HATI YANG MENGINGINKAN DAMAI 🤍🕊️

📖 Mazmur 120:7 (TB) — “Aku ini suka perdamaian, tetapi apabila aku berbicara, maka mereka menghendaki perang.”


Shalom, Saudara terkasih 🌿 Firman hari ini sangat relate dengan kehidupan kita.


Saudaraku, kadang kita sudah berusaha baik, bicara baik-baik, ingin menyelesaikan masalah dengan damai. Tapi respons yang kita terima justru sebaliknya — disalahpahami, ditentang, bahkan diserang. Pemazmur pun merasakan hal yang sama. Saya juga merasakannya ketika di kantor. Ketika ada orang sedang kesal atau jengkel dengan pekerjaannya, saya coba menenangkan orang itu dengan berkata, "Sabar ya, sabar... Kamu itu orangnya baik." Tetapi respons orang itu juga temennya yg sefrekuensi justru bertentangan. Mereka bilang, "Saya lagi ga bisa sabar..!" Lalu ada yg manas-manasin supaya dia tambah kesel dan nyuruh saya berhenti bilang sabar. Saya ingin agar ia alami kedamaian tetapi ia menghendaki perang. Hal ini akan kita alami ketika kita berani menyatakan kebenaran.


Saudaraku, ayat ini mengajarkan bahwa tidak semua orang memiliki hati yang sama dengan kita. Kita bisa memilih damai, tapi orang lain belum tentu siap untuk itu. Namun bagian kita tetap satu: menjaga hati tetap benar di hadapan Tuhan. Kita ini bagai domba di tengah serigala. Tidak mudah, sebab banyak orang yg mengancam keberadaan kita saat kita hendak menyatakan kedamaian dan kebenaran. Orang dunia ga suka damai. Mereka suka ribut, berseteru dan berkelahi. Iblis pun suka mencuri, merusak dan membinasakan. Kita harus sadar akan siasat Iblis dan berjaga-jaga terhadap serangan Iblis. Kita harus siap ketika disalahpahami dan tetap setia menyatakan kebenaran.


Saudaraku, Tuhan melihat niat dan sikap hati kita. Selama kita tetap memilih jalan damai, tetap berkata benar dengan kasih, dan tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, kita sedang berjalan sesuai kehendak-Nya. Damai bukan berarti lemah, tetapi bukti kedewasaan rohani. Tuhan ada di sisi orang benar. Sekalipun kita direndahkan oleh 20 orang namun asal Tuhan ada membela kita, amanlah diri ini. Kita harus menyerahkan segala kekuatiran, ketakutan dan konflik kita kepada Tuhan sebab Ia mau memelihara, menolong dan menopang kita. Yesus pun disalahpahami melulu. Dia sembuhkan orang buta tetapi banyak orang menyebut Yesus melanggar hari Sabat. Ia melakukan yg benar tetapi divonis tidak benar oleh orang Yahudi. Sungguh sulit... Namun Tuhan Yesus tetap lakukan yg benar meskipun disalahpahami. Jadi, mari kita terus melakukan yg benar meski dunia melawan kita.


✝️ Tiga Komitmen Hari Ini:

1⃣ Saya mau tetap memilih jalan damai, meski tidak selalu dihargai.

2⃣ Saya mau menjaga hati agar tidak pahit ketika disalahpahami.

3⃣ Saya mau menyerahkan setiap konflik ke dalam tangan Tuhan.


📌 Kutipan Hari Ini:

“Kita tidak bisa mengatur respons orang lain, tetapi kita bisa menjaga sikap hati kita.”


🗓️ 14-02-2026

✍️ Rialdi Pasaribu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JANGAN SUKA NIMBRUNG URUSAN ORANG LAIN

KEPEMIMPINAN YANG MEMBAWA BERKAT

Ga Gampang