Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2026

BERDIRI DI HADAPAN TUHAN HANYA KARENA ANUGERAH 🙏🔥

📖 Ezra 9:15 (TB) — “Ya TUHAN, Allah Israel, Engkau maha benar, sebab kami masih dibiarkan tinggal sebagai orang-orang yang terluput, seperti yang terjadi sekarang ini. Lihatlah, kami menghadap hadirat-Mu dengan kesalahan kami. Bahwasanya, dalam keadaan demikian tidak mungkin orang tahan berdiri di hadapan-Mu.” Shalom, Saudara terkasih 🌿 Ayat ini menjadi penutup doa Ezra.  Saudaraku, setelah mengakui dosa, mengingat kasih karunia Tuhan, dan menyadari bahwa Israel kembali melanggar perintah-Nya, Ezra akhirnya hanya dapat berkata bahwa Tuhan itu maha benar. Ia tidak membela Israel dan tidak menuntut Tuhan untuk memaklumi mereka. Ia datang dengan kesalahan mereka apa adanya. Ezra berkata, “Engkau maha benar.” Ini berarti ketika Tuhan berhadapan dengan dosa manusia, masalahnya bukan pada kebenaran Tuhan, tetapi pada keberdosaan manusia. Ezra tidak mencoba mengubah standar Tuhan supaya dosa mereka terlihat lebih ringan. Secara rohani, kita perlu belajar memiliki sikap yang sama. Ketika...

JANGAN MENGULANG KESALAHAN YANG SAMA 🙏🔥

📖 Ezra 9:14 (TB) — “masakan kami kembali melanggar perintah-Mu dan kawin-mengawin dengan bangsa-bangsa yang keji ini? Tidakkah Engkau akan murka kepada kami sampai kami habis binasa, sehingga tidak ada yang tinggal hidup atau terluput?” Shalom, Saudara terkasih 🌿 Ayat ini merupakan kelanjutan dari pengakuan Ezra setelah ia menyadari bahwa Tuhan sudah begitu banyak memberikan kasih karunia kepada Israel.  Saudaraku, bangsa Israel sudah mengalami akibat dari dosa nenek moyang mereka, tetapi Tuhan tidak menghukum mereka setimpal dengan kesalahan mereka. Namun sekarang, mereka kembali melakukan hal yang sebelumnya sudah Tuhan larang. Karena itu Ezra bertanya dengan hati yang gentar, “Masakan kami kembali melanggar perintah-Mu?” Kata “kembali” menjadi sangat penting. Ezra menyadari bahwa dosa yang sedang terjadi bukan sekadar kesalahan baru, tetapi pengulangan dari pola ketidaktaatan yang pernah membawa bangsa itu kepada kehancuran. Secara rohani, ini mengingatkan kita bahwa salah sat...

TUHAN TIDAK MENGHUKUM KITA SETIMPAL DENGAN DOSA KITA 🙏🔥

📖 Ezra 9:13 (TB) — “Sesudah semua yang kami alami oleh sebab perbuatan kami yang jahat, dan oleh sebab kesalahan kami yang besar, sedangkan Engkau, ya Allah kami, tidak menghukum setimpal dengan dosa kami, dan masih mengaruniakan kepada kami orang-orang yang terluput sebanyak ini,” Shalom, Saudara terkasih 🌿 Dalam ayat ini, Ezra kembali melihat perjalanan bangsa Israel dengan jujur.  Saudaraku, *_bangsa Israel telah mengalami berbagai akibat dari perbuatan mereka yang jahat, tetapi Ezra menyadari bahwa apa yang mereka terima sebenarnya belum sebanding dengan besarnya dosa mereka. Di tengah pengakuan tersebut, ia melihat satu hal yang sangat besar: Tuhan masih memberikan kasih karunia dan menyisakan orang-orang yang terluput.  Ezra berkata bahwa Tuhan “tidak menghukum setimpal dengan dosa kami.” Ini adalah kesadaran yang sangat dalam tentang belas kasihan Allah. Ezra tidak merasa bahwa Israel sudah cukup dihukum sehingga mereka berhak menuntut pemulihan. Sebaliknya, ia menyad...

MENJAGA IDENTITAS DI TENGAH HUBUNGAN DAN PENGARUH 🙏🔥

📖 Ezra 9:12 (TB) — “Jadi sekarang janganlah kamu memberikan anak-anak perempuanmu kepada anak lelaki mereka, ataupun mengambil anak-anak perempuan mereka untuk anak-anak lelakimu. Janganlah kamu mengikhtiarkan kesejahteraan dan kebahagiaan mereka untuk selama-lamanya, supaya kamu menjadi kuat, mengecap hasil tanah yang baik, dan mewariskan tanah itu kepada anak-anakmu untuk selama-lamanya.” Shalom, Saudara terkasih 🌿 Dalam ayat ini, Ezra kembali mengingat perintah Tuhan kepada Israel untuk tidak melakukan perkawinan dengan bangsa-bangsa yang hidup dalam kecemaran dan penyembahan berhala.  Saudaraku, larangan ini bukan sekadar persoalan perbedaan suku atau bangsa, tetapi berkaitan dengan menjaga kesetiaan umat Tuhan agar tidak terseret kepada kehidupan yang bertentangan dengan kehendak-Nya. Tuhan meminta Israel untuk tidak memberikan anak-anak mereka dan tidak mengambil anak-anak dari bangsa tersebut sebagai pasangan. Pada zaman itu, pernikahan bukan hanya menyatukan dua individu,...

JANGAN MENGABAIKAN PERINGATAN TUHAN 🙏🔥

📖 Ezra 9:11 (TB) — “yang Kauperintahkan dengan perantaraan hamba-hamba-Mu, para nabi itu, dengan berfirman: Negeri yang kamu masuki untuk diduduki adalah negeri yang cemar oleh karena kecemaran penduduk negeri, yakni oleh karena kekejian yang mereka lakukan dengan segala kenajisan mereka di segenap negeri itu dari ujung ke ujung.” Shalom, Saudara terkasih 🌿 Dalam ayat ini, Ezra mengingat kembali perintah Tuhan yang sudah diberikan sejak dahulu melalui para nabi.  Saudaraku, Tuhan sudah memperingatkan Israel tentang keadaan negeri yang mereka masuki dan tentang kecemaran penduduknya. Jadi, persoalan yang sedang terjadi pada zaman Ezra bukanlah sesuatu yang belum pernah Tuhan jelaskan. Mereka sebenarnya sudah mengetahui kehendak Tuhan. Ezra mengingat bahwa Tuhan telah berbicara melalui “hamba-hamba-Mu, para nabi itu.” Ini menunjukkan bahwa Tuhan tidak membiarkan umat-Nya berjalan tanpa peringatan. Sebelum manusia jatuh terlalu jauh, Tuhan sering kali sudah memberikan firman, tegura...

KETIKA KITA TIDAK LAGI MEMILIKI ALASAN DI HADAPAN TUHAN 🙏🔥

📖 Ezra 9:10 (TB) — “Tetapi sekarang, ya Allah kami, apa yang akan kami katakan sesudah semuanya itu? Karena kami telah meninggalkan perintah-Mu,” Shalom, Saudara terkasih 🌿 Setelah mengingat begitu banyak kasih karunia dan pertolongan Tuhan, Ezra kembali kepada kenyataan yang menyakitkan: bangsa itu tetap meninggalkan perintah Tuhan.  Saudaraku, bangsa Israel sudah mengalami belas kasihan, pemulihan, dan kesempatan untuk membangun kembali, tetapi mereka masih jatuh ke dalam ketidaktaatan. Karena itu Ezra bertanya, “apa yang akan kami katakan sesudah semuanya itu?” pertanyaan Ezra menunjukkan hati yang sadar bahwa tidak ada lagi alasan yang dapat digunakan untuk membenarkan diri. Mereka sudah menerima kasih karunia Tuhan, tetapi justru kembali meninggalkan perintah-Nya. Secara rohani, ini mengingatkan kita bahwa semakin banyak kasih karunia yang kita terima, semakin besar pula tanggung jawab kita untuk hidup dalam ketaatan. Jangan sampai berkat Tuhan justru membuat kita merasa beb...

TUHAN TIDAK MENINGGALKAN KITA DI TENGAH PERBUDAKAN 🙏🔥

📖 Ezra 9:9 (TB) — “Karena sungguhpun kami menjadi budak, tetapi di dalam perbudakan itu kami tidak ditinggalkan Allah kami. Ia membuat kami disayangi oleh raja-raja negeri Persia, sehingga kami mendapat kelegaan untuk membangun rumah Allah kami dan menegakkan kembali reruntuhannya, dan diberi tembok pelindung di Yehuda dan di Yerusalem.” Shalom, Saudara terkasih 🌿 Ayat ini memperlihatkan bagaimana Ezra melihat keadaan Israel setelah pembuangan.  Saudaraku, bangsa Israel memang masih berada dalam posisi sebagai budak dan belum sepenuhnya bebas, tetapi Ezra menyadari satu hal yang jauh lebih penting: Allah tidak meninggalkan mereka. Bahkan di dalam keadaan yang terbatas itu, Tuhan membuka jalan melalui raja-raja Persia sehingga mereka mendapatkan kesempatan untuk membangun kembali rumah Allah dan memulihkan kehidupan mereka. Kalimat “di dalam perbudakan itu kami tidak ditinggalkan Allah kami” menunjukkan bahwa kehadiran Tuhan tidak selalu berarti kita bebas dari masalah. Israel mas...

MENYADARI KASIH KARUNIA DI TENGAH KETERBATASAN 🙏🔥

📖 Ezra 9:8 (TB) — “Dan sekarang, baru saja kami alami kasih karunia dari pada TUHAN, Allah kami yang meninggalkan pada kami orang-orang yang terluput, dan memberi kami tempat menetap di tempat-Nya yang kudus, sehingga Allah kami membuat mata kami bercahaya dan memberi kami sedikit kelegaan di dalam perbudakan kami.” Shalom, Saudara terkasih 🌿 Ayat ini menunjukkan perubahan nada dalam doa Ezra.  Saudaraku, setelah mengakui besarnya dosa dan beratnya konsekuensi yang mereka alami, Ezra sekarang mengingat kembali kasih karunia Tuhan. Di tengah keadaan mereka yang masih jauh dari sempurna, Tuhan tetap menyisakan orang-orang yang terluput, memberikan tempat untuk menetap, dan memberikan sedikit kelegaan kepada umat-Nya. Ezra berkata, “baru saja kami alami kasih karunia.” Ini menunjukkan bahwa keberadaan mereka setelah masa pembuangan bukanlah sesuatu yang pantas mereka terima karena kebaikan mereka sendiri. Mereka masih berdiri karena Tuhan berbelas kasih. Secara rohani, kita juga per...

MENYADARI DAMPAK DOSA DAN BELAJAR MERENDAHKAN DIRI 🙏🔥

📖 Ezra 9:7 (TB) — “Dari zaman nenek moyang kami sampai hari ini kesalahan kami besar, dan oleh karena dosa kami maka kami sekalian dengan raja-raja dan imam-imam kami diserahkan ke dalam tangan raja-raja negeri, ke dalam kuasa pedang, ke dalam penawanan dan penjarahan, dan penghinaan di depan umum, seperti yang terjadi sekarang ini.” Shalom, Saudara terkasih 🌿 Ayat ini melanjutkan pengakuan Ezra di hadapan Tuhan.  Saudaraku, Ezra tidak hanya melihat dosa yang sedang terjadi pada zamannya, tetapi melihat perjalanan panjang bangsa Israel dan mengakui bahwa sejak zaman nenek moyang mereka, mereka telah berulang kali melakukan kesalahan di hadapan Tuhan. Ia juga menyadari bahwa penderitaan yang mereka alami tidak dapat dilepaskan dari sejarah ketidaktaatan mereka kepada Allah. Ezra berkata bahwa “kesalahan kami besar”. Ia tidak berusaha mengecilkan dosa bangsa itu atau mencari alasan untuk membenarkan diri. Bahkan ia menggunakan kata “kami”, meskipun tidak semua orang secara pribadi ...

DATANG KEPADA TUHAN DENGAN KESADARAN AKAN DOSA 🙏🔥

📖 Ezra 9:6 (TB) — “dan kataku: ‘Ya Allahku, aku malu dan mendapat cela, sehingga tidak berani menengadahkan mukaku kepada-Mu, ya Allahku, karena dosa kami telah menumpuk mengatasi kepala kami dan kesalahan kami telah membubung ke langit.” Shalom, Saudara terkasih 🌿 Ayat ini merupakan awal doa pengakuan Ezra kepada Tuhan.  Saudaraku, setelah berlutut dan menadahkan tangannya, Ezra mulai berbicara kepada Allah dengan mengakui keadaan umat Israel. Ia merasa malu dan tidak berani menengadahkan wajahnya kepada Tuhan karena menyadari betapa besar dosa dan kesalahan mereka. Perhatikan bagaimana Ezra berkata “aku malu” dan “dosa kami”. Walaupun bukan dia yang dilaporkan melakukan pelanggaran, Ezra tidak mengambil jarak dari umat Tuhan. Ia berdiri bersama bangsanya dan membawa dosa mereka di hadapan Allah. Secara rohani, ini menunjukkan hati seorang yang tidak merasa dirinya lebih suci ketika melihat kejatuhan orang lain. Ada kerendahan hati untuk berkata, “Tuhan, kami membutuhkan belas k...

BANGKIT DARI DUKACITA DAN DATANG KEPADA TUHAN 🙏🔥

📖 Ezra 9:5 (TB) — “Pada waktu korban petang bangkitlah aku dan berhenti menyiksa diriku, lalu aku berlutut dengan pakaianku dan jubahku yang koyak-koyak sambil menadahkan tanganku kepada TUHAN, Allahku,” Shalom, Saudara terkasih 🌿 Ayat ini menggambarkan Ezra yang bangkit pada waktu korban petang setelah sebelumnya duduk dalam keadaan sangat berduka. Ia berhenti menyiksa dirinya, lalu berlutut dengan pakaian dan jubah yang koyak-koyak sambil menadahkan tangannya kepada TUHAN, Allahnya. Saudaraku, Ezra tidak terus-menerus tenggelam dalam kesedihan. Setelah merasakan beban yang begitu berat karena dosa umat, ia bangkit dan mengarahkan dirinya kepada Tuhan. “Berhenti menyiksa diriku” menunjukkan bahwa dukacita atas dosa tidak dimaksudkan untuk membuat seseorang terus menghukum dirinya sendiri. Secara rohani, kita perlu sungguh-sungguh menyadari seriusnya dosa, tetapi jangan berhenti pada rasa bersalah. Datanglah kepada Tuhan, sebab hanya Dia yang sanggup memberikan pengampunan, pemulihan...

BERDIAM DALAM DUKACITA DAN TAKUT AKAN TUHAN 🙏🔥

📖 Ezra 9:4 (TB) — “Aku terus saja duduk begitu sampai waktu persembahan kurban sore. Kemudian datanglah orang-orang mengelilingi aku. Mereka ketakutan mengingat ancaman Allah Israel terhadap dosa orang-orang yang telah kembali dari pembuangan itu.” Shalom, Saudara terkasih 🌿 Ayat ini menggambarkan Ezra yang tetap duduk dalam keadaan berduka sampai waktu persembahan korban sore. Melihat keadaan Ezra, orang-orang yang takut akan Tuhan kemudian berkumpul mengelilinginya karena mereka menyadari seriusnya dosa umat Israel. Saudaraku, Ezra tidak langsung melakukan tindakan setelah mendengar laporan tersebut. Ia tetap duduk dalam dukacita sampai waktu persembahan korban sore. Dalam konteksnya, ini menunjukkan betapa dalamnya beban yang ia rasakan atas ketidaksetiaan umat. Secara rohani, ada saat ketika kita perlu berhenti sejenak, berdiam di hadapan Tuhan, dan membiarkan hati kita sungguh-sungguh menyadari keseriusan dosa sebelum mengambil tindakan. Kita perlu merenung betapa bahayanya dosa...

HATI YANG HANCUR KETIKA MENYADARI DOSA 🙏🔥

📖 Ezra 9:3 (TB) — “Ketika aku mendengar perkataan itu, maka aku mengoyakkan pakaianku dan jubahku dan aku mencabut rambut kepalaku dan janggutku dan duduklah aku tertegun.” Shalom, Saudara terkasih 🌿 Ayat ini menggambarkan respons Ezra ketika mendengar laporan tentang ketidaksetiaan umat Israel.  Saudaraku, Ezra sangat terpukul sampai mengoyakkan pakaian dan jubahnya, mencabut rambut kepala dan janggutnya, lalu duduk dalam keadaan tertegun. Tindakan mengoyakkan pakaian dan mencabut rambut merupakan ungkapan duka dan kesedihan yang sangat mendalam dalam konteks budaya saat itu. Ezra tidak mendengar berita tersebut sebagai informasi biasa. Ia memahami bahwa yang terjadi menyangkut hubungan umat dengan Tuhan. Responsnya menunjukkan betapa seriusnya ia memandang dosa dan ketidaksetiaan umat. Kita tidak boleh bersikap biasa aja ketika mendengar suatu dosa terjadi dalam umat Tuhan. Ini adalah hal yg sangat serius. Jangan juga bersifat masa bodo, emang gue pikiran dan sejenisnya. Kita h...

MENJAGA KEKUDUSAN DI TENGAH KOMPROMI 🙏🔥

📖 Ezra 9:2 (TB) — “Karena mereka telah mengambil isteri dari antara anak perempuan orang-orang itu untuk diri sendiri dan untuk anak-anak mereka, sehingga bercampurlah benih yang kudus dengan penduduk negeri, bahkan para pemuka dan penguasa-lah yang lebih dahulu melakukan perbuatan tidak setia itu.” Shalom, Saudara terkasih 🌿 Mari terus bertumbuh di dalam Tuhan ya.. Saudaraku, ayat ini menjelaskan lebih jauh masalah yang dilaporkan kepada Ezra. Orang Israel telah mengambil istri dari bangsa-bangsa penduduk negeri, bahkan hal tersebut dilakukan juga oleh para pemuka dan penguasa. Akibatnya, terjadi percampuran antara umat yang disebut sebagai “benih yang kudus” dengan bangsa-bangsa yang hidup dalam praktik yang bertentangan dengan kehendak Tuhan. Kalau zaman now, ini disebut perkawinan beda agama. Apakah di Indonesia diizinkan? Sebenernya nda boleh... Dalam aturan negara aja ga dianjurkan, apalagi di dalam kekristenan. Kita juga ga boleh kawin dengan yg berbeda keyakinan. Kita harus c...

JANGAN KEHILANGAN IDENTITAS DI TENGAH LINGKUNGAN 🙏🔥

📖 Ezra 9:1 (TB) — “Sesudah semuanya itu terlaksana datanglah para pemuka mendekati aku dan berkata: ‘Orang-orang Israel awam, para imam dan orang-orang Lewi tidak memisahkan diri dari penduduk negeri dengan segala kekejiannya, yakni dari orang Kanaan, orang Het, orang Feris, orang Yebus, orang Amon, orang Moab, orang Mesir dan orang Amori.” Shalom, Saudara terkasih 🌿 Mari kita terus hidup di dalam kasih dan kebaikan Tuhan. Saudaraku, setelah perjalanan Ezra dan rombongan tiba di Yerusalem serta berbagai tugas mereka terlaksana, muncul persoalan serius di tengah umat. Para pemuka datang kepada Ezra dan melaporkan bahwa orang Israel, termasuk para imam dan orang Lewi, tidak memisahkan diri dari penduduk negeri yang melakukan praktik-praktik yang bertentangan dengan kehendak Tuhan. Ini merupakan bahaya karena pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik. Banyak orang terjerembab dalam kecemaran karena ada di tengah-tengah orang fasik. Maka kita harus selektif dalam hal bergaul. B...

TUHAN MEMBUKA JALAN MELALUI KEWENANGAN YANG DIBERIKAN-NYA 🙏🔥

📖 Ezra 8:36 (TB) — “Mereka menyampaikan juga surat perintah raja kepada wakil-wakil raja dan bupati-bupati daerah sebelah barat sungai Efrat, dan orang-orang itu memberi sokongan kepada bangsa kita dan kepada rumah Allah.”  Shalom, Saudara terkasih 🌿 Ayat ini berbicara tentang rombongan Ezra yang menyampaikan surat perintah raja kepada para wakil dan bupati di wilayah sebelah barat Sungai Efrat.  Saudaraku, dalam konteksnya, Ezra dan rombongannya telah tiba di Yerusalem setelah perjalanan dari Babel. Mereka membawa surat keputusan raja yang sebelumnya diberikan untuk mendukung perjalanan dan pekerjaan mereka. Surat tersebut kemudian disampaikan kepada para pejabat pemerintahan di wilayah yang bersangkutan. Kita harus ambil bagian untuk berkolaborasi dengan beberapa orang dalam mendukung pekerjaan TUHAN. Kita tidak bisa bergerak sendiri, kita perlu bantuan pihak lain. Kita harus bergotong royong, saling menguatkan, saling mendukung dan saling menopang. Gereja pun sering menda...

MEMPERSEMBAHKAN YANG TERBAIK SETELAH MENGALAMI PERTOLONGAN TUHAN 🙏🔥

📖 Ezra 8:35 (TB) — “Pada waktu itu juga orang-orang yang telah kembali dari penawanan, yakni mereka yang pulang dari pembuangan, mempersembahkan sebagai korban bakaran kepada Allah Israel: lembu jantan dua belas ekor untuk seluruh Israel, domba jantan sembilan puluh enam ekor, anak domba tujuh puluh tujuh ekor, kambing jantan sebagai korban penghapus dosa dua belas ekor, semuanya itu sebagai korban bakaran bagi TUHAN.” Shalom, Saudara terkasih 🌿 Ayat ini berbicara tentang umat Israel yang baru kembali dari pembuangan dan kemudian mempersembahkan korban bakaran kepada Allah Israel.  Saudaraku, konteksnya terjadi setelah perjalanan Ezra dan rombongan dari Babel menuju Yerusalem. Mereka telah mengalami perlindungan Tuhan sepanjang perjalanan dan berhasil tiba dengan selamat. Setelah sampai, mereka tidak langsung berfokus pada diri sendiri, tetapi datang kepada Tuhan dengan membawa korban persembahan. Sungguh ini yg perlu kita berikan sebagai respons terima kasih kita kepada Tuhan. S...

SETIAP KEPERCAYAAN HARUS DIPERTANGGUNGJAWABKAN 🙏🔥

📖 Ezra 8:33 (TB) — “Maka pada hari yang keempat ditimbanglah perak dan emas dan perlengkapan-perlengkapan itu di dalam rumah Allah kami di bawah pengawasan imam Meremot bin Uria, yang didampingi oleh Eleazar bin Pinehas, dan mereka dibantu oleh Yozabad bin Yesua dan Noaja bin Binui, orang-orang Lewi.” Shalom, Saudara terkasih 🌿 Ayat ini berbicara tentang proses penyerahan dan pemeriksaan kembali perak, emas, serta perlengkapan yang telah dibawa dari Babel.  Saudaraku, perhatikan bahwa perjalanan mereka dari Babel akhirnya sampai pada tahap pertanggungjawaban. Barang-barang yang sebelumnya telah ditimbang sebelum keberangkatan kini kembali ditimbang setelah tiba di Yerusalem. Ada pemeriksaan yang jelas untuk memastikan bahwa apa yang dipercayakan tetap terjaga selama perjalanan. Secara rohani, ini mengingatkan kita bahwa kesetiaan tidak hanya dinilai dari bagaimana kita menerima sebuah kepercayaan, tetapi juga bagaimana kita mengembalikannya. Saya jadi ingat tentang perumpamaan ta...

BERANGKAT DENGAN IMAN DI BAWAH PERLINDUNGAN TUHAN 🙏🔥

📖 Ezra 8:31 (TB) — “Kemudian berangkatlah kami dari sungai Ahawa pergi ke Yerusalem pada tanggal dua belas bulan pertama untuk berjalan ke Yerusalem, dan tangan Allah kami melindungi kami dan menghindarkan kami dari tangan musuh dan penyamun.” Shalom, Saudara terkasih 🌿 Ayat ini berbicara tentang keberangkatan Ezra dan rombongannya dari sungai Ahawa menuju Yerusalem. Saudaraku, perjalanan mereka bukanlah perjalanan yang tanpa risiko. Mereka membawa banyak orang, keluarga, serta perak, emas, dan perlengkapan untuk rumah Allah. Sebelumnya Ezra telah mengajak mereka merendahkan diri dan memohon jalan yang aman kepada Tuhan. Setelah itu, mereka tidak hanya berhenti pada doa, tetapi benar-benar berangkat. Secara rohani, kita belajar bahwa iman tidak hanya berbicara tentang percaya, tetapi juga keberanian untuk melangkah setelah menyerahkan perjalanan kepada Tuhan. Berani bukanlah perkara yang mudah. Berani itu bukan hilangnya rasa takut melainkan berserah dan mengandalkan TUHAN sepenuhnya...

SETIA MENERUSKAN APA YANG TELAH DIPERCAYAKAN 🙏🔥

  📖 Ezra 8:30 (TB) — “Lalu para imam dan orang-orang Lewi menerima perak dan emas dan perlengkapan-perlengkapan yang telah ditimbang itu untuk dibawa ke Yerusalem, ke rumah Allah kami.” Shalom, Saudara terkasih 🌿 Firman hari ini berbicara tentang penyerahan tanggung jawab.  Saudaraku, dalam konteks perjalanan tersebut, Ezra sebelumnya telah memberikan berbagai persembahan kepada orang-orang yang ditugaskan membawanya. Setelah semuanya ditimbang, kini para imam dan orang Lewi menerima tanggung jawab untuk membawa harta dan perlengkapan itu sampai ke Yerusalem. Ada proses yang jelas: dipercayakan, dihitung, diterima, kemudian dibawa ke tujuan yang telah ditentukan. Secara rohani, hal ini mengingatkan kita bahwa setiap kepercayaan dari Tuhan memiliki tujuan dan perlu diteruskan dengan kesetiaan. Kita boleh berbagian dalam perbuatan baik tetapi tidak boleh berhenti. Proses yg benar dari awal sampai akhir harus terus ada. Kita harus belajar untuk setia terhadap setiap perjalanan ...

MENJAGA APA YANG TUHAN PERCAYAKAN 🙏🔥

  📖 Ezra 8:29 (TB) — “Rawatlah dan jagalah itu sampai kamu dapat menimbangnya di depan para pemuka imam serta orang-orang Lewi dan para pemimpin kaum keluarga orang Israel di Yerusalem, di dalam bilik-bilik rumah TUHAN.” Shalom, Saudara terkasih 🌿 Firman hari ini berbicara tentang tanggung jawab untuk merawat dan menjaga sesuatu yang telah dipercayakan kepada kita.  Saudaraku, Ezra tidak hanya memberikan tugas untuk membawa persembahan, tetapi juga memerintahkan mereka untuk merawat dan menjaganya. Ini menunjukkan bahwa sesuatu yang dipercayakan kepada kita harus dipelihara dengan sungguh-sungguh sampai tugas tersebut selesai. Secara rohani, kehidupan kita juga merupakan sesuatu yang Tuhan percayakan. Talenta, waktu, keluarga, pekerjaan, pelayanan, bahkan kesempatan yang kita miliki perlu dirawat, bukan hanya digunakan. Kesetiaan bukan sekadar menerima kepercayaan, tetapi menjaga kepercayaan tersebut sampai akhir. Sekali kita berbohong, maka kepercayaan akan sulit dibangun. ...

KUDUS BAGI TUHAN, KUDUS PULA YANG DIPERCAYAKAN 🙏🔥

📖 Ezra 8:28 (TB) — “Dan aku berkata kepada mereka: ‘Kamu kudus bagi TUHAN, dan perlengkapan-perlengkapan ini pun kudus, dan perak dan emas ini adalah persembahan sukarela kepada TUHAN, Allah nenek moyangmu.’” Shalom, Saudara terkasih 🌿 Ayat ini membicarakan tentang Ezra yang mengingatkan para imam dan orang-orang Lewi bahwa mereka adalah orang-orang yang kudus bagi Tuhan.  Saudaraku, dalam konteks perjalanan menuju Yerusalem, Ezra sedang mempersiapkan orang-orang yang akan membawa berbagai persembahan dan perlengkapan untuk rumah Allah. Karena itu, ia mengingatkan mereka mengenai status dan tanggung jawab mereka sebagai orang-orang yang kudus bagi Tuhan. Dalam melakukan pekerjaan TUHAN dan pelayanan, kita harus memiliki kemurnian hati. Allah kita kudus dan Ia telah menguduskan ktia dengan darah-Nya yang mahal. Maka kita perlu hidup dalam kekudusan. Manusia telah jatuh ke dalam dosa namun darah-Nya telah menyucikan kita dari segala kejahatan. Kini kekudusan berarti kita hidup di d...

MENJADI PENATALAYAN YANG DAPAT DIPERCAYA 🙏🔥

📖 Ezra 8:25 (TB) — “Aku menimbang bagi mereka perak, emas, dan perlengkapan-perlengkapan, yakni persembahan-persembahan khusus bagi rumah Allah kami yang dikhususkan oleh raja serta penasihat-penasihatnya dan pembesar-pembesarnya dan semua orang Israel yang ada di sana.” Shalom, Saudara terkasih 🌿 Ayat ini membicarakan tentang Ezra yang menerima tanggung jawab untuk membawa perak, emas, dan berbagai perlengkapan yang telah dikhususkan bagi rumah Allah di Yerusalem. Saudaraku, persembahan-persembahan tersebut berasal dari berbagai pihak, yaitu raja, para penasihat, para pembesar, dan orang-orang Israel yang masih berada di Babel. Mereka memberikan apa yang mereka miliki untuk mendukung pembangunan dan kebutuhan rumah Allah. Kerelaan memberi dan mendukung pembangunan lahir dari para pejabat. Mereka memberi contoh yang baik dan benar. Lalu semua orang Israel pun turut ambil bagian, mereka turut memberi. Hal ini sangat indah dan luar biasa. Ketika kita ada di posisi yang strategis dan ti...

MEMILIH ORANG YANG DAPAT DIPERCAYA 🙏🔥

📖 Ezra 8:24 (TB) — “Lalu aku memilih dua belas orang pemuka imam, yakni Serebya dan Hasabya, dan bersama-sama mereka sepuluh orang dari antara saudara-saudara mereka.” Shalom, Saudara terkasih 🌿 Firman hari ini mengajarkan bahwa pekerjaan Tuhan membutuhkan orang-orang yang dapat dipercaya. Saudaraku, perhatikan bahwa Ezra memilih dua belas orang pemuka imam untuk menjalankan tugas tertentu. Ini menunjukkan bahwa sebuah pekerjaan besar tidak seharusnya dipikul oleh satu orang saja. Ezra memang menjadi pemimpin, tetapi ia menyadari bahwa ia membutuhkan orang-orang lain yang dapat dipercaya. Dalam pelayanan, keluarga, pekerjaan, maupun organisasi, kita perlu belajar membangun tim. Jangan merasa bahwa hanya kita yang mampu melakukan sesuatu dengan benar. Sikap seperti itu dapat membuat kita kelelahan dan sekaligus menghambat pertumbuhan orang lain. Seorang pemimpin yang bijaksana bukan hanya bertanya, "Bagaimana saya menyelesaikan semuanya?" tetapi juga, "Siapa yang dapat ...

BERPUASA, BERDOA, DAN PERCAYA PADA JAWABAN TUHAN 🙏🔥

📖 Ezra 8:23 (TB) — “Jadi berpuasalah kami dan memohonkan hal itu kepada Allah dan Allah mengabulkan permohonan kami.” Shalom, Saudara terkasih 🌿 Firman hari ini mengajarkan bahwa ketika kita menghadapi sesuatu yang berada di luar kemampuan kita, kita perlu datang kepada Tuhan dengan kerendahan hati, berdoa dengan sungguh-sungguh, dan mempercayakan hasilnya kepada Tuhan. Saudaraku, Ezra tidak mengandalkan kekuatan manusia untuk menghadapi perjalanan yang penuh risiko. Ia mengajak umat untuk berpuasa dan memohon kepada Allah. Puasa menjadi tanda bahwa mereka sungguh-sungguh merendahkan diri dan mengakui bahwa pertolongan mereka berasal dari Tuhan. Mereka menyadari bahwa ada hal-hal yang tidak dapat mereka kendalikan. Ini menjadi pelajaran bagi kita bahwa doa bukanlah pilihan terakhir ketika semua usaha manusia gagal. Doa seharusnya menjadi bagian utama dari kehidupan kita. Ketika menghadapi masalah, jangan hanya bertanya, "Apa yang harus saya lakukan?" tetapi juga bertanya, ...

MEMBERI KESAKSIAN YANG HARUS KITA HIDUPI 🙏🔥

📖 Ezra 8:22 (TB) — “Karena aku malu meminta tentara dan orang-orang berkuda kepada raja untuk mengawal kami terhadap musuh di jalan; sebab kami telah berkata kepada raja, demikian: ‘Tangan Allah kami melindungi semua orang yang mencari Dia demi keselamatan mereka, tetapi kuasa murka-Nya menimpa semua orang yang meninggalkan Dia.’” Shalom, Saudara terkasih 🌿 Firman hari ini mengajarkan bahwa kesaksian yang kita ucapkan tentang Tuhan harus berjalan sejalan dengan iman dan kehidupan kita. Saudaraku, Ezra berada dalam posisi yang menarik. Ia sebenarnya bisa saja meminta tentara dan pasukan berkuda kepada raja untuk mengawal perjalanan mereka. Namun Ezra merasa malu karena sebelumnya ia telah bersaksi kepada raja bahwa tangan Allah melindungi orang-orang yang mencari Dia. Tentara dan orang-orang berkuda merupakan objek nyata yang sanggup melindungi umat. Mereka terlihat dan mereka ada. Namun, Ezra lebih bergantung dan percaya kepada Allah yang tidak terlihat namun kuasa-Nya nyata. Ini san...

MERENDAHKAN DIRI DAN MEMINTA JALAN YANG AMAN 🙏🔥

📖 Ezra 8:21 (TB) — “Kemudian di sana, di tepi sungai Ahawa itu, aku memaklumkan puasa supaya kami merendahkan diri di hadapan Allah kami dan memohon kepada-Nya jalan yang aman bagi kami, bagi anak-anak kami dan segala harta benda kami.” Shalom, Saudara terkasih 🌿 Firman hari ini mengajarkan bahwa sebelum menjalani perjalanan yang besar, kita perlu belajar berhenti sejenak, merendahkan diri di hadapan Tuhan, dan menyerahkan seluruh perjalanan kepada-Nya.  Saudaraku, Ezra sedang memimpin perjalanan yang tidak sederhana. Mereka membawa keluarga, anak-anak, dan harta benda dalam jumlah yang besar menuju Yerusalem. Dalam situasi seperti itu, Ezra tidak hanya mengandalkan persiapan dan kemampuan manusia. Ia mengumumkan puasa supaya mereka merendahkan diri di hadapan Allah. Puasa merupakan salah satu disiplin rohani yang jarang sekali ditekuni oleh orang Kristen. Saya pun jarang sekali puasa. Namun saya menyadari bahwa puasa sangat penting dan perlu kita lakukan secara teratur. Melalui ...