CURAHKAN HATIMU KEPADA TUHAN π€²π§
π Mazmur 55:22 (TB) — “Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau; tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar goyah.”
Shalom, Saudaraku yang dikasihi Tuhan πΏ Kiranya damai dan kekuatan dari Tuhan memenuhi hati kita hari ini.
Saudaraku, Mazmur 55 adalah doa Daud ketika ia sedang terluka dan dikhianati oleh orang yang dekat dengannya. Rasa kecewa dan ketakutan bercampur menjadi beban berat dalam hatinya. Namun di tengah perasaannya yang berkecamuk, Daud memilih langkah yang benar: ia menyerahkan semuanya kepada Tuhan. Ayat ini mengundang kita untuk melakukan hal yang sama—menyerahkan kuatir. Bukan memendamnya, bukan menahannya sendiri, bukan juga lari dari masalah, tetapi menyerahkannya kepada Tuhan. Kata “serahkanlah” berarti melepaskan, memindahkan beban itu dari bahu kita kepada bahu Tuhan. Wouw luar biasa… Bahu yang pernah memikul salib berat itu ingin agar beban kita pun diserahkan kepada TUHAN. Yes, Tuhan baik dan teramat baik bagi hidup kita.
Saudaraku, Tuhan tidak pernah memerintahkan kita menanggung beban sendirian. Ia tahu kita terbatas. Itu sebabnya Ia berkata, “Aku akan memeliharamu.” Ini bukan janji kosong; ini janji dari Allah yang setia dan tidak pernah gagal. Ketika kita khawatir, Tuhan memelihara. Ketika kita goyah, Tuhan menopang. Ketika hati kita penuh beban, Tuhan berkata, “Serahkan semuanya kepada-Ku.” Sungguh indah, kan? Berjalan bersama dengan TUHAN sangatlah indah karena kita tidak pernah ditinggalkan sendirian. Ketika keluarga, teman atau rekan kerja meninggalkan kita, TUHAN justru ada beserta dengan kita. Bahkan di titik terendah sekalipun, ketika orang tidak lagi menaruh perhatian kepada kita, di situlah TUHAN hadir memberi pertolongan dan penghiburan. Saat perempuan yang kedapatan berzinah akan dirajam dengan batu, Tuhan Yesus justru hadir untuk memikul beban berat perempuan itu. Ia tidak menghakimi. Ia justru menyadarkan orang-orang yang hendak merajam itu agar sadar diri bahwa mereka itu orang berdosa dan tidak layak menghakimi. Tuhan Yesus sungguh memelihara orang yang lemah dan hancur hati. Ia sangat peduli dan mengerti beban hidup kita.
Saudaraku, hidup memang sering membawa kekhawatiran—tentang masa depan, keluarga, pekerjaan, pelayanan, atau kesehatan. Tetapi Tuhan berjanji: orang benar tidak akan dibiarkan-Nya goyah. Artinya, kita boleh melewati guncangan, tetapi Tuhan tidak akan membiarkan kita jatuh. Hari ini, mari belajar meniru Daud: bukan menyimpan kekhawatiran, tetapi menyerahkannya. Ketika kita menyerahkan beban kita kepada Tuhan, kita menemukan damai yang tidak bisa diberikan dunia. Ketika kita simpan beban pergumulan sendirian, maka yang ada malah ketakutan, kecemasan bahkan sakit penyakit. Orang yang terlalu mengandalkan diri sendiri akan mengalami stress bahkan depresi. Apa pun masalah yang menimpa diri kita, mari kita serahkan pada TUHAN, Sang Pemelihara kehidupan. Ia baik, peduli dan mengerti apa yang kita alami. Ia tidak menolak ketika kita datang dengan hancur hati dan remuk jiwa. TUHAN ingin memulihkan dan menyembuhkan kita. Ia ingin agar kita datang membawa beban hidup kepada-Nya dan kita beroleh kelegaan dari Tuhan Yesus.
✝️ Tiga Komitmen Hari Ini:
1⃣ Saya mau menyerahkan setiap kekhawatiran saya kepada Tuhan.
2⃣ Saya mau percaya bahwa Tuhan memelihara hidup saya setiap hari.
3⃣ Saya mau tetap teguh dan tidak goyah karena Tuhan menopang saya.
π Kutipan Hari Ini:
“Damai datang ketika beban dilepaskan dan diserahkan ke tangan Tuhan.”
π️ 11-12-2025
✍️ Rialdi Pasaribu
Komentar
Posting Komentar