TEGAS DEMI KEBENARAN ⚖️π₯
π Nehemia 5:7 (TB) — “Setelah berpikir masak-masak, aku menggugat para pemuka dan para penguasa. Kataku kepada mereka: ‘Masing-masing kamu telah makan riba dari saudara-saudaramu!’ Lalu kuadakan terhadap mereka suatu sidang jemaah yang besar.”
Shalom, Saudara terkasih πΏ Firman hari ini mengajarkan keberanian untuk bertindak benar dengan cara yang bijaksana.
Saudaraku, Nehemia tidak langsung bereaksi emosional saat mendengar keluhan. Firman Tuhan mencatat: “setelah berpikir masak-masak”. Ini menunjukkan bahwa ia mengendalikan diri, merenung, dan mempertimbangkan langkahnya dengan hati-hati. Namun setelah itu, ia tidak diam. Ia bertindak tegas. Ia berani menegur para pemuka dan penguasa yang melakukan ketidakadilan terhadap sesama saudara mereka sendiri. Ini penting—kasih bukan berarti membiarkan kesalahan. Justru kasih yang benar berani menegakkan kebenaran. Kita ditantang untuk berani menegur para pemuka dan penguasa yang tidak adil. Banyak orang sungkan, enggan dan takut menegur sehingga ketidakadilan terus terjadi. Kita harus belajar berani, termasuk belajar siap dibenci dan tidak disukai karena berani menegakkan kebenaran. Ini adalah karakter yang sangat penting untuk kita miliki. Kita harus pilih, mau berkenan di hadapan Allah atau di hadapan manusia?
Saudaraku, sering kali kita tahu ada yang tidak benar, tetapi memilih diam karena takut, tidak enak, atau ingin menjaga kenyamanan. Tetapi Nehemia menunjukkan bahwa pemimpin yang benar tidak hanya membangun, tetapi juga berani meluruskan. Perhatikan juga, ia tidak menyelesaikan ini diam-diam. Ia mengadakan sidang jemaah yang besar. Artinya, ada transparansi, ada pertanggungjawaban, dan ada keseriusan untuk memperbaiki keadaan. Setiap praktik hidup yang bengkok dan menyimpang harus segera ditindak dengan tegas, berani dan benar. Kita tidak boleh apatis dan cuek dengan kondisi ini. Kita harus belajar mewujudkan keadilan sosial sehingga tercipta kedamaian. Jangan sampai yang kaya makin kaya dan yang miskin makin miskin. Kita harus menciptakan keseimbangan, di mana yang kaya mengasihi yang miskin dan yang miskin mau bekerja keras untuk hidup yang lebih baik. Penguasa harus bertindak adil, benar dan penuh kasih sehingga setiap orang bersyukur dengan pemerintahan yang ada.
Saudaraku, hari ini kita belajar dua hal: berpikir dengan bijak sebelum bertindak, tetapi juga berani bertindak ketika itu memang benar. Jika ada hal yang tidak benar di sekitar kita—baik dalam pekerjaan, pelayanan, atau hubungan—jangan langsung bereaksi dengan emosi, tetapi juga jangan memilih diam. Mintalah hikmat Tuhan, lalu bertindaklah dengan kasih dan ketegasan. Tanya kepada TUHAN sehingga kita mendapat jawaban yang benar dan tepat, langkah kita pun lurus dan jujur. Kita harus melibatkan TUHAN selalu dalam segala perkara. Jangan jadi pribadi yang reaktif, berpikir pendek dan jadi sumbu pendek alias gampang marah dan meledak. Hendaklah kita marah apabila harus marah. Kita harus belajar menguasai diri dalam segala perkara, bertindak proporsional dan seturut dengan kehendak Allah. Sekalipun banyak manusia yang menentang, yang penting kita menyenangkan hati Allah dengan melakukan yang benar.
✝️ Tiga Komitmen Hari Ini:
1⃣ Saya mau berpikir dengan bijak sebelum bertindak.
2⃣ Saya berani menegakkan kebenaran dengan kasih.
3⃣ Saya tidak akan membiarkan ketidakadilan terjadi tanpa respon.
π Kutipan Hari Ini:
“Bijaksana dalam berpikir, tegas dalam bertindak.”
π️ 07-04-2026
✍️ Rialdi Pasaribu
Komentar
Posting Komentar