TUHAN TETAP BENAR ⚖️π₯
π Nehemia 9:33 (TB) — “Tetapi Engkaulah yang benar dalam segala hal yang menimpa kami, karena Engkau berlaku setia dan kamilah berbuat fasik.”
Shalom, Saudara terkasih πΏ Firman hari ini menunjukkan sikap hati yang sangat penting dalam pemulihan rohani: mengakui kebenaran Tuhan dan berhenti menyalahkan-Nya.
Saudaraku, umat Israel akhirnya sampai pada kesadaran ini: Tuhan tetap benar, dan merekalah yang salah. Ini adalah titik balik rohani yang penting. Selama manusia terus membela diri dan menyalahkan keadaan, ia sulit mengalami pemulihan sejati. Tetapi ketika hati mulai berkata, “Tuhan, Engkau benar,” di situlah pertobatan yang sejati dimulai. Kita harus belajar menjadi rendah hati. Orang yg rendah hati mau mengakui kesalahan dan kelemahan diri sedangkan orang sombong itu suka membela diri lalu menyalahkan orang lain dan keadaan. Dalam kerendahan hati terdapat pertumbuhan rohani. Tuhan mengasihi orang yg rendah hati. Bahkan Tuhan meninggikan orang yg rendah hati tetapi merendahkan orang yg tinggi hati. Tuhan sangat suka kepada orang yg rendah hati. Mereka memiliki hati hamba dan Tuhan berkenan kepada hati hamba.
Saudaraku, mereka mengakui bahwa Tuhan berlaku setia. Artinya, bahkan dalam penghukuman dan disiplin, Tuhan tetap bertindak berdasarkan kesetiaan dan kasih-Nya. Tuhan tidak pernah salah memperlakukan umat-Nya. Semua yang Dia izinkan selalu memiliki tujuan untuk membawa manusia kembali kepada-Nya. Tuhan setia dengan karakternya yg baik, kasih dan mengampuni. Tuhan selalu konsisten dengan hikmat dan keadilan-Nya. Kita harus belajar mengagumi kesetiaan Tuhan. Belajar pula untuk menghayati kesetiaan Tuhan. Firman Tuhan berkata bahwa ketika kita tidak setia, Tuhan tetap setia. Hal ini sungguh menyentuh hati kita. Ia sangat baik dan hebat. Ia sangat dahsyat dan mempesona.
Saudaraku, dalam terang rohani yang lebih dalam, manusia lama selalu cenderung membenarkan diri sendiri, tetapi terang Tuhan membawa kita melihat kondisi kita yang sebenarnya. Semakin seseorang dekat dengan Tuhan, semakin ia sadar terhadap kebutuhan dirinya akan kasih karunia. Salah satu tanda kedewasaan rohani adalah kemampuan untuk rendah hati mengakui kesalahan di hadapan Tuhan. Bukan sibuk mencari alasan, tetapi rela dibentuk dan dikoreksi oleh-Nya. Tuhan dapat bekerja dengan leluasa pada hati yang hancur dan lembut. Ayat ini juga mengingatkan kita bahwa kesetiaan Tuhan tidak berubah oleh ketidaksetiaan manusia. Walaupun kita gagal, Tuhan tetap benar. Walaupun manusia berubah, karakter Tuhan tetap sama. Inilah dasar pengharapan kita. Hari ini, mari datang kepada Tuhan dengan hati yang jujur. Jangan keras mempertahankan diri di hadapan Tuhan yang mengetahui segala sesuatu. Biarlah terang-Nya menyinari dan memulihkan hidup kita.
✝️ Tiga Komitmen Hari Ini:
1️⃣ Saya mau rendah hati mengakui kesalahan saya di hadapan Tuhan.
2️⃣ Saya percaya Tuhan tetap benar dan setia dalam segala keadaan.
3️⃣ Saya mau dibentuk dan dipulihkan oleh Tuhan setiap hari.
π Kutipan Hari Ini:
“Pemulihan dimulai ketika kita berhenti membela diri dan mulai mengakui bahwa Tuhan selalu benar.”
π️ 25-05-2026
✍️ Rialdi Pasaribu
Komentar
Posting Komentar