HIDUP LEGA KARENA FIRMAN 📖🌿
📖 Mazmur 119:45 (TB) — “Aku hendak hidup dalam kelegaan, sebab aku mencari titah-titah-Mu.”
Shalom, Saudara terkasih 🌤️ Firman hari ini mengajarkan sesuatu yang mungkin terdengar terbalik bagi dunia.
Saudaraku, banyak orang berpikir hidup bebas itu berarti tidak ada aturan. Tapi pemazmur justru berkata ia hidup dalam kelegaan karena ia mencari dan hidup menurut firman Tuhan. Artinya, justru saat kita berjalan dalam kehendak Tuhan, hati kita menjadi tenang dan tidak terbebani. Banyak orang mencari kelegaan dari unsur lain, misalnya makan, liburan, karokean atau olahraga. Ya, hal itu memang bisa melegakan tetapi sifatnya sementara. Hal itu memang boleh kita lakukan, tetapi jangan jadikan cara utama untuk memperoleh kelegaan. Cara yang paling baik untuk beroleh kelegaan ialah datang kepada Tuhan Yesus yang sangat rendah hati dan lemah lembut. Ia mau menolong, menjamah dan menopang kita. Datanglah kepada TUHAN dan nikmati firman-Nya yang sungguh menyegarkan dan melegakan.
Saudaraku, hidup di luar kehendak Tuhan mungkin terlihat bebas, tapi sering kali penuh rasa takut, gelisah, dan tidak pasti. Sebaliknya, ketika kita mencari titah Tuhan—membaca, merenungkan, dan melakukannya—hidup kita punya arah yang jelas. Di situlah kelegaan yang sejati. Kita bersyukur karena ketaatan mendatangkan kelegaan. Tempat berteduh paling aman adalah Tuhan Yesus. Dia yang akan memberi kita perteduhan yang aman. Di luar TUHAN, hanya ada kegelisahan dan kekuatiran tetapi di dalam TUHAN, hidup kita aman dan selamat. Dalam tawaran dan cara dunia, apa yang indah saat ini akan berujung pada kebinasaan tetapi ketika kita taat kepada Tuhan, bisa jadi kita alami penderitaan dan kesengsaraan tetapi ujungnya kita menerima hidup yang kekal dan sukacita sorga.
Saudaraku, firman Tuhan bukan untuk membatasi kita, tetapi untuk melindungi dan menuntun kita supaya tidak tersesat. Saat kita hidup sesuai firman-Nya, kita berjalan di jalur yang aman dan diberkati. Kelegaan bukan bicara soal hidup nyaman dan berlimpah harta. Bukan itu… Kelegaan sejati justru datang dari hati yang dilingkupi oleh firman TUHAN. Petrus dan Yohanes pun alami banyak ancaman dan rintangan ketika beritakan Injil. Namun mereka tetap berani beritakan Injil, sebab dengan beritakan Injil, hati mereka lega. Justru ketika mereka diam dan berhenti beritakan Injil, hati mereka tidak lega meskipun resiko menderita jadi semakin berkurang. Sebaliknya, meskipun resiko menderita dan dianiaya meningkat, hati mereka lega ketika beritakan Injil. Penderitaan sementara ini tidak bisa menghentikan pekabaran Injil yang sanggup melegakan setiap roh orang yang masih hidup dalam kegelapan. Mari kita beroleh kelegaan dengan caranya TUHAN.
✝️ Tiga Komitmen Hari Ini:
1⃣ Saya mau rajin mencari dan membaca firman Tuhan.
2⃣ Saya mau taat melakukan apa yang Tuhan ajarkan.
3⃣ Saya mau percaya bahwa hidup dalam kehendak Tuhan membawa kelegaan sejati.
📌 Kutipan Hari Ini:
“Ketaatan pada firman Tuhan bukan membatasi, tetapi membebaskan.”
🗓️ 13-02-2026
✍️ Rialdi Pasaribu
Komentar
Posting Komentar