JALAN DI TENGAH YANG MUSTAHIL 🌊🔥

📖 Nehemia 9:11 (TB) — “Di hadapan mereka Engkau membelah laut, sehingga mereka dapat menyeberang melalui tempat yang kering di tengah-tengah laut. Tetapi pengejar-pengejar mereka telah Kaucampakkan ke air yang dalam, seperti batu ke air yang dahsyat.”


Shalom, Saudara terkasih 🌿 Firman hari ini menyingkapkan karya Allah yang membuka jalan dan sekaligus mengakhiri musuh.


Saudaraku, ketika umat Israel di depan laut dan dikejar musuh, secara manusia tidak ada jalan. Namun justru di titik “tidak mungkin” itu, Allah bekerja. Ia membelah laut dan menciptakan jalan yang tidak pernah ada sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa jalan Tuhan sering kali tidak terlihat sampai Dia sendiri yang membukanya. Tuhan izinkan kita untuk menempuh jalan buntu dan mentok hingga kita tidak tahu lagi harus ke mana. Di situlah kita diajar untuk sepenuhnya bergantung kepada Tuhan. Di sinilah kita diajar untuk merendahkan hati bahwa kita tidak sanggup berpikir lagi, tidak sanggup mencari jalan keluar sendirian. Kita hanya perlu pribadi Tuhan, kita hanya bisa melibatkan Allah untuk bertindak. Tuhan ingin kita selalu bergantung dan mengandalkan Dia, baik saat keadaan terjepit maupun saat situasi terlihat masih baik-baik saja. Dalam keadaan apa pun, kita harus bergantung pada Tuhan.


Saudarau, dalam terang rohani, laut melambangkan kemustahilan dan kematian, sementara Mesir melambangkan perbudakan lama. Allah tidak hanya membawa umat keluar, tetapi juga membawa mereka melewati kematian menuju kehidupan yang baru. Ini adalah gambaran pengalaman kita bersama Kristus—keluar dari hidup lama dan masuk ke dalam hidup yang baru. Dulu kita diperbudak dosa, namun kini kita dipelihara oleh kasih karunia Allah. Dulu kita tawanan dosa, kini menjadi hamba Tuhan Yesus. Bersama Tuhan Yesus, kita atasi bayang-bayang maut. Bahkan di dalam Kristus, mati adalah keuntungan. Sungguh indahnya dipimpin oleh Tuhan sebab kita pasti selamat. Tidak ada satu hal pun yg sanggup mengalahkan anugerah Allah.


Saudaraku, yang luar biasa bukan hanya umat bisa menyeberang, tetapi musuh mereka dikalahkan. Apa yang menjadi jalan bagi umat Tuhan, menjadi kehancuran bagi musuh. Allah tidak hanya memberi solusi sementara, tetapi menyelesaikan akar masalahnya. Sering kali kita hanya berdoa, “Tuhan, keluarkan aku dari masalah.” Namun Tuhan bekerja lebih dalam: Ia bukan hanya mengeluarkan kita, tetapi juga memutus kuasa yang mengejar kita dan menaklukkan ketakutan yg kita alami. Mungkin hari ini kita sedang berada di posisi “terjepit”—tidak ada jalan, tekanan dari belakang, dan ketidakpastian di depan. Ingatlah, Allah yang sama masih bekerja. Dia sanggup membuka jalan di tengah kemustahilan dan memberi kemenangan yang sempurna.


✝️ Tiga Komitmen Hari Ini:

1️⃣ Saya mau percaya bahwa Tuhan sanggup membuka jalan.

2️⃣ Saya tidak akan takut menghadapi situasi yang mustahil.

3️⃣ Saya percaya Tuhan memberi kemenangan yang sempurna.


📌 Kutipan Hari Ini:

“Apa yang mustahil bagi manusia adalah jalan bagi Tuhan untuk menunjukkan kuasa-Nya.”


🗓️ 04-05-2026

✍️ Rialdi Pasaribu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JANGAN SUKA NIMBRUNG URUSAN ORANG LAIN

YUK, JADI ORANG RAJIN..!!

TIDAK TAKUT, TAPI KUAT, PENUH KASIH & BIJAK 🔥🕊️