RELA MENEMPATI TEMPAT YANG TUHAN TENTUKAN π️ππ₯
π Nehemia 11:1-2 (TB) — “Para pemimpin bangsa menetap di Yerusalem, sedang orang-orang lain membuang undi untuk menentukan satu dari sepuluh orang yang harus menetap di Yerusalem, kota yang kudus itu, sedang yang sembilan orang lagi tinggal di kota-kota yang lain. Orang-orang memuji setiap orang yang rela menetap di Yerusalem.”
Shalom, Saudara terkasih πΏ Firman hari ini mengajarkan tentang kerelaan untuk mengambil bagian dalam rencana Tuhan, bahkan ketika hal itu menuntut pengorbanan.
Saudaraku, setelah tembok Yerusalem selesai dibangun, kota itu masih membutuhkan penduduk yang mau tinggal di dalamnya. Tinggal di Yerusalem bukanlah pilihan yang paling nyaman. Kota itu baru dipulihkan, masih menghadapi ancaman musuh, dan membutuhkan banyak usaha untuk berkembang. Namun ada orang-orang yang rela menetap di sana demi kepentingan umat Tuhan. Yang saya ketahui, para pendeta pun harus siap ditempatkan di mana saja. Bahkan biasanya pendeta yg baru ditahbiskan ditempatkan di daerah yg sulit dan penuh tantangan, misalnya di Papua. Mereka lahir dan besar di kota tetapi harus melayani di tempat yg jauh, sulit dan berat. Namun, inilah panggilan Tuhan. Bukan tempat yg nyaman, melainkan tugas pelayanan. Banyak jiwa butuh berkat rohani. Banyak orang yg butuh dilayani. Kita harus bersedia melayani di tempat yg Tuhan tetapkan meski rasanya tidak nyaman dan tidak enak. Inilah praktik dari menyangkal diri, memikul salib dan mengikut Yesus.
Saudaraku, karena itulah Alkitab mencatat bahwa orang-orang memuji mereka yang rela tinggal di Yerusalem. Mereka tidak hanya memikirkan kenyamanan pribadi, tetapi bersedia mengambil bagian dalam pekerjaan Tuhan. Mereka memahami bahwa terkadang panggilan Tuhan membawa seseorang ke tempat yang membutuhkan pengorbanan, bukan sekadar kenyamanan. Pelayanan bukan soal untung rugi melainkan soal nama Tuhan dimuliakan. Saat Tuhan tempatkan kita, maka jaminan keselamatan kita ada di dalam Tuhan. Kita harus menaruh percaya kepada Tuhan yang sanggup memberi kecukupan, perlindungan dan kedamaian bagi kita. Meski ada ancaman dan tantangan, Tuhan sanggup memelihara kita dengan damai sejahtera yang melampaui segala akan dan pikiran. Di tengah kesulitan, pasti ada penghiburan dari Tuhan.
Saudaraku, dalam terang rohani yang lebih dalam, Yerusalem melambangkan tempat kehadiran, pemerintahan, dan kesaksian Tuhan di bumi. Tidak semua orang ingin berada di tempat di mana Tuhan sedang membangun sesuatu, karena tempat itu sering kali menuntut harga yang harus dibayar. Namun orang yang mengasihi Tuhan akan bersedia berada di mana Tuhan menghendakinya. Sering kali kita bertanya, "Apa yang paling nyaman bagi saya?" Padahal pertanyaan yang lebih penting adalah, "Di mana Tuhan ingin saya berada?" Kehendak Tuhan tidak selalu membawa kita ke tempat yang paling mudah, tetapi selalu membawa kita ke tempat yang paling tepat. Dalam pandangan rohani yang lebih dalam, Tuhan mencari orang-orang yang bersedia bekerja sama dengan-Nya untuk membangun rumah-Nya dan kesaksian-Nya di bumi. Orang seperti ini tidak hanya mencari berkat, tetapi juga bersedia memikul tanggung jawab dalam pekerjaan Tuhan. Hari ini, mari belajar memiliki hati yang rela. Jangan hanya mencari posisi yang nyaman, tetapi carilah tempat di mana Tuhan dapat memakai hidup kita bagi tujuan-Nya. Sebab sukacita terbesar bukanlah hidup nyaman, melainkan hidup di dalam kehendak Tuhan.
✝️ Tiga Komitmen Hari Ini:
1️⃣ Saya mau bersedia ditempatkan Tuhan di mana pun Dia kehendaki.
2️⃣ Saya tidak hanya mencari kenyamanan, tetapi juga tujuan Tuhan.
3️⃣ Saya mau mengambil bagian dalam pembangunan pekerjaan Tuhan.
π Kutipan Hari Ini:
“Orang yang dipakai Tuhan bukan selalu yang mencari tempat nyaman, tetapi yang rela berada di tempat yang Tuhan tentukan.”
π️ 06-06-2026
✍️ Rialdi Pasaribu
Komentar
Posting Komentar