pada ancaman. Ia tidak membiarkan rasa takut menguasai dirinya, tetapi tetap berjalan dalam panggilan Tuhan. Ketika kita hidup benar, bukan berarti tidak ada serangan. Justru sering kali akan ada perlawanan. Di sinilah iman kita diuji. Di sinilah karakter kita diuji. Kepada siapa kita bersandar dan berharap, itu pun akan diuji. Kesulitan hidup menguji diri kita. Pastikan ada TUHAN dalam setiap pos hidup kita, khususnya di masa-masa sulit. Jangan tenggelam dalam pikiran sendiri dan masalah itu sendiri. Kita harus bergantung pada TUHAN yang jauh lebih besar dari masalah.


Saudaraku, mari kita belajar dari Nehemia. Saat kita dihadapkan pada intimidasi, jangan mundur. Jangan takut. Bawa semuanya kepada Tuhan, dan tetap setia melakukan apa yang sudah Tuhan percayakan. Di depan memang banyak hambatan dan rintangan tetapi TUHAN juga menanti kita di depan. Ia ingin kita jadi pribadi yang setia, kuat dan tangguh. Sumber kekuatan kita berasal dari TUHAN yang mengasihi dan menyertai kita. Tetaplah teguh dan tegap bersama dengan TUHAN. Belajarlah untuk setia dalam perkara kecil lebih dulu. Saat kita disinggung, disindir atau direndahkan, apakah kita mau langsung mundur dari pelayanan atau menjadikan hal tersebut sebagai cara untuk makin berserah kepada TUHAN sambil terus maju? Ayo ayo ayo, tantangan pasti ada, tetapi kuasa TUHAN pun pasti menopang kita. Haleluya..!


✝️ Tiga Komitmen Hari Ini:

1⃣ Saya tidak akan takut terhadap intimidasi atau tekanan.

2⃣ Saya mau membawa setiap pergumulan kepada Tuhan.

3⃣ Saya tetap setia pada panggilan Tuhan, apa pun yang terjadi.


📌 Kutipan Hari Ini:

“Ketika kita berjalan dalam kehendak Tuhan, intimidasi tidak boleh menghentikan langkah kita.”


🗓️ 13-04-2026

✍️ Rialdi Pasaribu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JANGAN SUKA NIMBRUNG URUSAN ORANG LAIN

Mengalahkan Pencobaan

YUK, JADI ORANG RAJIN..!!