TUHAN YANG MEMBERKATI, BUKAN MANUSIA π✨
π Mazmur 109:28 (TB) — “Biar mereka mengutuk, Engkau akan memberkati; biarlah lawan-lawanku mendapat malu, tetapi hamba-Mu ini kiranya bersukacita.”
Shalom, Saudara terkasih π€️ Kiranya firman Tuhan hari ini meneguhkan hati kita saat menghadapi perlakuan yang tidak adil.
Saudaraku, ayat ini memberi kekuatan besar bagi orang yang difitnah, direndahkan, atau disakiti. Manusia bisa mengutuk, merendahkan, dan menjatuhkan, tetapi berkat sejati hanya datang dari Tuhan. Selama Tuhan yang memberkati, perkataan dan tindakan manusia tidak akan menentukan masa depan kita. Kita tidak boleh didikte oleh apa kata orang. Jangan sampai kita mengikuti pengaruh dari perkataan buruk yg diucapkan orang lain. Kita harus punya prinsip bahwa hanya perkataan Allah saja yg benar dan agung. Allah senantiasa memberkati orang yg mengasihi Dia tetapi manusia seringkali mencari celah untuk menjatuhkan kita. Maka dari itu, kita harus terus berpegang pada kasih setia Tuhan yg indah pada waktunya.
Saudaraku, hidup benar tidak menjamin kita bebas dari serangan dan penolakan. Namun firman ini mengajarkan sikap hati yang benar: kita tidak perlu membalas kejahatan dengan kejahatan. Biarlah Tuhan sendiri yang bertindak. Ketika kita mempercayakan pembelaan kepada Tuhan, hati kita tetap bisa bersukacita meskipun situasi tidak menyenangkan. Suatu lirik lagu berkata, "Meskipun seribu lengan di depanku, takkan menjadikanku jatuh sebab tangan Tuhan yg bela. Tangan-Nya sanggup membuatku naik ke gunung, percayalah Tuhan yg bela.” Waw, lirik lagunya sungguh indah.. TUHAN tahu bahwa kita ini lemah dan kita ini hanyalah debu. Kita ini perlu pertolongan. Oleh karena itu, mari kita bergantung pada belas kasih TUHAN sehingga Ia hadir untuk membela kita.
Saudaraku, sukacita sejati lahir dari keyakinan bahwa Tuhan berpihak kepada kita. Saat orang lain mencoba menjatuhkan, Tuhan justru meninggikan. Saat orang lain mengutuk, Tuhan memberkati. Peganglah kebenaran ini dan tetaplah berjalan dalam kebenaran. Kita harus semangat selalu belajar dari teladan para rasul. Saat itu Petrus dan Yohanes pun diperlakukan tidak adil. Apa salahnya dengan memberitakan kabar baik dan Injil? Namun karena pemberitaan Injil itu, Petrus dan Yohanes ditangkap dan dipenjara. Ini perlakuan yang tidak adil dan tidak nyaman. Namun, mereka lebih memilih tunduk kepada Allah lalu menderita dari pada tunduk kepada manusia dan hidup aman. Mereka bersukacita meski menderita dan dibenci banyak orang oleh karena pemberitaan Injil. Ini hal yang sangat indah. TUHAN tahu bagaimana menghakimi orang jahat dan membela orang benar. Kelak dalam penghakiman suci, Allah pasti menghukum orang yang berlaku jahat dan memberikan penghiburan bagi orang yang benar dan setia.
✝️ Tiga Komitmen Hari Ini:
1⃣ Saya mau percaya bahwa Tuhanlah sumber berkat saya.
2⃣ Saya mau menyerahkan pembelaan hidup saya kepada Tuhan.
3⃣ Saya mau tetap bersukacita meskipun diperlakukan tidak adil.
π Kutipan Hari Ini:
“Ketika Tuhan memberkati, tidak ada kutuk yang bisa bertahan.”
π️ 03-02-2026
✍️ Rialdi Pasaribu
Komentar
Posting Komentar