MARI DATANG MENYEMBAH DENGAN HATI YANG RENDAH π♂️π
π Mazmur 95:6 (TB) — “Masuklah, marilah kita sujud menyembah, berlutut di hadapan TUHAN yang menjadikan kita.”
Shalom, Saudara terkasih π€️ Kiranya firman Tuhan hari ini menarik hati kita untuk kembali datang menyembah Dia dengan sikap yang benar.
Saudaraku, ayat ini bukan sekadar ajakan beribadah, tetapi panggilan untuk merendahkan hati. Sujud dan berlutut melambangkan sikap hormat, tunduk, dan pengakuan bahwa Tuhan adalah Pencipta dan Pemilik hidup kita. Kita ada hari ini bukan karena kekuatan sendiri, melainkan karena Tuhan yang menjadikan dan memelihara kita. Sikap tubuh saat menghadap TUHAN sangatlah penting. Kita harus rendah hati ketika datang kepada TUHAN. Saya pun tertegur dengan ayat ini. Saat berdoa, saya lebih sering posisi duduk atau berdiri. Amat jarang sekali posisi saya sujud menyembah atau berlutut. Adakah di antara Saudara yang suka sujud dan berlutut di hadapan TUHAN? Jika ya, itu adalah sikap yang sangat dianjurkan oleh Alkitab. Kita harus belajar rendah hati dengan menerapkan sikap tubuh sujud dan berlutut di hadapan TUHAN. Kita mau menjadi orang yang rendah di hadapan-Nya.
Saudaraku, sering kali kita datang kepada Tuhan hanya saat butuh pertolongan. Namun firman ini mengingatkan bahwa menyembah Tuhan bukan hanya soal meminta, tetapi soal sikap hati yang mengakui siapa Tuhan dan siapa kita. Ketika kita merendahkan diri di hadapan Tuhan, kita sedang menempatkan Dia di posisi yang seharusnya—sebagai Raja atas hidup kita. Saat kita menyembah TUHAN dengan posisi dan sikap tubuh yang merendah, maka kita juga harus memiliki sikap hidup yang juga selaras, yaitu rendah hati. Dalam pikiran, perkataan maupun perbuatan kita, mari kita menjadi orang yang rendah hati. Orang yang rendah hati adalah orang yang suka melayani sesama, tidak egois dan rela berkorban. Bahkan Tuhan Yesus pun merendahkan diri-Nya dengan mengambil rupa sebagai hamba. Ia berlutut untuk membasuh kaki murid-murid-Nya. Ini adalah bentuk pelayanan yang sangat rendah hati.
Saudaraku, penyembahan sejati tidak dibatasi tempat dan waktu. Di rumah, di tempat kerja, bahkan di tengah kesibukan, kita bisa datang kepada Tuhan dengan hati yang menyembah. Saat kita bersujud dan berlutut di hadapan-Nya, Tuhan membentuk hati kita menjadi lembut, taat, dan peka terhadap kehendak-Nya. Ketika kita suka menyembah TUHAN dengan hati yang tulus dan bersih, maka kita akan semakin segambar dan serupa dengan Pribadi yang kita sembah. Jadi, menyembah TUHAN merupakan bentuk penghormatan kita kepada Allah, bentuk kasih kita kepada TUHAN dan deklarasi bahwa Allah adalah Raja dalam hidup kita. Di sisi lain, ada manfaat juga bagi diri kita, yaitu kita semakin segambar dan serupa dengan Tuhan Yesus. Sungguh, kita harus rajin dan suka menyembah TUHAN. Jangan hanya menghabiskan waktu dengan bermain HP atau menonton saja. Kita harus punya waktu berkualitas untuk memuji dan menyembah TUHAN.
✝️ Tiga Komitmen Hari Ini:
1⃣ Saya mau datang kepada Tuhan dengan hati yang rendah.
2⃣ Saya mau menyembah Tuhan bukan hanya dengan kata-kata, tetapi dengan hidup.
3⃣ Saya mau menempatkan Tuhan sebagai Raja atas seluruh hidup saya.
π Kutipan Hari Ini:
“Penyembahan sejati lahir dari hati yang tunduk kepada Tuhan.”
π️ 21-01-2026
✍️ Rialdi Pasaribu
Komentar
Posting Komentar