KEBAIKAN YANG MENYESATKAN
(Amsal 26:25) “Kalau ia ramah, janganlah percaya padanya, karena tujuh kekejian ada dalam hatinya.”
Shalom, Saudaraku... Apa kabarnya hari ini? Kiranya kasih dan damai Tuhan selalu menyertai kita dalam setiap langkah hidup kita.
Saudaraku, firman Tuhan hari ini mengingatkan kita agar berhati-hati terhadap orang yang tampak ramah, tetapi memiliki niat jahat di dalam hatinya. Ada orang yang bisa bersikap baik di depan, berbicara lembut, dan terlihat penuh perhatian, tetapi sebenarnya menyimpan rencana buruk. Alkitab menyebut bahwa dalam hatinya ada "tujuh kekejian"—artinya ada kepalsuan, kebencian, dan maksud tersembunyi yang berbahaya. Hal ini sering terjadi di kantor. Istilah dari orang yang melakukannya adalah si penjilat. Wah, ngeri bener mendengar istilah itu ya. Ya, orang ini berlaku ramah, baik, rajin dan kelihatannya bagus hanya di depan bosnya tetapi ketika tidak ada bosnya, maka dia malas, jutek, dan buruk. Penjilat ini pun sering merendahkan orang lain di depan bosnya agar ia tampak lebih baik dari karyawan lainnya. Sungguh licik dan curang sekali cara orang jahat bekerja..!
Saudaraku, mari kita renungkan: Apakah kita pernah tertipu oleh orang yang kelihatannya baik, tetapi ternyata menyimpan niat buruk? Atau lebih penting lagi, apakah kita sendiri pernah bersikap manis di depan seseorang tetapi di hati kita menyimpan kebencian? Tuhan mengajarkan kita untuk memiliki hati yang tulus, bukan sekadar berpura-pura baik demi keuntungan pribadi. Lagi-lagi kita terus disinggung tentang masalah kepalsuan. Kita harus buang itu semua. Kita harus menjadi orang utuh dan asli. Kalau ramah, hati kita memang melakukannya dengan tulus. Kita tidak boleh ramah karena embel-embel cari muka atau cari keuntungan pribadi. Kita ga boleh cari muka untuk tampak lebih baik di hadapan orang lain. Kita tidak boleh memakai topeng dan menjadi mahluk bertopeng. Ini sangat jahat dan palsu. Lebih baik kita buruk dengan tampilan asli dari pada kelihatan indah padalah busuk. Kita harus membuang kepura-puraan yang jahat itu...!
Saudaraku, saya juga belajar dari pengalaman pribadi. Ada saat di mana saya terlalu mudah percaya kepada seseorang hanya karena sikapnya yang ramah. Waktu itu ada orang yang mau bantu saya untuk bisa dapatkan penghasilan yang bagus. Hal itu sangat memikat saya. Kenapa? Karena orangnya ramah, baik dan sopan. Saya sangat senang dengan tawarannya untuk membantu saya memiliki penghasilan yang bagus apalagi besar. Saya pun menyerahkan modal berupa uang kepadanya supaya saya tau cara mendapatkan penghasilan yang lebih baik. Setelah saya kirimkan uang saya sekitar 5 juta, orang ini sekejap kabur, hilang dan pergi. Saya tidak menyangka hal itu bisa terjadi sebab ia memiliki karakter yang baik, ramah dan sopan. Saya kaget sekali sebab uang saya raib begitu saja. Saya sangat bodoh saat itu dan mudah diperdaya oleh janji manis dan sikap ramahnya. Namun, akhirnya saya sadar bahwa tidak semua kebaikan itu tulus. Karena itu, saya belajar untuk tidak mudah terbuai oleh kata-kata manis, tetapi meminta hikmat Tuhan untuk menilai karakter seseorang dari buah hidupnya, bukan sekadar dari perkataannya.
Puji Tuhan, hari ini kita sudah belajar dan mau menerapkan 3 hal, yaitu:
1. Saya mau berhikmat dan tidak mudah percaya pada orang hanya karena perkataan manisnya.
2. Saya mau menjaga hati agar tidak menyimpan niat jahat di balik kebaikan saya.
3. Saya mau meminta hikmat Tuhan agar dapat membedakan ketulusan dari kepalsuan.
Kiranya Tuhan Yesus memampukan kita untuk hidup dengan ketulusan dan menjauhkan diri dari kepalsuan. Amin. ππ
Kutipan:
"Bukan kata-kata manis yang membuktikan ketulusan, tetapi hati yang benar di hadapan Tuhan."
05-02-2025
Rialdi Pasaribu
Komentar
Posting Komentar