SAAT HATI REMUK, TUHAN TETAP PEDULI πŸŒΎπŸ’”

πŸ“– Mazmur 103:5 (TB) — “Hatiku hancur dan layu seperti rumput, sampai aku lupa makan roti.”


Shalom, Saudara terkasih 🌀️ Kiranya firman Tuhan hari ini menguatkan hati yang mungkin sedang lemah dan terluka.


Saudaraku, ayat ini menggambarkan kondisi batin yang sangat dalam dan menyakitkan. Hati yang hancur, jiwa yang layu, sampai kehilangan selera makan—ini bukan sekadar kelelahan fisik, tetapi kelelahan jiwa. Alkitab dengan jujur mencatat bahwa orang percaya pun bisa mengalami titik terendah dalam hidupnya. Tuhan tidak menutup-nutupi realitas penderitaan manusia. Kita harus berani terbuka di hadapan Tuhan, mengakui kelemahan dan kerentanan kita dalam hidup ini. Tuhan tidak pandang hina orang yg hancur hati, remuk dan patah. Ia justru melihat orang itu membawa korban sembelihan yg berkenan bagi Tuhan. Kejujuran hati yg remuk jauh lebih baik dari pada kepalsuan hati yg utuh.


Saudaraku, mungkin hari ini kita juga sedang berada di fase itu. Masalah datang bertubi-tubi, hati terasa kosong, dan semangat hidup menurun. Bahkan hal-hal sederhana pun terasa berat. Firman ini mengingatkan bahwa Tuhan memahami kondisi jiwa yang remuk. Ia tidak menuntut kita selalu kuat, tetapi mengundang kita datang apa adanya. Ia berkata, "Hai kamu yang letih lesu dan berbeban berat, mari datanglah kepada-Ku, sebab engkau akan menerima kelegaan." Ini adalah ajakan Sang Juruselamat yg memberi ketenangan dan kedamaian. Di dalam Tuhan, kita mendapat peristirahatan. Di dalam Tuhan, kita mendapat penghiburan. Masalah yg menumpuk dan berat diganti-Nya menjadi kelegaan.


Saudaraku, meskipun hati bisa hancur seperti rumput yang layu, Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Justru di saat kita paling lemah, kasih dan perhatian Tuhan paling nyata. Tuhan sanggup memulihkan jiwa yang remuk, menguatkan hati yang lemah, dan menghidupkan kembali pengharapan yang hampir padam. Datanglah kepada Tuhan dengan kejujuran, karena Dia dekat dengan orang yang patah hati. Perhatikan perempuan yg kedapatan berzinah. Banyak orang ingin melempari dia dengan batu. Ia sangat sedih dan hancur hati. Namun Tuhan Yesus tidak menghakimi dia. Bahkan satu per satu orang yg hendak merajam undur dari padanya. Tuhan Yesus mengasihi perempuan berdosa itu dan memberi pengampunan. Tuhan Yesus berkata, "Pergilah dan jangan berbuat dosa lagi." Ini adalah anugerah yg besar. Ia pergi tanpa dilukai tetapi disembuhkan, dipulihkan dan is mendapat kelegaan.


✝️ Tiga Komitmen Hari Ini:

1⃣ Saya mau jujur kepada Tuhan tentang kondisi hati saya.

2⃣ Saya mau datang kepada Tuhan saat jiwa saya lemah dan letih.

3⃣ Saya mau percaya bahwa Tuhan sanggup memulihkan hati yang hancur.


πŸ“Œ Kutipan Hari Ini:

“Hati boleh remuk, tetapi kasih Tuhan tidak pernah retak.”


πŸ—“️ 28-01-2026

✍️ Rialdi Pasaribu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JANGAN SUKA NIMBRUNG URUSAN ORANG LAIN

KEPEMIMPINAN YANG MEMBAWA BERKAT

Ga Gampang