BERDIRI DI HADAPAN TUHAN HANYA KARENA ANUGERAH 🙏🔥
📖 Ezra 9:15 (TB) — “Ya TUHAN, Allah Israel, Engkau maha benar, sebab kami masih dibiarkan tinggal sebagai orang-orang yang terluput, seperti yang terjadi sekarang ini. Lihatlah, kami menghadap hadirat-Mu dengan kesalahan kami. Bahwasanya, dalam keadaan demikian tidak mungkin orang tahan berdiri di hadapan-Mu.”
Shalom, Saudara terkasih 🌿 Ayat ini menjadi penutup doa Ezra.
Saudaraku, setelah mengakui dosa, mengingat kasih karunia Tuhan, dan menyadari bahwa Israel kembali melanggar perintah-Nya, Ezra akhirnya hanya dapat berkata bahwa Tuhan itu maha benar. Ia tidak membela Israel dan tidak menuntut Tuhan untuk memaklumi mereka. Ia datang dengan kesalahan mereka apa adanya. Ezra berkata, “Engkau maha benar.” Ini berarti ketika Tuhan berhadapan dengan dosa manusia, masalahnya bukan pada kebenaran Tuhan, tetapi pada keberdosaan manusia. Ezra tidak mencoba mengubah standar Tuhan supaya dosa mereka terlihat lebih ringan. Secara rohani, kita perlu belajar memiliki sikap yang sama. Ketika firman Tuhan menegur kita, jangan buru-buru mencari alasan atau mengatakan bahwa standar Tuhan terlalu tinggi. Biarlah firman Tuhan mengoreksi kita dan membentuk hati kita. Biarlah kita menjadi pribadi yg bersedia dibentuk dan diarahkan selaras dengan apa yg Tuhan mau.
Saudaraku, Ezra mengatakan, “kami masih dibiarkan tinggal sebagai orang-orang yang terluput.” Mereka masih hidup bukan karena mereka layak, tetapi karena belas kasihan Tuhan. Ini membawa kita kepada kesadaran yang sangat dalam: keberadaan kita hari ini adalah anugerah. Kesempatan untuk bangun pagi, bekerja, melayani, mengasihi keluarga, memperbaiki kesalahan, dan kembali kepada Tuhan semuanya adalah kesempatan yang tidak boleh kita anggap sebagai hak yang otomatis kita miliki. Kita harus ingat bahwa kasih karunia Tuhan nyata bagi kita dan kasih itu harus kita respons dengan selaras dengan apa yg Tuhan kehendaki. Kita harus belajar menaruh pikiran dan perasaan yg terdapat dalam Kristus Yesus.
Saudaraku, kalimat terakhir sangat kuat: “tidak mungkin orang tahan berdiri di hadapan-Mu.” Jika kita datang kepada Tuhan berdasarkan kebenaran dan kelayakan kita sendiri, tidak seorang pun mampu berdiri. Tetapi justru di sinilah kita melihat betapa berharganya kasih karunia Tuhan. Kita tidak datang kepada-Nya karena kita sempurna, tetapi karena Dia berbelas kasih. Dan bagi kita yang percaya kepada Kristus, kita dapat datang kepada Allah bukan dengan membawa prestasi atau pembenaran diri, tetapi dengan hati yang bertobat dan bersandar kepada karya Kristus. Di hadapan kekudusan Allah, kita tidak mempunyai alasan untuk menyombongkan diri; yang kita miliki hanyalah alasan untuk bersyukur. Mari kita jadi orang yg limpah akan ucapan syukur, bukan keluh kesah. Mari kita berterima kasih untuk karya Tuhan yg indah dan mempesona.
✝️ Tiga Komitmen Hari Ini:
1. Saya mau mengakui kebenaran Tuhan sekalipun firman-Nya menegur kehidupan saya.
2. Saya mau menyadari bahwa keberadaan dan kesempatan yang saya miliki adalah kasih karunia Tuhan.
3. Saya mau datang kepada Tuhan dengan kerendahan hati, pertobatan, dan iman kepada kasih karunia-Nya.
📌 Kutipan Hari Ini:
“Kita tidak berdiri di hadapan Tuhan karena kita layak, tetapi karena Dia begitu penuh kasih karunia sehingga masih mengizinkan kita datang kepada-Nya.”
Jumat, 25 September 2026
✍️ Rialdi Pasaribu
Komentar
Posting Komentar