MENGHORMATI PRINSIP TUHAN DI ATAS KEUNTUNGAN 🌾πŸ”₯

πŸ“– Nehemia 10:31 (TB) — “Dan bilamana penduduk negeri membawa barang-barang dan berbagai-bagai gandum untuk dijual pada hari Sabat, kami tidak akan membelinya dari mereka pada hari Sabat atau pada hari yang kudus. Dan kami akan membiarkan begitu saja hasil tanah pada tahun yang ketujuh dan tidak akan menagih sesuatu hutang.”


Shalom, Saudara terkasih 🌿 Firman hari ini mengajarkan tentang ketaatan kepada Tuhan bahkan ketika ketaatan itu tampaknya membuat kita kehilangan keuntungan.


Saudaraku, bangsa Israel berkomitmen untuk tidak bertransaksi pada hari Sabat. Mereka rela melewatkan kesempatan bisnis demi menghormati ketetapan Tuhan. Secara manusia, mungkin ada keuntungan yang bisa diperoleh jika mereka tetap membeli dan menjual. Namun mereka belajar bahwa berkat Tuhan lebih berharga daripada keuntungan sesaat. Hal ini sangat menegur saya secara pribadi. Seringkali kita ingin bekerja setiap hari demi mendapatkan uang, padahal Tuhan mengajar kita mengkhususkan 1 hari untuk beristirahat dan menikmati persekutuan dengan Tuhan. 6 hari bekerja, 1 hari beristirahat. Kita harus percaya bahwa 1 hari istirahat merupakan berkat dari Tuhan. Berkat tidak selalu bicara tentang uang tetapi tentang kesehatan yang baik, mental yg tenang, hati yg damai dan pertumbuhan iman yg bagus.


Saudaraku, dalam terang rohani yang lebih dalam, Sabat bukan sekadar aturan tentang satu hari tertentu, melainkan prinsip bahwa Tuhan harus menjadi sumber dan pusat kehidupan manusia. Manusia cenderung mengandalkan usahanya sendiri, tetapi Sabat mengajarkan bahwa pemeliharaan sejati berasal dari Tuhan. Ketika kita berhenti dan percaya kepada-Nya, kita mengakui bahwa hidup kita tidak ditopang terutama oleh pekerjaan kita, melainkan oleh kasih karunia-Nya. Kita harus menjadikan Tuhan Yesus sebagai pusat utama yg mencukupkan segala keperluan. Memang kita perlu bekerja untuk dapat uang tetapi kita juga perlu bersekutu dengan Allah di hari Sabat. Maka jangan pernah relakan hari Sabat demi bekerja. Kita harus hargai hari Sabat, beribadah dan bersekutu dengan Tuhan di hari Minggu. Masa kerja tiap hari tanpa menikmati Sabat dengan keluarga? Kita harus bijaksana dalam mengelola waktu.


Saudaraku, ayat ini juga berbicara tentang tahun ketujuh, ketika hasil tanah dibiarkan dan hutang tidak ditagih. Prinsip ini mengajarkan kelepasan dari keserakahan dan kepercayaan kepada pemeliharaan Tuhan. Dunia mengajarkan untuk terus mengumpulkan, mempertahankan, dan mengejar lebih banyak. Namun Tuhan mengajarkan umat-Nya untuk belajar memberi, melepaskan, dan percaya. Sering kali ujian ketaatan muncul ketika firman Tuhan bertabrakan dengan keuntungan pribadi. Apakah kita tetap memilih jalan Tuhan ketika ada peluang untuk mendapatkan lebih banyak dengan cara yang tidak sesuai kehendak-Nya? Di sinilah kualitas iman kita diuji. Dalam pandangan rohani yang lebih dalam, Tuhan tidak terutama mencari orang yang pandai bekerja, tetapi orang yang belajar hidup dalam perhentian dan kepercayaan kepada-Nya. Ketika Kristus menjadi Sabat kita, hati kita tidak lagi diperbudak oleh kecemasan, ambisi, atau ketakutan akan kekurangan. Hari ini, marilah kita belajar menempatkan Tuhan di atas segala keuntungan duniawi. Apa yang kita lepaskan demi menaati Tuhan tidak pernah benar-benar hilang, karena Tuhan sendiri adalah upah yang terbesar bagi umat-Nya.


✝️ Tiga Komitmen Hari Ini:

1️⃣ Saya mau menghormati Tuhan lebih dari keuntungan pribadi.

2️⃣ Saya mau belajar percaya pada pemeliharaan Tuhan.

3️⃣ Saya mau hidup dalam perhentian dan ketaatan kepada Tuhan.


πŸ“Œ Kutipan Hari Ini:

“Orang yang percaya kepada Tuhan tidak hidup dikuasai oleh keuntungan, tetapi oleh ketaatan.”


πŸ—“️ 02-06-2026

✍️ Rialdi Pasaribu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JANGAN SUKA NIMBRUNG URUSAN ORANG LAIN

TIDAK TAKUT, TAPI KUAT, PENUH KASIH & BIJAK πŸ”₯πŸ•Š️

KEPEMIMPINAN YANG MEMBAWA BERKAT