DATANG KEPADA TUHAN DENGAN KESADARAN AKAN DOSA πŸ™πŸ”₯

πŸ“– Ezra 9:6 (TB) — “dan kataku: ‘Ya Allahku, aku malu dan mendapat cela, sehingga tidak berani menengadahkan mukaku kepada-Mu, ya Allahku, karena dosa kami telah menumpuk mengatasi kepala kami dan kesalahan kami telah membubung ke langit.”


Shalom, Saudara terkasih 🌿 Ayat ini merupakan awal doa pengakuan Ezra kepada Tuhan. 


Saudaraku, setelah berlutut dan menadahkan tangannya, Ezra mulai berbicara kepada Allah dengan mengakui keadaan umat Israel. Ia merasa malu dan tidak berani menengadahkan wajahnya kepada Tuhan karena menyadari betapa besar dosa dan kesalahan mereka. Perhatikan bagaimana Ezra berkata “aku malu” dan “dosa kami”. Walaupun bukan dia yang dilaporkan melakukan pelanggaran, Ezra tidak mengambil jarak dari umat Tuhan. Ia berdiri bersama bangsanya dan membawa dosa mereka di hadapan Allah. Secara rohani, ini menunjukkan hati seorang yang tidak merasa dirinya lebih suci ketika melihat kejatuhan orang lain. Ada kerendahan hati untuk berkata, “Tuhan, kami membutuhkan belas kasihan-Mu.” Ketika kita menyadari kekudusan Tuhan, kita akan semakin melihat betapa tidak layaknya diri kita tanpa anugerah-Nya. Tanpa kasih karunia Tuhan, kita sangatlah hina dan menjijikkan.


Saudaraku, Ezra menggambarkan dosa mereka seperti sesuatu yang “menumpuk mengatasi kepala” dan kesalahan yang “membubung ke langit”. Ini adalah bahasa yang menggambarkan betapa berat dan banyaknya pelanggaran yang mereka lakukan. Ezra tidak berusaha memperkecil dosa, mencari alasan, atau menyalahkan keadaan. Secara rohani, pertobatan yang sejati dimulai ketika kita berani melihat dosa sebagaimana adanya. Jangan menyebut dosa sebagai hal kecil hanya supaya hati kita merasa nyaman. Dosa perlu diakui dengan jujur di hadapan Tuhan. Kita harus dengan rendah hati mengakui kesalahan kita. Betapa beratnya dosa dan pelanggaran kita. Betapa seriusnya hukuman yg menimpa orang berdosa. Maka jangan pernah anggap remeh dosa. Itu sangat bahaya dan mematikan.


Saudaraku, meskipun Ezra merasa malu dan tidak berani mengangkat wajahnya, ia tetap datang kepada Tuhan dan berkata, “Ya Allahku.” Ini sangat penting. Rasa malu karena dosa tidak boleh membuat kita melarikan diri dari Tuhan. Justru Tuhanlah tempat kita membawa rasa malu, kegagalan, dan dosa kita. Di dalam Kristus, kita menemukan pengharapan bahwa dosa yang kita akui tidak harus menjadi akhir dari hidup kita. Kita boleh datang dengan hati yang hancur, mengakui dosa, dan memohon belas kasih-Nya. Ketika dosa membuat kita tertunduk, kasih karunia Tuhan mengundang kita untuk tetap datang kepada-Nya. Kita mungkin malu mengakui dosa di hadapan keluarga dan teman tetapi mengakui dosa di hadapan Tuhan adalah tempat yg paling tepat. Teman dan keluarga sangat mungkin menghakimi kita tetapi Tuhan justru mengampuni dan mengasihi kita. Mari kita datang dan memohon belas kasihan-Nya bagi kita.


✝️ Tiga Komitmen Hari Ini:

1️⃣ Saya mau jujur di hadapan Tuhan dan tidak mengecilkan dosa dalam hidup saya.

2️⃣ Saya mau memiliki kerendahan hati ketika melihat kelemahan dan dosa orang lain.

3️⃣ Saya mau membawa rasa malu, kegagalan, dan dosa saya kepada Tuhan, bukan melarikan diri dari-Nya.


πŸ“Œ Kutipan Hari Ini:

"Pertobatan dimulai ketika kita berhenti membela diri dan berani melihat dosa sebagaimana adanya di hadapan Tuhan."


πŸ—“️ Rabu, 16 September 2026

✍️ Rialdi Pasaribu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BERKAT YUSUF PART 4 (TERAKHIR)

PEMELIHARAAN TUHAN TIDAK PERNAH GAGAL πŸ‘£πŸž✨

BANYAK PENASIHAT