SUKACITA DATANG KE RUMAH TUHAN ⛪✨
π Mazmur 122:1 (TB) — “Aku bersukacita, ketika dikatakan orang kepadaku: ‘Mari kita pergi ke rumah TUHAN.’”
Shalom, Saudara terkasih πΏ Firman hari ini berbicara tentang sukacita yang lahir dari kerinduan bersekutu dengan Tuhan.
Saudaraku, pemazmur tidak merasa terpaksa atau terbeban ketika diajak ke rumah Tuhan. Justru ia berkata, “Aku bersukacita.” Artinya, hadir dalam ibadah bukan kewajiban semata, tetapi kesempatan yang membawa kegembiraan dan penguatan rohani. Pergi ke rumah TUHAN merupakan sukacita besar bagi orang Kristen. Di rumah Tuhan, kita bisa memuji menyembah Tuhan, berdoa dan merenungkan firman Tuhan bersama. Kita bisa semakin bertumbuh dalam Tuhan ketika kita ada di rumah Tuhan. Jangan malas dan abai ketika kita diajak untuk pergi ke rumah TUHAN. Itu adalah undangan yg indah dan penting bagi kita. Mari pergi ke rumah TUHAN..
Saudaraku, di rumah Tuhan kita dikuatkan, diteguhkan, dan diingatkan kembali siapa sumber hidup kita. Di sana kita belajar merendahkan diri, menyembah, dan memperbarui hati. Sukacita itu bukan karena gedungnya, tetapi karena hadirat Tuhan yang kita rindukan. Sukacita itu bukan karena musiknya melainkan karena kita bisa menyembah Tuhan di dalam roh dan kebenaran. Sungguh, kita harus belajar menikmati sukacita sorga ketika berada di hadirat Allah. Kelak, ketika kita di sorga, maka kita akan membesarkan Tuhan senantiasa. Maka, kita pun harus sudah mulai membangun kesukaan memuji Tuhan sejak masih berada di dunia. Hiduplah di dunia dengan cara sorgawi, yaitu suka memuji dan menyembah Tuhan dengan sukacita.
Saudaraku, hati yang mengasihi Tuhan akan selalu rindu untuk datang kepada-Nya — baik dalam ibadah bersama maupun dalam doa pribadi. Semakin kita mengenal Tuhan, semakin besar sukacita kita saat berada di hadapan-Nya. Jadikan hadirat Tuhan sebagai kebutuhan utama dalam hidup kita. Bukan pasangan, anak, kerjaan, hobi atau handphone, melainkan hadirat Tuhan yg menjadi prioritas dalam hidup kita. Kita harus bisa mengurutkan mana yg paling penting sampai yang kurang penting. Jangan sampai yg kurang penting malah mendapat porsi waktu yg paling banyak. Kita harus melibatkan Tuhan di setiap waktu yg kita jalani sebab Dia adalah prioritas dalam kehidupan kita. Saat Tuhan sudah menjadi prioritas utama maka kita sudah bijaksana dalam menentukan arah hidup kita dan menjalaninya dengan baik. Kiranya Tuhan saja prioritas utama dalam hidup kita.
✝️ Tiga Komitmen Hari Ini:
1⃣ Saya mau memiliki kerinduan untuk bersekutu dengan Tuhan.
2⃣ Saya mau datang beribadah dengan hati yang bersukacita.
3⃣ Saya mau menjadikan hadirat Tuhan sebagai kebutuhan utama hidup saya.
π Kutipan Hari Ini:
“Sukacita sejati lahir dari hati yang rindu berada di hadirat Tuhan.”
π️ 16-02-2026
✍️ Rialdi Pasaribu
Komentar
Posting Komentar