KASIH TUHAN YANG TIDAK LELAH MEMULIHKAN ❤️π©Ήπ₯
π Nehemia 9:28 (TB) — “Tetapi begitu mereka mendapat keamanan, kembali mereka berbuat jahat di hadapan-Mu. Dan Engkau menyerahkan mereka ke tangan musuh-musuh mereka yang menguasai mereka. Kembali mereka berteriak kepada-Mu, dan Engkau mendengar dari langit, lalu menolong mereka berulang kali, karena kasih sayang-Mu.”
Shalom, Saudara terkasih πΏ Firman hari ini memperlihatkan kelemahan manusia yang berulang kali jatuh, tetapi juga kasih Tuhan yang berulang kali memulihkan.
Saudaraku, setelah Tuhan menolong dan memberi keamanan, umat Israel kembali berbuat jahat. Ini menunjukkan betapa mudahnya hati manusia melupakan Tuhan ketika keadaan sudah membaik. Saat tertekan kita mencari Tuhan, tetapi saat nyaman kita mulai lengah dan hidup menurut diri sendiri. Dalam kondisi apa pun, khususnya dalam keadaan yg baik juga berkelimpahan, kita harus terus menetapkan status sense of crisis alias rasa krisis. Rasa krisis itu sikap miskin di hadapan Allah. Kalau miskin, kita butuh bantuan ndak? Tentu... Hal inilah yg akan terus memicu kita untuk bergantung sepenuhnya pada Tuhan. Di dalam roh, kita harus terus merasa miskin, kita terus bergantung, berserah dan memohon kepada Allah, Sang Pemberi Berkat. Tanpa sikap miskin di hadapan Allah, maka kita akan kembali jatuh dalam dosa yg dulu sekalipun keadaannya sudah dipulihkan oleh Tuhan.
Saudaraku, dalam pengalaman rohani yang lebih dalam, manusia lama memiliki kecenderungan untuk terus kembali kepada dosa dan kemandirian. Karena itu, kehidupan rohani tidak bisa dipelihara hanya dengan pengalaman masa lalu. Kita perlu terus hidup dalam persekutuan dan ketergantungan kepada Tuhan setiap hari. Kita harus sadar bahwa tanpa Tuhan, hidup sia-sia; di luar Tuhan, semuanya menuju kebinasaan. Kita tidak boleh menyimpang dari Tuhan dan membiarkan diri diperdaya oleh tipu muslihat Iblis. Jangan pernah mau dibodohi oleh godaan Iblis. Memang kelihatannya sedap dan segar tetapi semua tawaran Iblis berujung pada penyesalan dan kebinasaan. Maka jangan hidup dalam kebodohan. Kita harus berpegang teguh pada prinsip untuk miskin di hadapan Allah dan bergantung penuh kepada-Nya.
Saudaraku, yang luar biasa adalah Tuhan tetap mendengar ketika mereka kembali berseru. Firman mengatakan bahwa Tuhan menolong mereka “berulang kali.” Ini memperlihatkan kasih sayang Allah yang tidak cepat menyerah terhadap umat-Nya. Tuhan tidak lelah memulihkan orang yang mau kembali kepada-Nya. Bukan berarti Tuhan membiarkan dosa, tetapi kasih-Nya selalu membuka jalan pertobatan. Walaupun manusia jatuh berkali-kali, belas kasihan Tuhan tetap tersedia bagi mereka yang datang dengan hati yang membutuhkan Dia. Mungkin kita juga pernah mengalami siklus yang sama—jatuh, bertobat, bangkit, lalu jatuh lagi. Namun firman hari ini mengingatkan bahwa Tuhan tidak berhenti bekerja di dalam kita. Ia sabar membentuk, mendisiplin, dan membawa kita bertumbuh sedikit demi sedikit. Tetapi kasih karunia Tuhan bukan alasan untuk bermain-main dengan dosa. Kasih Tuhan seharusnya membuat kita semakin mengasihi Dia dan semakin rindu hidup benar di hadapan-Nya. Jangan putus asa atas kelemahanmu, tetapi juga jangan nyaman tinggal di dalamnya. Datanglah kembali kepada Tuhan dan izinkan kasih-Nya mengubah hidupmu semakin hari semakin serupa dengan Kristus.
✝️ Tiga Komitmen Hari Ini:
1️⃣ Saya mau terus kembali kepada Tuhan setiap kali saya jatuh.
2️⃣ Saya mau memiliki sikap miskin di hadapan Allah.
3️⃣ Saya mau bertumbuh semakin serupa dengan Kristus setiap hari.
π Kutipan Hari Ini:
“Kasih Tuhan tidak pernah lelah memulihkan, tetapi kasih itu juga memanggil kita untuk berubah.”
π️ 20-05-2026
✍️ Rialdi Pasaribu
Komentar
Posting Komentar