KASIH TUHAN TETAP MENUNTUN ☁️πŸ”₯

πŸ“– Nehemia 9:19 (TB) — “Engkau tidak meninggalkan mereka di padang gurun karena kasih sayang-Mu yang besar. Tiang awan tidak berpindah dari atas mereka pada siang hari untuk memimpin mereka pada perjalanan, begitu juga tiang api pada malam hari untuk menerangi jalan yang mereka lalui.”


Shalom, Saudara terkasih 🌿 Firman hari ini memperlihatkan kesetiaan Tuhan yang tidak berubah sekalipun manusia sering gagal.


Saudaraku, umat Israel berkali-kali bersungut-sungut, memberontak, bahkan ingin kembali ke Mesir. Namun Tuhan tidak meninggalkan mereka. Bukan karena mereka layak, tetapi karena kasih sayang-Nya yang besar. Ini menunjukkan bahwa dasar hubungan kita dengan Tuhan bukan terutama kesetiaan manusia, tetapi belas kasihan Allah. Sekalipun kita bandel dan nakal, Tuhan tak pernah menyerah dalam mendidik kita. Kasih-Nya tetap ada dan hadir dalam hidup kita. Kasih Tuhan tidak melulu soal membelai atau memberi hadiah tetapi tentang menegur dan menghajar kita. Ini adalah tingkatan kasih yg agung dan mulia. Jangan hanya kita manafsirkan kasih secara dangkal. Kasih itu bukan cuma yg baik-baik saja, lembut atau ramah. Ada kalanya kasih itu tegas, galak dan marah. Yg terpenting ialah motivasi hatinya. Kita tahu sendiri bahwa hati Allah bertujuan untuk mendidik dan menuntun umat Israel pada kebenaran meski harus lewat teguran dan ganjaran.


Saudaraku, dalam pengalaman rohani yang lebih dalam, padang gurun melambangkan perjalanan hidup orang percaya di dunia ini—tempat ujian, kekeringan, dan ketidakpastian. Namun di tengah perjalanan itu, Tuhan tetap hadir sebagai tiang awan dan tiang api. Hadirat-Nya tidak pernah berhenti menyertai umat-Nya. Tiang awan pada siang hari memberi naungan dan pimpinan. Ini berbicara tentang Tuhan yang menutupi, menenangkan, dan memimpin kita di tengah panasnya tekanan hidup. Sedangkan tiang api pada malam hari berbicara tentang terang dan penghiburan ilahi saat kita berada dalam musim gelap dan tidak pasti. Baik siang maupun malam, Tuhan ada buat kita. Tuhan setia dengan kasih-Nya dan Ia tidak terpengaruh dengan kondisi hidup kita yg sering jatuh. Tuhan selalu menyertai dan menuntun hidup anak-anak-Nya.


Saudaraku, kasih Tuhan bukan hanya terlihat saat kita berhasil, tetapi justru saat kita lemah dan tidak berdaya. Ia tetap memimpin, tetap menerangi, dan tetap berjalan bersama kita. Bahkan ketika kita merasa jauh dari Tuhan, sebenarnya Dia tidak pernah meninggalkan kita. Sering kali kita berubah-ubah, tetapi Tuhan tetap setia. Kasih-Nya tidak bergerak mengikuti emosi manusia. Hadirat-Nya tetap tinggal bagi mereka yang mau terus mengikuti-Nya. Kita harus belajar untuk ikut Tuhan setiap hari. Berjalanlah bersama Tuhan dan bergaul karib dengan Dia. Hal tersebut dapat kita saksikan dalam hidup Henokh. Selama hidupnya, ia berjalan bersama dengan Tuhan. Ia bergaul dengan Allah. Semakin hari, ia semakin serupa dengan Penciptanya. Sifat dan karakter Allah semakin dinyatakan dalam hidupnya. Inilah yg perlu kita miliki. Mungkin hari ini hidup terasa seperti padang gurun—kering, melelahkan, dan penuh pertanyaan. Namun ingatlah: tiang awan dan tiang api itu belum pergi. Tuhan masih memimpin perjalananmu dan mari kita berjalan senantiasa bersama dengan Tuhan.


✝️ Tiga Komitmen Hari Ini:

1️⃣ Saya mau percaya pada kasih setia Tuhan dalam setiap musim hidup.

2️⃣ Saya mau terus mengikuti pimpinan Tuhan.

3️⃣ Saya percaya Tuhan tidak pernah meninggalkan saya.


πŸ“Œ Kutipan Hari Ini:

“Kesetiaan Tuhan tetap menyala bahkan di padang gurun kehidupan kita.”


πŸ—“️ 11-05-2026

✍️ Rialdi Pasaribu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JANGAN SUKA NIMBRUNG URUSAN ORANG LAIN

YUK, JADI ORANG RAJIN..!!

TIDAK TAKUT, TAPI KUAT, PENUH KASIH & BIJAK πŸ”₯πŸ•Š️