TEKAD UNTUK BELAJAR, MELAKUKAN, DAN MENGAJAR 🙏🔥
📖 Ezra 7:10 (TB) — “Sebab Ezra telah bertekad untuk meneliti Taurat TUHAN dan melakukannya serta mengajar ketetapan dan peraturan di antara orang Israel.”
Shalom, Saudara terkasih 🌿 Firman hari ini mengajarkan bahwa kehidupan seorang yang dipakai Tuhan harus dimulai dari hati yang sungguh-sungguh mau belajar firman, kemudian melakukannya, dan akhirnya mengajarkannya kepada orang lain.
Saudaraku, Alkitab mengatakan bahwa Ezra "telah bertekad untuk meneliti Taurat TUHAN." Kata "bertekad" menunjukkan adanya keputusan yang disengaja. Ezra tidak menunggu sampai ia merasa ingin belajar firman. Ia mengambil keputusan untuk sungguh-sungguh mempelajarinya. Ini menjadi tantangan bagi kita. Di tengah kesibukan pekerjaan, keluarga, pelayanan, media sosial, dan berbagai aktivitas lainnya, kita perlu memiliki tekad untuk menyediakan waktu bagi firman Tuhan. Kalau kita tidak sengaja membangun kehidupan rohani, kita akan dengan mudah menjadi jauh dari Tuhan tanpa menyadarinya. Firman Tuhan harus menjadi kebutuhan, bukan sekadar kegiatan tambahan ketika kita memiliki waktu luang. Semakin kita mengenal firman Tuhan, semakin kita mengenal kehendak-Nya. Maka kita harus memiliki tekad yg kuat untuk menggali kedalaman firman Tuhan yg begitu limpah dan besar.
Saudaraku, yang sangat penting, Ezra tidak berhenti pada "meneliti Taurat". Ia juga bertekad "melakukannya". Ini menunjukkan bahwa pengetahuan tanpa ketaatan tidak cukup. Kita bisa hafal banyak ayat, memahami doktrin, mampu menjelaskan Alkitab, bahkan mengajar orang lain, tetapi jika firman itu tidak mengubah kehidupan kita, pengetahuan tersebut tidak menghasilkan buah yang Tuhan kehendaki. Ezra terlebih dahulu membiarkan firman Tuhan mengatur kehidupannya sebelum ia mengajarkannya kepada bangsa Israel. Inilah prinsip yang sangat penting bagi setiap orang yang melayani Tuhan: jangan hanya menjadi orang yang pandai berbicara tentang Tuhan, tetapi jadilah orang yang sungguh-sungguh hidup menurut firman Tuhan. Kesaksian hidup sering kali berbicara lebih kuat daripada kata-kata. Maka kita harus menjadi surat kiriman Kristus yg terbuka dan dapat dibaca oleh setiap orang.
Saudaraku, setelah meneliti dan melakukannya, Ezra kemudian "mengajar ketetapan dan peraturan" kepada orang Israel. Urutannya sangat indah: belajar, melakukan, kemudian mengajar. Banyak orang ingin langsung mengajar, tetapi Tuhan ingin firman terlebih dahulu bekerja di dalam diri kita. Apa yang kita ajarkan kepada orang lain seharusnya bukan sekadar teori, tetapi sesuatu yang telah kita hidupi. Sebagai orang tua, guru, pemimpin, pelayan Tuhan, atau siapa pun yang memiliki pengaruh terhadap orang lain, kita memiliki tanggung jawab untuk menjadi teladan. Anak-anak, murid, jemaat, dan orang-orang di sekitar kita bukan hanya mendengar perkataan kita, tetapi juga melihat kehidupan kita. Karena itu, marilah kita memiliki tekad seperti Ezra: sungguh-sungguh mempelajari firman, setia melakukannya, lalu dengan rendah hati membagikannya kepada orang lain. Ketika firman Tuhan terlebih dahulu mengubah kita, hidup kita akan menjadi alat yang Tuhan pakai untuk mengubah orang lain. Kiranya nama Tuhan dimuliakan melalui hidup kita.
✝️ Tiga Komitmen Hari Ini:
1️⃣ Saya mau bertekad menyediakan waktu untuk mempelajari firman Tuhan dengan sungguh-sungguh.
2️⃣ Saya mau melakukan firman yang saya pelajari, bukan hanya mengetahuinya.
3️⃣ Saya mau menjadi teladan dan mengajarkan kebenaran Tuhan kepada orang lain.
📌 Kutipan Hari Ini:
"Firman Tuhan harus terlebih dahulu mengubah hidup kita sebelum hidup kita mengubah orang lain."
🗓️ Minggu, 16 Agustus 2026
✍️ Rialdi Pasaribu
Komentar
Posting Komentar