JANGAN KEHILANGAN BAHASA ROHANI 🗣️🔥

📖 Nehemia 13:23-24 (TB) — “Pada masa itu juga kulihat bahwa beberapa orang Yahudi memperisteri perempuan-perempuan Asdod, perempuan-perempuan Amon atau perempuan-perempuan Moab. Sebagian dari anak-anak mereka berbicara bahasa Asdod atau bahasa bangsa lain itu dan tidak tahu berbicara bahasa Yahudi.”


Shalom, Saudara terkasih 🌿 Firman hari ini menunjukkan bahwa kompromi rohani tidak hanya memengaruhi satu generasi, tetapi dapat berdampak pada generasi berikutnya.


Saudaraku, masalah yang ditemukan Nehemia bukan sekadar pernikahan campuran. Masalah yang lebih dalam adalah hilangnya identitas umat Tuhan pada generasi berikutnya. Anak-anak mereka tidak lagi menguasai bahasa Yahudi, bahasa yang digunakan untuk memahami Taurat, beribadah, dan mengenal warisan iman mereka. Akibatnya, mereka berisiko kehilangan hubungan dengan firman dan tujuan Allah bagi umat-Nya. Di era modern ini, kita juga diperhadapkan pada tantangan anak yg lebih suka nonton dan dengarkan handphone dari pada orang tuanya sendiri. Saat ini bahasa sopan santun mulai susut dan menghilang. Orang mulai cuek dengan tata krama. Mengapa? Anak tidak mendengarkan nasihat dan didikan orang tua  ini menjadi tantangan dan perhatian besar dalam hidup kita. Kita harus disiplin mengajar anak-anak mengenai bahasa kasih, bahasa rohani dan bahasa firman dalam kehidupan sehari-hari. Jangan biarkan kesenangan ini lewat begitu saja tetapi harus memicu semangat kita sebagai warga jemaat gereja.


Saudaraku, dalam terang rohani yang lebih dalam, bahasa melambangkan cara berpikir, nilai hidup, dan ekspresi kehidupan seseorang. Ketika anak-anak Israel kehilangan bahasa Yahudi, mereka sedang kehilangan sarana untuk menerima warisan rohani yang Tuhan berikan kepada umat-Nya. Ketika bahasa Yahudi mulai hilang dan terlupakan, maka orang Yahudi telah bercampur dan menikah dengan bangsa lain yg menambah ilah serta dewa asing. Tuhan tidak berkenan akan hal itu. Bagi-Nya, itu suatu kebodohan sekaligus kecemaran. Jangan sampai kita dijebak oleh godaan maut musuh. Kita boleh meninggalkan warisan budaya yg begitu penting, yaitu bahasa. Di sisi lain, bahasa yang paling penting ialah bahasa kasih. Ini yg harus kita pelihara senantiasa dalam kehidupan pribadi, rumah tangga, lingkungan kerja dan di mana pun kita berada. Jangan sampai kita menyimpang dan melupakan bahasa ini. Bahasa kasih adalah bahasa semua bangsa, suku dan budaya. Kita harus sungguh-sungguh hidup dalam kasih Kristus.


Saudaraku, hal lainnya dapat terjadi pada zaman sekarang. Seseorang mungkin masih hadir dalam kegiatan rohani, tetapi perlahan kehilangan "bahasa rohani". Ia semakin fasih berbicara tentang dunia, karier, hiburan, dan ambisi pribadi, tetapi semakin asing dengan firman Tuhan, doa, penyembahan, dan perkara-perkara rohani. Lidahnya masih aktif, tetapi hatinya tidak lagi akrab dengan bahasa Kerajaan Allah. Dalam pemahaman rohani yang lebih dalam, Tuhan menginginkan umat yang dapat berbicara bahasa hayat ilahi. Artinya, kehidupan kita dipenuhi oleh Kristus sehingga perkataan, pikiran, keputusan, dan nilai-nilai kita mencerminkan Dia. Ketika kita terlalu banyak dipengaruhi oleh sistem dunia, kita bisa kehilangan kemampuan untuk menikmati, memahami, dan mengungkapkan perkara-perkara rohani. Ayat ini juga menjadi pengingat bagi para orang tua dan pemimpin rohani. Warisan iman tidak diwariskan secara otomatis. Jika generasi berikutnya tidak diajar mengenal Tuhan, mereka mungkin akan mewarisi budaya keluarga, tetapi kehilangan kehidupan rohani yang seharusnya menjadi harta terbesar mereka. Hari ini, marilah kita bertanya kepada diri sendiri: Bahasa apa yang paling fasih saya gunakan setiap hari? Apakah hidup saya semakin akrab dengan bahasa firman Tuhan atau semakin dipenuhi bahasa dunia? Kiranya Tuhan menjaga hati kita agar tetap hidup dalam persekutuan dengan-Nya dan mampu mewariskan kehidupan rohani kepada generasi berikutnya.


✝️ Tiga Komitmen Hari Ini:

1️⃣ Saya mau menjaga kehidupan saya tetap berakar dalam firman Tuhan.

2️⃣ Saya mau mengisi pikiran dan hati saya dengan perkara-perkara yang berasal dari Tuhan.

3️⃣ Saya mau mewariskan nilai-nilai iman kepada generasi berikutnya.


📌 Kutipan Hari Ini:

“Generasi yang kehilangan bahasa rohani akan sulit memahami warisan rohani yang Tuhan sediakan bagi mereka.”


🗓️ 19-06-2026

✍️ Rialdi Pasaribu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JANGAN SUKA NIMBRUNG URUSAN ORANG LAIN

TIDAK TAKUT, TAPI KUAT, PENUH KASIH & BIJAK 🔥🕊️

KEPEMIMPINAN YANG MEMBAWA BERKAT