ALLAH YANG SETIA DI TENGAH KESUSAHAN ππ₯
π Nehemia 9:32 (TB) — “Sekarang, ya Allah kami, Allah yang maha besar, kuat dan dahsyat, yang berpegang pada perjanjian dan kasih setia-Nya, janganlah Kaupandang remeh segala kesusahan yang telah dialami oleh kami, oleh raja-raja kami, pemimpin-pemimpin kami, imam-imam kami, nabi-nabi kami dan nenek moyang kami, ya oleh seluruh umat-Mu, sejak zaman raja-raja Asyur sampai hari ini.”
Shalom, Saudara terkasih πΏ Firman hari ini menunjukkan bagaimana umat Tuhan datang kepada-Nya dengan kesadaran akan kebesaran Allah dan kebutuhan mereka akan belas kasihan-Nya.
Saudaraku, doa ini dimulai dengan pengakuan tentang siapa Allah itu: Allah yang maha besar, kuat, dahsyat, dan setia pada perjanjian-Nya. Dalam kehidupan rohani, sebelum melihat besarnya masalah, kita perlu terlebih dahulu melihat besarnya Allah kita. Ketika pandangan kita dipenuhi oleh Tuhan, hati kita memperoleh kekuatan dan pengharapan. Pola pikir dan sudut pandang ini sangat penting dalam menjalani kehidupan. Orang yang alami stress pasti fokus pada masalahnya tetapi orang yang alami damai sejahtera pasti fokusnya pada TUHAN yang jauh lebih besar dari masalah. Masalah ada, TUHAN juga ada, mana yang mau kita fokuskan? Ini sangat penting dan menentukan. Saat masalah datang, belajarlah untuk memuji dan memuliakan TUHAN. Jangan buang energi dengan kuatir dan cemis tetapi nyatakanlah keinginan kita kepada TUHAN dalam doa, permohonan dan ucapan syukur. Hal ini yang akan memicu kita untuk alami damai sejahtera Allah yang melampaui segala akal dan pikiran. Ia akan memelihara kita di tengah persoalan yang berat bahkan akan menuntun kita untuk alami pertumbuhan iman yang luar biasa.
Saudaraku, umat Israel tidak menyangkal kesusahan mereka. Mereka jujur di hadapan Tuhan tentang penderitaan yang dialami selama bertahun-tahun. Ini mengajarkan bahwa Tuhan tidak meminta kita berpura-pura kuat. Ia menginginkan hati yang datang dengan terbuka dan bersandar kepada-Nya. TUHAN lebih suka mereka yang datang dengan jujur meski hatinya remuk, hancur dan jiwanya patah dari pada orang yang kelihatannya kuat dan hebat tetapi menyimpan kepalsuan dan kesombongan. TUHAN tahu siapa kita dan Ia ingin kita jujur. Saat Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa, mereka merasa malu karena telanjang. Mereka menutupi kemaluan mereka dengan daun pohon ara. Tapi usaha manusia itu sia-sia. Manusia tidak bisa menutupi kemaluannya. Manusia berusaha menutupi dosanya, bukan datang dengan jujur ke hadapan Allah, mengaku dosa dan meminta ampun. Ini adalah penyakit kita. Seringkali kita menutupi dosa dengan usaha sendiri. Seringkali kita telanjang, tetapi kita berusaha menutupi diri kita sendiri. Seharusnya kita jujur di hadapan TUHAN, sebab TUHAN ingin memulihkan, menolong dan menyembuhkan kita.
Saudaraku, dalam terang rohani yang lebih dalam, kesusahan sering kali menjadi tempat di mana manusia belajar mengenal kesetiaan Tuhan secara nyata. Di saat kekuatan diri habis, kita mulai menyadari bahwa hanya Tuhanlah sumber pertolongan sejati. Menariknya, mereka menyebut Tuhan sebagai Allah yang “berpegang pada perjanjian dan kasih setia-Nya.” Artinya, dasar pengharapan mereka bukan keadaan yang baik, tetapi karakter Tuhan yang tidak berubah. Dunia bisa berubah, manusia bisa gagal, tetapi kasih setia Tuhan tetap teguh selama-lamanya. Mungkin ada musim hidup yang penuh tekanan, pergumulan, dan air mata. Namun firman hari ini mengingatkan bahwa Tuhan tidak memandang remeh penderitaan umat-Nya. Ia melihat, mendengar, dan memahami setiap beban yang kita alami. Mari datang kepada Tuhan dengan hati yang percaya. Allah yang besar itu juga adalah Allah yang dekat dengan umat-Nya yang berseru kepada-Nya.
✝️ Tiga Komitmen Hari Ini:
1️⃣ Saya mau tetap percaya pada kesetiaan Tuhan di tengah kesusahan.
2️⃣ Saya mau datang dengan jujur kepada Tuhan dalam setiap pergumulan.
3️⃣ Saya mau memandang kebesaran Tuhan lebih dari masalah saya.
π Kutipan Hari Ini:
“Pengharapan sejati lahir bukan dari keadaan yang mudah, tetapi dari mengenal Allah yang setia.”
π️ 24-05-2026
✍️ Rialdi Pasaribu
Komentar
Posting Komentar