TUHAN YANG MENGANGKAT DAN MEMULIakan 🌱⬆️

πŸ“– Mazmur 113:7 (TB) — “Ia menegakkan orang yang hina dari dalam debu dan mengangkat orang yang miskin dari lumpur,”


Shalom, Saudara terkasih 🌀️ Firman hari ini mengingatkan kita bahwa Tuhan adalah Allah yang melihat dan peduli, bahkan pada mereka yang dianggap rendah oleh dunia.


Saudaraku, dunia sering menilai manusia dari jabatan, harta, status, dan pencapaian. Tetapi Tuhan melihat hati dan ketergantungan seseorang kepada-Nya. Ayat ini menegaskan bahwa Tuhan sanggup mengangkat orang yang terhina, yang jatuh, yang diremehkan, bahkan yang merasa tidak berarti. Saat itu Daud pun seakan tidak dianggap penting dalam keluarganya. Ketika nabi Samuel datang hendak mengurapi salah seorang dari anak Isai, semua anak Isai ada di rumah, kecuali si bungsu, Daud. Yg lain nampak kuat, gagah dan tampan tetapi tidak seorang pun yg dipilih dan diurapi oleh Tuhan. Ternyata Daud yg bungsu itu, dialah yg dicari dan dipilih Tuhan, meskipun ia tidak dianggap penting oleh keluarganya sendiri. Kita bisa lihat bahwa sekalipun kita tidak dianggap penting oleh manusia tetapi Tuhan bisa pilih kita dan pakai kita menjadi orang yg membawa kemuliaan bagi nama Tuhan.


Saudaraku, “debu” dan “lumpur” melambangkan keadaan terendah, kondisi sulit, dan situasi yang seakan tidak punya harapan. Namun di sanalah tangan Tuhan bekerja. Tuhan tidak menunggu kita sempurna dulu untuk menolong; Ia justru bekerja saat kita lemah dan berserah. Kita harus belajar untuk rendah hati setiap saat di hadapan Tuhan. Kita ini hanya debu. Kita ini hanyalah ulat. Kita ini manusia yg telah jatuh dan dihisap oleh lumpur dosa. Keadaan kita sangat hina dan menyedihkan. Bersyukur karena Tuhan perhatikan kita. Tuhan angkat kita dari lubang jurang maut yg mengerikan itu. Ia memberi harapan dan sukacita besar nanti kita. Melalui anugerah-Nya, kita beroleh keselamatan dan hidup kekal. Ia menggantikan kita. Ia mengorbankan diri-Nya sebagai bentuk kasih-Nya bagi umat manusia. Sungguh mulia dan berharganya anugerah Tuhan.


Saudaraku, ayat ini juga mengajar kita untuk tidak merendahkan orang lain. Jika Tuhan saja mengangkat yang hina, siapa kita hingga merasa lebih tinggi? Hidup yang berkenan kepada Tuhan adalah hidup yang rendah hati, penuh syukur, dan mau dipakai Tuhan untuk menjadi alat-Nya mengangkat sesama. Kita harus mengikuti teladan Tuhan Yesus yg mau mengangkat mereka yg dianggap lemah dan hina. Bahkan ketika banyak orang hendak merajam perempuan berzinah, Tuhan Yesus justru tidak menghakimi perempuan itu tetapi mengampuni-Nya. Ia tidak mengganggap hina dan rendah perempuan berdosa itu tetapi Ia memandangnya dengan penuh kasih dan pengampunan. Maka kita pun harus mengasihi mereka yg dianggap hina dan buruk oleh masyarakat. Kita harus menaruh belas kasih sama seperti Kristus telah berbelas kasih kepada kita yg hina ini.


✝️ Tiga Komitmen Hari Ini:

1⃣ Saya mau tetap berharap kepada Tuhan dalam kondisi apa pun.

2⃣ Saya mau hidup rendah hati dan tidak meremehkan orang lain.

3⃣ Saya mau menjadi saluran berkat bagi mereka yang sedang jatuh dan lemah.


πŸ“Œ Kutipan Hari Ini:

“Tuhan sanggup mengangkat siapa pun yang berserah kepada-Nya.”


πŸ—“️ 07-02-2026

✍️ Rialdi Pasaribu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JANGAN SUKA NIMBRUNG URUSAN ORANG LAIN

KEPEMIMPINAN YANG MEMBAWA BERKAT

Ga Gampang