TENANG DALAM HADIRAT TUHAN π€π₯
π Nehemia 8:12 (TB) — “Juga orang-orang Lewi menyuruh semua orang itu supaya diam dengan kata-kata: ‘Tenanglah! Hari ini adalah kudus. Jangan kamu bersusah hati!’”
Shalom, Saudara terkasih πΏ Firman hari ini berbicara tentang ketenangan hati di hadapan Tuhan.
Saudaraku, setelah mendengar firman Tuhan, umat tersentuh dan mulai menangis. Namun orang-orang Lewi menenangkan mereka. Mereka berkata, “Tenanglah… jangan bersusah hati.” Ini menunjukkan bahwa ada waktu untuk menangis, tetapi juga ada waktu untuk tenang di hadapan Tuhan. Sering kali ketika kita sadar akan kesalahan, kita mudah tenggelam dalam rasa bersalah, penyesalan, bahkan kekhawatiran. Namun Tuhan tidak ingin kita terus hidup dalam tekanan itu. Ia mengundang kita untuk datang dengan hati yang tenang dan percaya kepada-Nya. Kita harus tenang karena ada TUHAN yang mengampuni orang berdosa, ada TUHAN yang membebaskan kita dari belenggu dosa. Saya jadi ingat kisah tentang murid-murid di dalam perahu. Ketika ada angin badai, mereka semua ketakutan. Saat itu Tuhan Yesus sedang tidur. Mereka membangunkan Tuhan Yesus, lalu Ia menghardik badai itu dan suasan menjadi tenang. Waw, bersama dengan Tuhan Yesus ada ketenangan dan kedamaian. Seburuk apapun hidup kita, sejahat apapun diri kita, saat kita menyesal dan minta ampun dosa, pasti ada pengampunan, pembebasan dan pengudusan. Maka tenanglah.. Tuhan pegang kendali.
Saudaraku, hari itu dikatakan sebagai hari yang kudus. Artinya, itu adalah momen khusus bersama Tuhan—bukan untuk dipenuhi dengan kecemasan, tetapi dengan damai sejahtera. Tuhan rindu kita belajar untuk berhenti sejenak, menenangkan hati, dan menikmati hadirat-Nya. Kita harus belajar bernaung dalam anugerah TUHAN sebab hanya dalam anugerah ada ketenangan, kedamaian dan ketentraman. Kita tidak boleh berhenti pada penyesalan. Selalu ada ruang pengampunan dan pengudusan dari TUHAN bagi kita yang rendah hati. Banyak orang merasa diri sudah terlalu berdosa sehingga selalu cemas dan gelisah. Mereka berpikir bahwa tidak mungkin lagi saya berubah, saya sudah jahat dan sudah sangat jatuh dalam dosa. Mereka terus gelisah dan takut datang menghampiri anugerah TUHAN. Ini yang harus kita waspadai. Saat kita sadar bahwa diri ini berlumuran dosa, maka kita sangat butuh basuhan darah Kristus, bukan malah pergi menjauh dari-Nya. Semakin kita pergi jauh, maka semakin kita gelisah tetapi semakin kita dekat dengan TUHAN, maka semakin tenang diri kita.
Saudaraku, ketenangan bukan berarti tidak ada masalah, tetapi percaya bahwa Tuhan memegang kendali. Saat kita tenang, kita memberi ruang bagi Tuhan untuk bekerja dalam hidup kita. Belajarlah meluangkan waktu untuk berdoa supaya hati tenang. Biarkan TUHAN memberi damai karena anugerah-Nya jauh lebih besar dari pada belenggu dosa. Kita harus biarkan kasih TUHAN melimpah dalam diri kita supaya ketenangan mendominasi diri kita. Saya yakin bahwa hati yang tidak tenang, hati yang gelisah merupakan tanda bahwa kita tidak bernaung dalam anugerah TUHAN yang memberi damai. Maka, dekatlah dengan TUHAN maka hati kita akan tenang, damai dan tentram. Mari kita belajar untuk tidak dikuasai oleh kekhawatiran atau kesedihan. Belajar diam, tenang, dan percaya bahwa Tuhan sedang bekerja, bahkan saat kita tidak melihatnya.
✝️ Tiga Komitmen Hari Ini:
1⃣ Saya mau belajar untuk tenang di hadapan Tuhan.
2⃣ Saya tidak akan dikuasai oleh kekhawatiran dan kesedihan.
3⃣ Saya percaya Tuhan memegang kendali atas hidup saya.
π Kutipan Hari Ini:
“Ketenangan di hadapan Tuhan membuka jalan bagi karya-Nya dalam hidup kita.”
π️ 22-04-2026
✍️ Rialdi Pasaribu
Komentar
Posting Komentar