KASIH KARUNIA YANG TIDAK MENINGGALKAN ❤️π₯
π Nehemia 9:17 (TB) — “Mereka menolak untuk patuh dan tidak mengingat perbuatan-perbuatan yang ajaib yang telah Kaubuat di antara mereka. Mereka bersitegang leher malah berkeras kepala untuk kembali ke perbudakan di Mesir. Tetapi Engkaulah Allah yang sudi mengampuni, yang pengasih dan penyayang, yang panjang sabar dan berlimpah kasih setia-Nya. Engkau tidak meninggalkan mereka.”
Shalom, Saudara terkasih πΏ Firman hari ini memperlihatkan kontras yang sangat dalam antara kegagalan manusia dan kasih setia Allah.
Saudaraku, umat Israel melupakan perbuatan ajaib Tuhan. Mereka sudah melihat mujizat, mengalami pertolongan, dan menikmati pemeliharaan Tuhan, tetapi hati mereka tetap ingin kembali ke Mesir. Ini menunjukkan bahwa manusia lama selalu cenderung kembali kepada kehidupan lama dan perbudakan dosa. Dalam pengalaman rohani yang lebih dalam, Mesir melambangkan dunia dan kehidupan lama yang memperbudak manusia. Meskipun Tuhan sudah membawa kita keluar, daging kita sering kali masih merindukan hal-hal lama yang sebenarnya mengikat dan menghancurkan. Pengalaman bersama dengan Tuhan harusnya menjadi pemicu kuat bagi kita untuk hidup dalam firman dan makin mengasihi Tuhan. Jangan pernah lupakan perbuatan Tuhan yg ajaib dan hebat. Ketika Udin mengalami sakit kanker stadium akhir, ia mengalami mukjizat kesembuhan oleh karena doa seorang Kristen yg menyatakan doanya dalam nama Tuhan Yesus. Udin sangat bersyukur karena mukjizat itu dan ia sangat mencintai Tuhan. Ia mengabdikan seluruh hidupnya untuk melayani dan memuliakan Tuhan. Inilah teladan yg baik. Kita harus ikuti jejak Udin.
Saudaraku, yang paling berbahaya bukan hanya ketidaktaatan mereka, tetapi mereka “tidak mengingat.” Lupa terhadap kasih karunia Tuhan membuat hati menjadi dingin dan mudah berbalik dari-Nya. Itulah sebabnya kehidupan rohani perlu terus dipelihara dalam persekutuan dan pengingatan akan pekerjaan Tuhan. Kita harus terus menyegarkan ingatan kita tentang kasih, kebaikan dan kesetiaan Tuhan. Masalah hidup memang selalu ada tetapi kasih Tuhan harus lebih mendominasi hati dan pikiran kita. Masalah boleh besar tapi kasih setia Tuhan itu jauh lebih besar. Kita harus berpaut kepada Tuhan dan meyakini kuasa-Nya yg ajaib. Kita harus belajar fokus pada keagungan Tuhan, bukan pada besarnya tekanan hidup. Mengingat kasih setia Tuhan akan mencegah kita dari penyimpangan dan pengkhianatan. Kita harus rajin bersekutu dengan Tuhan sambil bersyukur kepada-Nya.
Saudaraku, bagian yang paling indah adalah: “Engkau tidak meninggalkan mereka.” Inilah kasih karunia Allah. Walaupun manusia berubah-ubah, Tuhan tetap setia. Walaupun umat gagal, Dia tetap pengasih, panjang sabar, dan berlimpah kasih setia. Dalam terang Kristus, kita melihat Allah yang terus datang kepada manusia yang gagal, bukan untuk membinasakan, tetapi untuk memulihkan. Kasih karunia Tuhan lebih besar daripada kegagalan manusia. Ini yg perlu kita syukuri setiap hari. Manusia seringkali mendendam sesamanya yg menyakiti atau melukai. Manusia seringkali meninggalkan mereka yg telah gagal berkali-kali. Namun Tuhan hadir dan memberi pertolongan bagi kita yg telah gagal, hina dan penuh cela. Kasih Tuhan sungguh mengagumkan. Mungkin hari ini kita merasa tidak layak, gagal, atau jauh dari Tuhan. Namun ingatlah: Dia adalah Allah yang tidak mudah menyerah atas umat-Nya. Tuhan tetap memanggil, menunggu, dan bekerja di dalam kita dengan kasih setia-Nya.
✝️ Tiga Komitmen Hari Ini:
1️⃣ Saya mau terus mengingat kasih dan pertolongan Tuhan.
2️⃣ Saya tidak mau kembali kepada “Mesir” kehidupan lama saya.
3️⃣ Saya mau hidup dalam kasih karunia dan kesetiaan Tuhan.
π Kutipan Hari Ini:
“Kegagalan manusia tidak pernah lebih besar daripada kasih setia Tuhan.”
π️ 10-05-2026
✍️ Rialdi Pasaribu
Komentar
Posting Komentar