BANGKIT DARI DUKACITA DAN DATANG KEPADA TUHAN 🙏🔥

📖 Ezra 9:5 (TB) — “Pada waktu korban petang bangkitlah aku dan berhenti menyiksa diriku, lalu aku berlutut dengan pakaianku dan jubahku yang koyak-koyak sambil menadahkan tanganku kepada TUHAN, Allahku,”


Shalom, Saudara terkasih 🌿 Ayat ini menggambarkan Ezra yang bangkit pada waktu korban petang setelah sebelumnya duduk dalam keadaan sangat berduka. Ia berhenti menyiksa dirinya, lalu berlutut dengan pakaian dan jubah yang koyak-koyak sambil menadahkan tangannya kepada TUHAN, Allahnya.


Saudaraku, Ezra tidak terus-menerus tenggelam dalam kesedihan. Setelah merasakan beban yang begitu berat karena dosa umat, ia bangkit dan mengarahkan dirinya kepada Tuhan. “Berhenti menyiksa diriku” menunjukkan bahwa dukacita atas dosa tidak dimaksudkan untuk membuat seseorang terus menghukum dirinya sendiri. Secara rohani, kita perlu sungguh-sungguh menyadari seriusnya dosa, tetapi jangan berhenti pada rasa bersalah. Datanglah kepada Tuhan, sebab hanya Dia yang sanggup memberikan pengampunan, pemulihan, dan jalan pertobatan. Berhenti pada rasa bersalah bisa mengarahkan kita pada Yudas Iskariot. Dia mengakui kesalahannya bahkan menyesalinya, namun ia tidak datang kepada Tuhan Yesus untuk memohon pengampunan. Ia membereskan penyesalan dengan caranya sendiri, yaitu dengan menggantung diri. Ini sangat berbahaya.


Saudaraku, Ezra kemudian berlutut dengan pakaian dan jubah yang koyak-koyak sambil menadahkan tangannya. Sikap ini memperlihatkan kerendahan hati, penyesalan, dan ketergantungan sepenuhnya kepada Tuhan. Ia tidak datang dengan kesombongan atau merasa dirinya lebih baik daripada umat yang telah berdosa. Secara rohani, inilah sikap yang perlu kita miliki ketika berhadapan dengan dosa: merendahkan diri, mengakui ketidakberdayaan kita, dan membuka tangan di hadapan Tuhan. Kita tidak memiliki alasan untuk membanggakan diri karena tanpa anugerah Tuhan, kita pun mudah jatuh. Kita harus miliki sikap miskin di hadapan Allah. Sekalipun orang melihat kita sebagai orang yg rohani, alim dan baik, namun kita harus tetap merendahkan diri dan hati kita di hadapan Tuhan. Dosa umat bukanlah dosa mereka seorang tetapi kita harus belajar berbagian di dalamnya, mengakui dosa itu dan memohon ampun. Kita harus memiliki empati serta kesadaran agar umat dipulihkan.


Saudaraku, ada sesuatu yang sangat indah: Ezra berhenti menyiksa dirinya dan mulai berlutut di hadapan Allahnya. Ini menunjukkan perpindahan dari penderitaan batin menuju penyerahan kepada Tuhan. Ketika kita menyadari betapa buruk dan seriusnya dosa, kita memang perlu berdukacita, tetapi jangan sampai rasa bersalah membuat kita menjauh dari Tuhan. Justru ketika kita merasa paling tidak layak, kita perlu semakin datang kepada Kristus. Kita adalah manusia yang lemah, miskin, dan membutuhkan belas kasih. Namun Injil memberi pengharapan: Tuhan Yesus sanggup mengampuni dan menyucikan orang yang datang kepada-Nya dengan hati yang bertobat. Jangan terus menyiksa diri karena dosa yang sudah kita bawa kepada Tuhan; berlututlah, bertobatlah, dan percayalah kepada kasih karunia-Nya.


✝️ Tiga Komitmen Hari Ini:

1️⃣ Saya mau datang kepada Tuhan ketika menyadari dosa, bukan terus menghukum diri sendiri.

2️⃣ Saya mau merendahkan diri, mengakui kelemahan, dan bergantung kepada kasih karunia Tuhan.

3️⃣ Saya mau percaya bahwa Tuhan Yesus sanggup mengampuni, menyucikan, dan memulihkan hidup saya.


📌 Kutipan Hari Ini:

"Jangan berhenti pada rasa bersalah; biarlah kesadaran akan dosa membawa kita berlutut dan menerima kasih karunia Tuhan."


🗓️ Selasa, 15 September 2026

✍️ Rialdi Pasaribu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BERKAT YUSUF PART 4 (TERAKHIR)

PEMELIHARAAN TUHAN TIDAK PERNAH GAGAL 👣🍞✨

BANYAK PENASIHAT