KESABARAN TUHAN YANG MEMANGGIL PERTOBATAN ⏳πŸ”₯

πŸ“– Nehemia 9:30 (TB) — “Namun bertahun-tahun lamanya Engkau melanjutkan sabar-Mu terhadap mereka. Dengan Roh-Mu Engkau memperingatkan mereka, yakni dengan perantaraan para nabi-Mu, tetapi mereka tidak menghiraukannya, sehingga Engkau menyerahkan mereka ke tangan bangsa-bangsa segala negeri.”


Shalom, Saudara terkasih 🌿 Firman hari ini memperlihatkan betapa panjang sabarnya Tuhan terhadap umat-Nya.


Saudaraku, Tuhan tidak langsung menghukum Israel ketika mereka jatuh. Bertahun-tahun lamanya Ia tetap bersabar, tetap berbicara, dan tetap memanggil mereka kembali. Ini menunjukkan bahwa Allah adalah Tuhan yang penuh belas kasihan dan tidak cepat membuang umat-Nya. Allah bisa marah tetapi Ia tidak mudah marah dan tidak cepat marah. Sebaliknya, Ia panjang sabar dan berlimpah kasih setia. Kesabaran Tuhan sangatlah besar sebab Ia sepatutnya mengajar dan menghukum jauh lebih cepat. Tetapi Tuhan memberikan kesempatan bagi umat-Nya untuk bertobat. Banyak di antara kita justru marah begitu cepat. Kita tidak membuka ruang untuk sabar dan menanti orang bertobat. Kita lebih mengutamakan perasaan hati dari pada buah Roh kesabaran. Kita harus mengikuti teladan Allah yg begitu sabar dan bijaksana.


Saudaraku, dengan Roh-Nya, Tuhan memperingatkan mereka melalui para nabi. Artinya, setiap teguran Tuhan sebenarnya adalah pekerjaan Roh Kudus yang sedang berusaha menyelamatkan dan memulihkan manusia. Tuhan terus berbicara karena Dia rindu umat-Nya kembali kepada-Nya. Kalau Tuhan nda berbicara, maka umat bisa tersesat, menyimpang dan menuju pada kebinasaan. Tentu itu sangat mengerikan. Tak ada satu pun niat hati Tuhan yg ingin berbuat jahat dan buruk terhadap kita. Sebaliknya, Ia terus memberi peringatan kepada kita. Sekali, dua kali, tiga kali, empat kali sampai berkali-kali, Tuhan memperingatkan kita melalui orang tua, guru, teman dan orang-orang lainnya. Ingat, itu adalah bentuk kepedulian bukan kebencian. Tuhan ingin agar kita menjadi pribadi yg limpah akan kasih sekaligus tak ada benci. Tuhan ingin agar kita menyenangkan hati-Nya.


Saudaraku, firman berkata bahwa mereka “tidak menghiraukannya.” Inilah bahaya hati yang terus-menerus menolak suara Tuhan. Semakin lama seseorang mengabaikan firman, semakin tumpul kepekaan rohaninya. Pada akhirnya, Tuhan mengizinkan mereka mengalami konsekuensi dari pilihan mereka sendiri. Dalam terang rohani yang lebih dalam, disiplin Tuhan bukan tanda kebencian, melainkan bukti bahwa Dia masih peduli. Tuhan terkadang mengizinkan kita mengalami akibat dari jalan kita supaya kita sadar bahwa di luar Dia tidak ada kehidupan dan damai sejati. Jangan sia-siakan kesabaran Tuhan. Fakta bahwa Tuhan masih berbicara, masih menegur, dan masih memberi kesempatan adalah kasih karunia yang besar. Jangan menunggu sampai hati menjadi keras dan jauh dari Tuhan. Hari ini, jika Roh Tuhan sedang menegur atau mengingatkan kita melalui firman-Nya, mari merespons dengan hati yang terbuka. Lebih baik bertobat saat Tuhan masih berbicara, daripada belajar melalui kehancuran karena terus mengabaikan-Nya.


✝️ Tiga Komitmen Hari Ini:

1️⃣ Saya mau menghargai kesabaran dan kasih karunia Tuhan.

2️⃣ Saya mau peka terhadap suara Roh Kudus.

3️⃣ Saya tidak mau mengeraskan hati terhadap teguran Tuhan.


πŸ“Œ Kutipan Hari Ini:

“Kesabaran Tuhan adalah kesempatan untuk bertobat, bukan alasan untuk terus menunda perubahan.”


πŸ—“️ 22-05-2026

✍️ Rialdi Pasaribu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JANGAN SUKA NIMBRUNG URUSAN ORANG LAIN

YUK, JADI ORANG RAJIN..!!

TIDAK TAKUT, TAPI KUAT, PENUH KASIH & BIJAK πŸ”₯πŸ•Š️