BERANGKAT DENGAN IMAN DI BAWAH PERLINDUNGAN TUHAN ππ₯
π Ezra 8:31 (TB) — “Kemudian berangkatlah kami dari sungai Ahawa pergi ke Yerusalem pada tanggal dua belas bulan pertama untuk berjalan ke Yerusalem, dan tangan Allah kami melindungi kami dan menghindarkan kami dari tangan musuh dan penyamun.”
Shalom, Saudara terkasih πΏ Ayat ini berbicara tentang keberangkatan Ezra dan rombongannya dari sungai Ahawa menuju Yerusalem.
Saudaraku, perjalanan mereka bukanlah perjalanan yang tanpa risiko. Mereka membawa banyak orang, keluarga, serta perak, emas, dan perlengkapan untuk rumah Allah. Sebelumnya Ezra telah mengajak mereka merendahkan diri dan memohon jalan yang aman kepada Tuhan. Setelah itu, mereka tidak hanya berhenti pada doa, tetapi benar-benar berangkat. Secara rohani, kita belajar bahwa iman tidak hanya berbicara tentang percaya, tetapi juga keberanian untuk melangkah setelah menyerahkan perjalanan kepada Tuhan. Berani bukanlah perkara yang mudah. Berani itu bukan hilangnya rasa takut melainkan berserah dan mengandalkan TUHAN sepenuhnya untuk dapat mengatasi ketakutan. Kita harus bergerak bersama dengan TUHAN kalau mau berani. Tanpa TUHAN, kita pasti selalu punya alasan untuk takut dan berhenti.
Saudaraku, Ezra kemudian mencatat bahwa tangan Allah melindungi mereka dan menghindarkan mereka dari tangan musuh dan penyamun. Perlindungan Tuhan menjadi nyata sepanjang perjalanan mereka. Ini menunjukkan bahwa doa dan penyerahan mereka bukan sesuatu yang sia-sia. Tuhan yang mereka cari dan percayai benar-benar menyertai perjalanan mereka. Kita pun sering tidak mengetahui bahaya apa yang Tuhan cegahkan dalam perjalanan hidup kita. Ada pertolongan Tuhan yang terlihat, tetapi ada juga perlindungan-Nya yang baru kita sadari kemudian. Kita harus senantiasa menjadikan TUHAN sebagai tempat perlindungan. Saat pergi ke kantor, sekolah, ke mall, ke pasar, ke mana pun kita ingin berangkat, teruslah berserah dan mengandalkan TUHAN. Biarlah Ia menjadi nahkoda dalam setiap perjalanan hidup kita, baik dekat maupun jauh. Kita harus terus berserah dan mengandalkan TUHAN.
Saudaraku, perjalanan menuju Yerusalem mengingatkan kita bahwa setelah berdoa dan menyerahkan sesuatu kepada Tuhan, kita tetap harus melangkah. Kita tidak dipanggil untuk hidup dalam ketakutan terhadap musuh dan berbagai risiko yang mungkin muncul. Kita boleh berhati-hati dan melakukan persiapan, tetapi hati kita tetap percaya kepada Tuhan yang memegang perjalanan. Bangsa Israel pun melakukan perjalanan dari Mesir melalui padang gurun untuk bisa sampai ke tanah Kanaan. TUHAN sungguh menyertai dan melindungi mereka dalam setiap perjalanan. Jangan melangkah kalau bukan TUHAN yang memimpin langkah kita. Ketika Tuhan memberikan arah, marilah kita melangkah dengan iman, sebab kita tidak berjalan sendirian. Tangan Tuhan yang melindungi Ezra dan rombongannya adalah Tuhan yang sama yang sanggup menyertai kita dalam perjalanan hidup kita hari ini.
✝️ Tiga Komitmen Hari Ini:
1️⃣ Saya mau berani melangkah setelah menyerahkan perjalanan saya kepada Tuhan.
2️⃣ Saya mau percaya bahwa tangan Tuhan menyertai dan melindungi saya dalam setiap perjalanan.
3️⃣ Saya mau tetap berhati-hati dan bertanggung jawab tanpa membiarkan ketakutan menguasai hidup saya.
π Kutipan Hari Ini:
"Kita tidak selalu mengetahui apa yang Tuhan jauhkan dari kita, tetapi kita dapat percaya bahwa tangan-Nya tetap menyertai perjalanan kita."
π️ Senin, 7 September 2026
✍️ Rialdi Pasarib
Komentar
Posting Komentar