BERSERU SAAT HATI TERLUKA ππ
π Mazmur 123:3 (TB) — “Kasihanilah kami, ya TUHAN, kasihanilah kami, sebab kami sudah cukup kenyang dengan penghinaan;”
Shalom, Saudara terkasih πΏ Firman hari ini menggambarkan doa dari hati yang lelah dan terluka.
Saudaraku, ada masa di mana kita merasa sudah “cukup kenyang” dengan hinaan, penolakan, atau perlakuan tidak adil. Rasanya seperti terus-menerus diremehkan, disalahpahami, atau tidak dihargai. Pemazmur pun pernah berada di posisi itu. Saat sakit hati dan alami luka hati, jangan balas dendam atau menyimpan kepahitan, itu ga berguna. Itu hanya akan menambah beban hidup. Itu tidak akan menyelesaikan masalah. Kalau mau selesaikan masalah, maka kita harus serahkan kepada Tuhan, biar Tuhan yg lembutkan hati kita, pulihkan hati kita dan ajarkan kita untuk mengampuni sesama. Tuhan Yesus pun memberkati orang yg mengutuk diri-Nya, mengasihi orang yg membenci diri-Nya dan mengampuni orang yg menghukum diri-Nya. Kita harus belajar dari Tuhan Yesus..
Saudaraku, hal yang indah dari Pemazmur adalah responsnya: ia berseru kepada Tuhan. Bukan membalas dengan kebencian, bukan menyerah dalam keputusasaan, tetapi datang memohon belas kasihan Tuhan. Kita harus belajar mengadu kepada Tuhan. Banyak orang alami kegalauan dan kesesakan hidup namun tidak mengadu kepada Tuhan. Mereka malah bersandar pada kekuatannya sendiri atau bahkan curhat dengan orang yg sama-sama menyimpan sakit hati. Tentu itu tidak akan menyembuhkan luka, yg ada malah memperparah luka. Datang kepada Tuhan Yesus adalah satu-satunya jalan yg paling ampuh untuk memulihkan hati yg luka dan mengampuni orang yg jahat.
Saudaraku, ketika harga diri kita terluka, Tuhan adalah tempat pemulihan yang sejati. Dia melihat air mata yang tidak dilihat orang lain. Dia tahu isi hati yang tidak dipahami siapa pun. Dan belas kasihan-Nya selalu cukup untuk menguatkan kita kembali. Jangan biarkan penghinaan membuat hati kita pahit. Biarlah itu justru membawa kita semakin dekat kepada Tuhan, sumber penghiburan dan kekuatan. Biarkan kita mengalami kasih yg menyegarkan dan memulihkan dari Tuhan Yesus. Menyimpan sakit hati hanya akan menambah penyakit tetapi melepas pengampunan akan membawa sukacita dan menyegarkan tubuh kita. Sungguh indah apa yg Tuhan ajarkan bagi kita. Bukan membenci, melainkan mengasihi; bukan mendendam, melainkan mengampuni.
✝️ Tiga Komitmen Hari Ini:
1⃣ Saya mau membawa setiap luka hati kepada Tuhan.
2⃣ Saya tidak mau membalas hinaan dengan kebencian.
3⃣ Saya mau percaya bahwa belas kasihan Tuhan cukup memulihkan saya.
π Kutipan Hari Ini:
“Saat dunia merendahkan, Tuhan mengangkat dan memulihkan.”
π️ 17-02-2026
✍️ Rialdi Pasaribu
Komentar
Posting Komentar