JANGAN TERJEBAK DALAM MASA LALU 🙏🏛️

📖 Ezra 3:12 (TB) — "Tetapi banyak di antara para imam, orang-orang Lewi dan kepala-kepala kaum keluarga, orang tua-tua yang pernah melihat rumah yang dahulu, menangis dengan suara nyaring, ketika perletakan dasar rumah ini dilakukan di depan mata mereka, sedang banyak orang bersorak-sorai dengan suara nyaring karena kegirangan."


Shalom, Saudara terkasih 🌿 Firman hari ini mengajarkan bahwa setiap orang dapat melihat peristiwa yang sama dengan cara yang berbeda. Ada yang bersukacita karena melihat apa yang Tuhan sedang kerjakan, tetapi ada pula yang menangis karena terus membandingkannya dengan masa lalu. Tuhan rindu agar kita menghargai karya-Nya pada hari ini tanpa terbelenggu oleh kenangan masa lampau.


Saudaraku, ketika dasar Bait Allah diletakkan, dua respons muncul secara bersamaan. Generasi muda yang tidak pernah melihat Bait Allah Salomo bersorak-sorai dengan penuh sukacita. Sebaliknya, para imam, orang Lewi, dan orang-orang tua yang pernah melihat kemegahan Bait Allah sebelumnya justru menangis. Mereka membandingkan bangunan yang sedang dimulai dengan kemuliaan yang pernah mereka lihat di masa lalu. Air mata mereka mungkin lahir dari kerinduan, penyesalan, atau kesedihan karena keadaan sekarang terasa jauh lebih sederhana. Padahal Tuhan sedang melakukan pekerjaan yang baru. Betapa sering kita pun mengalami hal yang sama. Kita sulit menikmati berkat hari ini karena terus membandingkannya dengan pengalaman, keberhasilan, pelayanan, atau masa-masa indah yang pernah kita alami dahulu. Tanpa sadar, kenangan masa lalu dapat menghalangi kita melihat karya Tuhan yang sedang berlangsung saat ini. Kita tidak boleh tersangkut dan terjerembab di masa lalu. Kita harus move on, kita harus melangkah maju dan menikmati karya TUHAN di masa kini.


Saudaraku, bukan berarti mengingat masa lalu adalah sesuatu yang salah. Alkitab sering mengajak kita mengingat perbuatan-perbuatan Tuhan. Namun menjadi masalah ketika masa lalu menjadi ukuran yang membuat kita meremehkan apa yang Tuhan sedang kerjakan sekarang. Tuhan adalah Allah yang sama, tetapi cara-Nya bekerja dapat berbeda pada setiap zaman. Kita harus percaya bahwa TUHAN mampu berkarya di setiap musim hidup yang kita lalui. TUHAN selalu memberikan yang indah di setiap babak hidup yang kita lalui. Ada seorang penginjil yang dulunya rajin sekali bepergian memberitakan Injil. Sudah ratusan orang yang ia menangkan untuk terima Yesus Kristus sebagai TUHAN dan Juruselamat. Namun setelah beberapa tahun kemudian, penginjil ini alami penyakit di bagian matanya yang membuat ia tidak bisa melihat cahaya terang. Ia hanya bisa tinggal di dalam kamar gelap. Tentu banyak orang berpikir bahwa ini sangat menyedihkan. Namun penginjil ini tidak berhenti mencintai TUHAN. Di kamar gelapnya itu, ia rajin berdoa bagi pekabaran Injil, bagi misionaris dan bagi jiwa-jiwa. Banyak orang juga datang ke kamar gelap itu untuk menerima nasihat dan penghiburan firman TUHAN. Luar biasa sekali. Meskipun masa lalunya sehat, namun tidak mematahkan semangatnya untuk tetap memberitakan Injil di tengah penyakit berat yang ia alami.


Saudaraku, perhatikan bahwa sekalipun ada tangisan, pembangunan tidak berhenti. Dasar Bait Allah tetap diletakkan. Tuhan tetap melanjutkan pekerjaan-Nya. Ini mengajarkan bahwa rencana Tuhan tidak ditentukan oleh perasaan manusia. Dia tetap bekerja di tengah air mata maupun sorak-sorai. Jika hari ini kita sedang berduka karena kehilangan sesuatu, atau merasa bahwa hidup kita tidak lagi seperti dulu, ingatlah bahwa Tuhan belum selesai berkarya. Jangan terpaku pada apa yang telah hilang, tetapi arahkan mata kepada apa yang sedang Tuhan bangun. Sebab sering kali kemuliaan yang akan datang tidak terlihat lebih besar di awal, tetapi pada akhirnya akan menyatakan kesetiaan Tuhan dengan cara yang jauh melampaui apa yang pernah kita bayangkan. Puncaknya ialah hubungan kekal kita di sorga dengan Allah. Waw, ini sangat indah dan luar biasa. Mungkin masa lalu dan masa kini terasa berat dan menderita, namun Allah punya janji yang indah dan pasti ditepati bagi orang yang beriman, yaitu hidup kekal di sorga. Haleluya..


✝️ Tiga Komitmen Hari Ini:

1️⃣ Saya mau bersyukur atas karya Tuhan hari ini tanpa terus membandingkannya dengan masa lalu.

2️⃣ Saya mau percaya bahwa Tuhan sedang mengerjakan sesuatu yang baru dalam hidup saya.

3️⃣ Saya mau memandang masa depan dengan iman dan tetap setia mengikuti pimpinan Tuhan.


📌 Kutipan Hari Ini:

"Kenangan akan masa lalu seharusnya menguatkan iman, bukan menghalangi kita melihat karya Tuhan yang baru."


🗓️ Selasa, 14 Juli 2026

✍️ Rialdi Pasaribu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PEMELIHARAAN TUHAN TIDAK PERNAH GAGAL 👣🍞✨

MENANG BERSAMA TUHAN ⚔️🌿

Mengalahkan Pencobaan