MENDUKUNG PEKERJAAN RUMAH TUHAN π️π₯
π Nehemia 10:32-33 (TB) — “Pula kami mewajibkan diri untuk memberi tiap tahun sepertiga syikal untuk ibadah di rumah Allah kami... serta segala pekerjaan di rumah Allah kami.”
Shalom, Saudara terkasih πΏ Firman hari ini menunjukkan bahwa kasih kepada Tuhan tidak hanya dinyatakan melalui perkataan, tetapi juga melalui dukungan nyata terhadap pekerjaan-Nya.
Saudaraku, setelah memperbarui perjanjian dengan Tuhan, bangsa Israel tidak hanya berjanji untuk menjauhi dosa. Mereka juga berkomitmen untuk mendukung pelayanan di rumah Allah. Mereka memahami bahwa ibadah, pelayanan, dan seluruh aktivitas di rumah Tuhan memerlukan partisipasi dan tanggung jawab bersama dari umat Tuhan. Orang yg mengasihi Tuhan akan turut ambil bagian dalam mendukung pekerjaan Tuhan juga berkontribusi secara dana, keuangan juga materi. Pemberian kita bisa dalam bentuk doa, tenaga, waktu, pikiran juga dana. Ya, pelayanan juga butuh dana. Kita harus belajar mengambil bagian dalam memberi. Di sinilah ketulusan hati kita diuji. Begitu banyak orang yg sayang dengan uangnya. Uang yg dimiliki lebih suka ditabung atau dibelikan baju, sepatu dan tas. Untuk persembahan ditunda dulu karena merasa tidak ada untungnya buat saya. Kiranya hal itu jauh dari hati kita. Berbagian dalam memberi dan mendukung persembahan merupakan wujud kasih nyata kepada Allah.
Saudaraku, dalam terang rohani yang lebih dalam, rumah Allah dalam Perjanjian Lama melambangkan tempat kediaman Tuhan di tengah umat-Nya. Hari ini, Tuhan tidak terutama tinggal dalam bangunan fisik, melainkan di dalam gereja sebagai Tubuh Kristus dan di dalam setiap orang percaya. Karena itu, pekerjaan rumah Tuhan berbicara tentang pekerjaan Allah di tengah umat-Nya untuk membangun kehidupan rohani dan memperluas kesaksian-Nya di bumi. Apakah kita sudah memberikan persembahan waktu untuk membaca firman Tuhan? Apakah kita sudah mempersembahkan waktu untuk memberitakan Injil? Ini juga penting bahkan lebih penting dari persembahan dana. Kita tidak boleh melewatkan persembahan yg melibatkan persekutuan dengan Tuhan dan kesaksian tentang Tuhan. Keduanya mesti ada. Tuhan suka kepada orang yg dekat dengan Dia, yg suka bersekutu dengan Tuhan.
Saudaraku, perhatikan bahwa mereka "mewajibkan diri". Mereka tidak memberi karena terpaksa oleh orang lain, tetapi karena sadar akan tanggung jawab mereka di hadapan Tuhan. Hati yang telah disentuh Tuhan akan memiliki kerinduan untuk mengambil bagian dalam apa yang menjadi kepentingan Tuhan. Sering kali kita senang menikmati berkat rohani, tetapi kurang memikirkan bagaimana kita dapat berkontribusi bagi pekerjaan Tuhan. Padahal setiap orang percaya dipanggil bukan hanya menjadi penerima, tetapi juga menjadi bagian dari pembangunan rumah Allah. Ada yang memberi waktu, tenaga, kemampuan, perhatian, doa, atau sumber daya yang Tuhan percayakan. Dalam pandangan rohani yang lebih dalam, Tuhan tidak terutama membutuhkan apa yang kita miliki; Tuhan menginginkan hati yang mengutamakan kepentingan-Nya. Ketika hati kita tertuju kepada Tuhan, kita akan bersukacita mengambil bagian dalam pekerjaan-Nya. Hari ini, mari bertanya kepada diri sendiri: Apakah saya hanya menikmati berkat Tuhan, ataukah saya juga turut mendukung pekerjaan Tuhan? Biarlah hidup kita menjadi saluran yang dipakai Tuhan untuk membangun umat-Nya dan memuliakan nama-Nya.
✝️ Tiga Komitmen Hari Ini:
1️⃣ Saya mau mengambil bagian dalam pekerjaan Tuhan.
2️⃣ Saya mau menggunakan apa yang Tuhan percayakan untuk kemuliaan-Nya.
3️⃣ Saya mau mengutamakan kepentingan Tuhan di atas kepentingan pribadi.
π Kutipan Hari Ini:
“Hati yang mengasihi Tuhan akan peduli pada apa yang menjadi kepentingan Tuhan.”
π️ 03-06-2026
✍️ Rialdi Pasaribu
Komentar
Posting Komentar