MENYELIDIKI HATI PEMIMPIN

(Amz 25:3) Seperti tingginya langit dan dalamnya bumi, demikianlah hati raja-raja tidak terduga.


Shalom, Saudaraku.. Apa kabarnya hari ini? Kiranya kita senang selalu ya di dalam Tuhan...


Saudaraku, hati para raja dan pemimpin itu sangatlah tinggi sekaligus dalam. Ini kelihatannya bertolak belakang ya. Ini nampaknya sulit dimengerti ya.. Kalau tinggi, ya tinggi saja. Kalau dalem, ya dalem saja. Kok ini tinggi sekaligus dalem. Apa maksudnya? Seringkali keputusan dan kebijakan dari raja atau pemimpin sulit dimengerti. Banyak orang bingung dan sulit menyelami maupun menggapai pikiran dari raja. Kita harus mengerti bahwa ada jarak antara hikmat raja dengan rakyat. Kita sebagai rakyat seringkali salah paham dengan keputusan pemimpin sebab tingkat pemahaman kita belum setara dengan pemimpin. Bahkan seringkali kita merasa diri lebih pintar dari pada pemimpin. Kita harus hati-hati dengan sikap tinggi hati seperti itu. Banyak pemimpin yang sudah berpikir begitu mendalam, melihat segala sesuatu dengan helicopter view alias melihat dengan sudut pandang yang begitu luas. Kita harus belajar untuk mengerti kebijakan dan keputusan pemimpin. Jangan kita langsung menghakimi dan menilai buruk keputusan dari pemimpin tapi jadilah rendah hati dan belajar mengerti alasan di balik keputusannya.


Saudaraku, kalau kita mau jadi pemimpin, maka kita juga harus mempersiapkan diri jadi orang yang berhikmat dan terus menempa diri dengan berbagai pengetahuan yang penting. Kita tidak boleh berpuas diri dengan pengetahuan kita saat ini tetapi kita harus menempa ilmu kita semakin hari semakin bertambah. Perhatikan ayat di atas, ungkapan “seperti tingginya langit dan dalamnya bumi” menyatakan bahwa hal ini tidak terbatas dan sangat luar biasa. Karena itu, jangan sampai hikmat kita cetek dan pengetahuan kita pendek. Aduh, kalau begitu, malu-maluin banget. Jangan rusak citra seorang pemimpin dengan hikmat yang dangkal dan pengetahuan yang rendah. Kita harus terus belajar, belajar dan belajar. Jangan malas membaca buku. Jangan malas mencari ilmu pengetahuan. Jangan malu belajar dari orang yang lebih pintar dari kita. Teruslah menempa diri jadi versi terbaik.


Saudaraku, kita juga diberi peringatan untuk menghomarti keunikan cara pandang orang lain dan keputusannya. Hati dan pikiran seorang pemimpin itu unik dan berbeda dengan pemimpin lainnya. Kita harus rendah hati, jangan memaksakan pikiran kita untuk diterapkan oleh pemimpin. Hidup itu bukan suka-suka gue. Karena itu kita harus belajar tunduk terhadap keputusan atasan dan pemimpin yang menerima amanah. Jangan kita suka membantah dan melawan. Kita harus belajar mengerti isi hati dan pikirannya. Kita juga pasti tidak dapat menyelami hikmat dan pikiran Allah. Kita harus mengakui bahwa Allah punya hikmat yang unik dan pemikiran yang ajaib. Kita tidak bisa mengerti sepenuhnya apa yang Allah tetapkan dan kerjakan dalam hidup kita namun kita harus tunduk pada otoritas Allah dan berserah kepada-Nya. Kita harus percaya bahwa rencana Allah itu indah meski tak mudah dimengerti. Seperti tingginya langit dan dalamnya laut, demikianlah hati dan pikiran Allah. Oleh karena itu, percayalah kepada-Nya dengan iman bukan dengan pikiran dan pengelihatan kita yang sangat terbatas.  


Puji Tuhan, hari ini kita sudah belajar dan mau menerapkan 3 hal, yaitu 

1. Saya mau belajar mengenal dan memahami alasan di balik keputusan pemimpin yang seringkali dirasa kurang cocok dengan saya. 

2. Saya mau terus menempa diri menjadi semakin berhikmat dan berpengetahuan. 

3. Saya mau mempercayai Allah meskipun saya tidak bisa mengerti hati dan pikiran Allah sepenuhnya. 

Tuhan Yesus menolong kita. Amin... 😊⭐☀️


Kutipan

Meski sulit dimengerti, aku mau percaya dan bersandar pada keputusan dan hikmat Allah.


21-12-2024

Rialdi Pasaribu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JANGAN SUKA NIMBRUNG URUSAN ORANG LAIN

KEPEMIMPINAN YANG MEMBAWA BERKAT

Ga Gampang