TUHAN BERBICARA, TUGAS KITA TAAT ☁️π
π Mazmur 99:7 (TB) — “Dalam tiang awan Ia berbicara kepada mereka; mereka telah berpegang pada peringatan-peringatan-Nya dan ketetapan yang diberikan-Nya kepada mereka.”
Shalom, Saudara terkasih π€️ Kiranya firman Tuhan hari ini menajamkan kepekaan kita untuk mendengar suara-Nya dan hidup dalam ketaatan.
Saudaraku, ayat ini mengingatkan kita bahwa Tuhan adalah Allah yang mau berbicara kepada umat-Nya. Di masa lalu Tuhan berbicara melalui tiang awan, dan hari ini Tuhan tetap berbicara melalui firman-Nya, suara Roh Kudus, dan berbagai cara yang sering kali sederhana. Pertanyaannya bukan apakah Tuhan berbicara, tetapi apakah kita mau mendengar. Tiang awan saat itu melindungi bangsa Israel dari teriknya panas matahari di padang gurun. Setiap kali tiang awan itu bergerak, maka orang Israel pun harus turut bergerak. Kalau mereka tidak ikuti pergerakan tiang awan, maka mereka akan kepanasan, menderita dan sengsara. Tiang awan itu adalah Roh Kudus di zaman ini. Memang saat ini kita tidak lagi dipandu oleh tiang awan yang beneran tetapi kita punya Roh Kudus yang membimbing kita. Kita harus ikuti pergerakan Roh Kudus, arahan-Nya dan petunjuk-Nya yang menuntun kita pada kehidupan dan perjanjian kekal. Kalau kita tidak ikuti pergerakan Roh Kudus, maka pasti kita akan menderita, tersiksa dan tertinggal. Kita tidak akan masuk dalam perhentian di tanah Perjanjian.
Saudaraku, umat Tuhan dalam ayat ini bukan hanya mendengar, tetapi juga berpegang pada peringatan dan ketetapan Tuhan. Mendengar firman tanpa ketaatan tidak akan membawa perubahan. Tuhan rindu kita hidup sesuai dengan kehendak-Nya, menjadikan firman sebagai pedoman hidup, bukan sekadar bacaan rohani. Alkitab itu berisi kata-kata, cerita dan peristiwa. Namun, kalau kita membacanya dengan tuntunan Roh Kudus, maka kata-kata itu bisa menuntun kita untuk menjalani hidup dengan benar, matang dan unggul. Setiap cerita dan peristiwa dalam Alkitab ketika kita hayati dengan sungguh-sungguh, maka akan menuntun kita untuk makin segambar dan serupa dengan Kristus. Jadi, kita tidak boleh asal membaca. Saat hendak membaca firman TUHAN, berdoalah terlebih dahulu dan minta hikmat TUHAN untuk membimbing kita sehingga asupan firman yang kita terima akan mengarahkan kita untuk menjadi pelaku firman.
Saudaraku, ketaatan adalah bukti bahwa kita sungguh menghormati Tuhan. Saat kita memilih taat meskipun sulit, di situlah iman kita bertumbuh. Tuhan memberkati orang yang mau mendengar suara-Nya dan setia berpegang pada firman-Nya. Hidup yang taat akan membawa kita berjalan dalam perlindungan dan pimpinan Tuhan. Kita harus setia berjalan bersama dengan TUHAN meskipun sering kali kita harus lewati lembah kelam. Kita bisa lihat dan baca sendiri tentang kisah para nabi dan rasul. Mereka semua alami penderitaan oleh karena iman mereka dan kebenaran yang mereka pegang. Namun firman TUHAN berkata, “Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran sebab merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.” Ada janji yang manis dan memberi pengharapan bagi kita yang taat kepada TUHAN. Meski jalannya tidak mudah tetapi TUHAN berjanji bahwa Ia selalu menyertai. Kita harus yakin dan percaya bahwa TUHAN pasti menolong dan memberkati kita. TUHAN pasti menguatkan kita. Karena itu, mari serahkan hidup kita kepada TUHAN dan biarlah Ia berdaulat atas hidup kita.
✝️ Tiga Komitmen Hari Ini:
1⃣ Saya mau menyediakan hati untuk mendengar suara Tuhan.
2⃣ Saya mau berpegang pada firman Tuhan sebagai pedoman hidup.
3⃣ Saya mau taat kepada Tuhan meskipun tidak selalu mudah.
π Kutipan Hari Ini:
“Tuhan berbicara, dan berkat mengalir melalui ketaatan.”
π️ 25-01-2026
✍️ Rialdi Pasaribu
Komentar
Posting Komentar