HATI YANG MENJAUH SETELAH DIBERKATI ⚠️π
π Nehemia 9:26 (TB) — “Tetapi mereka mendurhaka dan memberontak terhadap-Mu. Mereka membelakangi hukum-Mu dan membunuh nabi-nabi-Mu yang memperingatkan mereka dengan maksud membuat mereka berbalik kepada-Mu. Mereka berbuat nista yang besar.”
Shalom, Saudara terkasih πΏ Firman hari ini menjadi peringatan serius tentang hati manusia yang mudah berubah setelah menerima kebaikan Tuhan.
Saudaraku, setelah menikmati kelimpahan tanah perjanjian, umat Israel justru mendurhaka dan memberontak terhadap Tuhan. Ini menunjukkan bahwa masalah terbesar manusia bukan kekurangan berkat, tetapi hati yang tidak dijaga tetap tertuju kepada Tuhan. Bahkan setelah mengalami begitu banyak kasih karunia, manusia masih bisa berpaling. Maka iman yang sejati itu tidak dihasilkan oleh banyak uang atau sedikit uang, kaya atau miskin, sukses atau gagal, tetapi dari keyakinan bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat, firman TUHAN yang melekat di dalam diri kita, dan Roh Kudus yang menuntun kita. Betapa sedihnya apabila memiliki banyak harta tetapi memusuhi TUHAN, berontak dan berbalik dari TUHAN. Ini adalah kesalahan terbesar dalam hidup. Orang yang berbuat jahat tetapi tidak mau ditegur adalah orang yang sangat sombong. Mereka seringkali melawan, memberontak bahkan membunuh orang benar. Ini merupakan kejahatan yang sangat serius dan mendukakan Roh Kudus. Kita tidak boleh membiarkan hal ini terjadi.
Saudaraku, mereka membelakangi hukum Tuhan. Secara rohani, ini berarti mereka tidak lagi menjadikan firman Tuhan sebagai pusat hidup mereka. Ketika hati menjauh dari firman, arah hidup pun mulai menyimpang sedikit demi sedikit. Kemunduran rohani selalu dimulai dari menjauhnya hati dari Tuhan. Ketika kita sudah malas baca Alkitab, malas berdoa, malas memuji TUHAN juga malas beribadah, ini adalah tanda bahwa kita mulai menjauh dari TUHAN. Waktu banyak, kelihatannya sibuk, tapi tidak pernah produktif. Kenapa? Karena seringnya main HP, nongkrong ga jelas, dan rebahan. Tidak ada pertumbuhan dalam TUHAN ketika aktivitas dibiarkan begitu buruk. Ada juga orang yang aktif dalam aktivitas rohani. Mereka baca firman TUHAN, berdoa, memuji TUHAN bahkan melayani, tetapi semuanya dilakukan sebatas rutinitas tanpa kerinduan. Mereka hanya menjalankan kewajiban agama bukan membangun relasi. Ini pun tanda menjauh dari TUHAN. Mereka berharap agar TUHAN memberkati karena merasa sudah berbakti kepada TUHAN. Hubungan menjadi transaksional, bukan relasional. Ini mengerikan, ini merupakan penyimpangan. Kita tidak boleh terjebak dalam praktik seperti itu…!
Saudaraku, Tuhan mengirim nabi-nabi untuk memperingatkan mereka. Ini menunjukkan kasih Tuhan yang terus memanggil umat-Nya kembali. Tuhan tidak langsung menghukum; Dia terlebih dahulu berbicara, menegur, dan mengundang manusia untuk bertobat. Namun mereka justru menolak bahkan membunuh para nabi itu. Dalam terang rohani yang lebih dalam, manusia lama selalu menolak suara Tuhan karena suara Tuhan menyingkapkan keadaan hati kita yang sebenarnya. Daging lebih suka kenyamanan daripada pertobatan. Namun tanpa pertobatan, kehidupan rohani akan semakin jauh dari aliran hayat Tuhan. Ayat ini mengingatkan kita untuk tidak menjadi keras terhadap teguran Tuhan. Saat Tuhan berbicara melalui firman, melalui hamba-Nya, atau melalui situasi hidup, jangan abaikan suara-Nya. Teguran Tuhan adalah bukti bahwa Dia masih mengasihi kita. Mari menjaga hati tetap lembut dan mudah dibentuk. Lebih baik ditegur lalu dipulihkan, daripada keras hati lalu menjauh dari Tuhan.
✝️ Tiga Komitmen Hari Ini:
1️⃣ Saya mau menjaga hati tetap dekat dengan firman Tuhan.
2️⃣ Saya mau terbuka terhadap teguran dan koreksi Tuhan.
3️⃣ Saya tidak mau memberontak terhadap pimpinan Tuhan dalam hidup saya.
π Kutipan Hari Ini:
“Hati yang berhenti mendengar Tuhan perlahan akan menjauh dari Tuhan.”
π️ 18-05-2026
✍️ Rialdi Pasaribu
Komentar
Posting Komentar