MENJAGA APA YANG TUHAN PERCAYAKAN ππ₯
π Ezra 8:29 (TB) — “Rawatlah dan jagalah itu sampai kamu dapat menimbangnya di depan para pemuka imam serta orang-orang Lewi dan para pemimpin kaum keluarga orang Israel di Yerusalem, di dalam bilik-bilik rumah TUHAN.”
Shalom, Saudara terkasih πΏ Firman hari ini berbicara tentang tanggung jawab untuk merawat dan menjaga sesuatu yang telah dipercayakan kepada kita.
Saudaraku, Ezra tidak hanya memberikan tugas untuk membawa persembahan, tetapi juga memerintahkan mereka untuk merawat dan menjaganya. Ini menunjukkan bahwa sesuatu yang dipercayakan kepada kita harus dipelihara dengan sungguh-sungguh sampai tugas tersebut selesai. Secara rohani, kehidupan kita juga merupakan sesuatu yang Tuhan percayakan. Talenta, waktu, keluarga, pekerjaan, pelayanan, bahkan kesempatan yang kita miliki perlu dirawat, bukan hanya digunakan. Kesetiaan bukan sekadar menerima kepercayaan, tetapi menjaga kepercayaan tersebut sampai akhir. Sekali kita berbohong, maka kepercayaan akan sulit dibangun. Orang akan meragukan kita. Maka kita harus setia untuk bisa jari orang yg dipercaya. Jangan sepelekan arti kesetiaan dan kepercayaan dari orang lain.
Saudaraku, Ezra juga menetapkan bahwa seluruh barang itu nantinya harus ditimbang di hadapan para pemuka imam, orang Lewi, dan para kepala keluarga. Artinya, ada pertanggungjawaban yang jelas atas apa yang telah dipercayakan. Secara rohani, hal ini mengingatkan kita bahwa hidup kita pada akhirnya juga akan dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan. Karena itu, jangan berpikir bahwa sesuatu yang kita lakukan secara tersembunyi tidak penting. Tuhan melihat bagaimana kita mengelola apa yang dipercayakan-Nya, baik dalam perkara besar maupun kecil. Hidup yang memiliki pertanggungjawaban akan mendorong kita untuk lebih berhati-hati dan berintegritas. Kita tidak boleh menipu sekalipun orang lain bisa jadi kita tipu. Kita tidak boleh memanfaatkan situasi untuk berbohong. Saya pun sebagai guru les wajib melaporkan pertemuan les untuk pembayaran uang les. Saya harus jujur, tidak boleh tambahkan jumlah pertemuan les demi dapat uang lebih. Saya harus apa adanya, jujur dan dipercaya. Sekalipun saya tahu ada orang tua murid yg tidak cek secara detail mengenai laporan saya, namun saya tetap harus jujur dan tidak boleh berbohong demi keuntungan pribadi.
Saudaraku, perjalanan dari Babel menuju Yerusalem juga menunjukkan bahwa kepercayaan harus dijaga sepanjang proses, bukan hanya ketika mendekati tujuan. Bisa saja mereka menjaga persembahan dengan baik di awal perjalanan, tetapi yang Tuhan kehendaki adalah kesetiaan sampai semuanya tiba di tempat yang telah ditentukan. Demikian pula kehidupan iman kita. Bukan hanya bagaimana kita memulai yang penting, tetapi bagaimana kita terus menjaga hati, karakter, pelayanan, dan komitmen sampai akhir. Jangan biarkan perjalanan yang panjang membuat kita kehilangan apa yang sejak awal Tuhan percayakan kepada kita. Kiranya kita menjadi orang yang ketika Tuhan mempercayakan sesuatu, dapat berkata melalui kehidupan kita: "Saya akan menjaganya sampai selesai." Mari kita menjadi hamba yg baik dan setia. Mari kita jujur dan benar dalam setiap langkah kita.
✝️ Tiga Komitmen Hari Ini:
1️⃣ Saya mau menjaga dengan setia setiap kepercayaan yang Tuhan berikan kepada saya.
2️⃣ Saya mau hidup dengan integritas karena menyadari bahwa setiap tanggung jawab akan dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan.
3️⃣ Saya mau tetap setia menjaga panggilan, karakter, dan pelayanan saya sampai akhir.
π Kutipan Hari Ini:
"Kesetiaan bukan hanya tentang menerima kepercayaan, tetapi tentang menjaganya sampai tugas itu selesai."
π️ Sabtu, 5 September 2026
✍️ Rialdi Pasaribu
Komentar
Posting Komentar