USIRLAH SI PENCEMOOH

(Amz 22:10) Usirlah si pencemooh, maka lenyaplah pertengkaran, dan akan berhentilah perbantahan dan cemooh.


Shalom, Saudaraku… Apa kabarnya hari ini? Kiranya hati dan pikiran kita senantiasa dilingkupi oleh kasih TUHAN. 


Saudaraku, hidup ini pasti pengennya aman, damai dan tenteram. Kalau mau damai, maka kita harus lakukan langkah yang satu ini, yaitu menyingkirkan pencemooh dari diri kita. Kita harus mengusir si pencemooh. Maksudnya apa? Kita menjauhkan diri dari mereka. Jangan bergaul dengan pencemooh. Jangan ngumpul sama tukang gosip. Jangan berbaur dengan orang yang suka menghina. Kenapa? Karena mereka itu pemicu keributan. Ngeri dah kalau bergaul sama yang bawaannya negatif. Saya ada teman, ngobrolnya negatif terus. Dia suka jelek-jelekin orang. Orang berprestasi dihina, orang bagus dihujat, wah ngeri dah. Dia tidak suka memuji orang lain tapi giliran menghina, dia jagonya. Ini karakter yang ngeri sekali dan merusak. Ini bisa membuat orang baik jadi ikut-ikutan suka menghina. Jauhilah orang yang suka menghina.


Saudaraku, kita bisa menghindari konflik kalau kita tidak berbaur dengan pencemooh. Kita tahu bahwa pencemooh ini suka ceplas ceplos, ngomong seenaknya, ga peduli dengan perasaan orang lain. Dia bisa berkata-kata kotor dengan cara yang kasar sehingga berpotensi menyakiti orang lain. Namun dia tidak peduli. Dia tidak hiraukan itu semua. Katakan di suatu desa ada seorang bernama Udin. Desa tersebut punya rencana untuk membangun jembatan. Ketika diadakan rapat, Udin selalu menyampaikan pesan negatif. Udin mengatakan bahwa jembatan itu akan rubuh dalam waktu 2 minggu. Ide warga desa tidak efektif dan hanya buang-buang uang. Itulah yang dikatakan oleh si Udin. Apa yang terjadi? Suasana rapat menjadi tegang, ribut dan ricuh. Udin membawa keributan karena pendapatnya yang bernada negatif, menjatuhkan dan memecah-belah.


Saudaraku, setelah rapat itu selesai, diadakan evaluasi untuk tidak lagi melibatkan Udin. Forum melarang Udin untuk terlibat dalam rapat selanjutnya. Akhirnya Udin pun tidak dapat mengikuti rapat tersebut. Tanpa Udin, rapat berjalan dengan baik, lancar dan aman. Semua warga desa mendukung proses pembangunan jembatan demi infrastruktur, lalu lintas dan fasilitas desa yang semakin maju. Warga desa semakin teguh dalam kesehatian membangun jemabatan. Usulan, masukan dan kritik masih ada dalam rapat tersebut namun disampaikan dengan baik, benar dan konstruktif. Yang memberi kritik tidak menjatuhkan dan menghina tetapi memberi solusi dari masalah yang ada. Rapat berjalan dengan sangat baik. Hasil rapat pun memuaskan warga sebab itu semua demi kepentingan warga desa. Waw, sungguh indahnya rapat yang dilaksanakan tanpa adanya pencemooh. Damai sekali warga desa ketika tidak ada pengacau di dalamnya.


Puji TUHAN, hari ini kita sudah belajar dan mau menerapkan 3 hal, yaitu 

1. Saya tidak mau bergaul dengan orang yang suka menghina. 

2. Saya tidak mau jadi pemecah belah oleh karena perkataan saya yang bernada buruk dan negatif.

3. Saya mau merasakan kedamaian dan keindahan dalam suatu komunitas dengan mengusir pencemooh.

Tuhan Yesus menolong kita. Amin.. ๐Ÿ˜‡๐Ÿ˜ƒ๐Ÿ™


Kutipan

Pencemooh hanya akan memecah-belah dan merusak kesatuan. Singkirkan dan usirlah orang seperti itu!


10-10-2024

Rialdi Pasaribu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JANGAN SUKA NIMBRUNG URUSAN ORANG LAIN

KEPEMIMPINAN YANG MEMBAWA BERKAT

Ga Gampang