JANGAN KEHILANGAN IDENTITAS DI TENGAH LINGKUNGAN ππ₯
π Ezra 9:1 (TB) — “Sesudah semuanya itu terlaksana datanglah para pemuka mendekati aku dan berkata: ‘Orang-orang Israel awam, para imam dan orang-orang Lewi tidak memisahkan diri dari penduduk negeri dengan segala kekejiannya, yakni dari orang Kanaan, orang Het, orang Feris, orang Yebus, orang Amon, orang Moab, orang Mesir dan orang Amori.”
Shalom, Saudara terkasih πΏ Mari kita terus hidup di dalam kasih dan kebaikan Tuhan.
Saudaraku, setelah perjalanan Ezra dan rombongan tiba di Yerusalem serta berbagai tugas mereka terlaksana, muncul persoalan serius di tengah umat. Para pemuka datang kepada Ezra dan melaporkan bahwa orang Israel, termasuk para imam dan orang Lewi, tidak memisahkan diri dari penduduk negeri yang melakukan praktik-praktik yang bertentangan dengan kehendak Tuhan. Ini merupakan bahaya karena pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik. Banyak orang terjerembab dalam kecemaran karena ada di tengah-tengah orang fasik. Maka kita harus selektif dalam hal bergaul. Bahkan orang bijak mengatakan, "Kamu adalah 5 orang di sekitarmu." Maka kalau kita bergaul sama yg buruk, kita jadi buruk, kalau kita bergaul dengan yang baik, kita jadi baik.
Saudaraku, ayat ini menunjukkan bahwa keberhasilan perjalanan dan pembangunan rumah Allah belum berarti seluruh persoalan rohani umat telah selesai. Mereka sudah kembali ke Yerusalem, tetapi masih menghadapi masalah dalam kehidupan dan pergaulan mereka. Bahkan orang-orang yang seharusnya menjadi teladan rohani, termasuk imam dan orang Lewi, ikut terlibat dalam persoalan tersebut. Secara rohani, ini mengingatkan kita bahwa seseorang dapat berada di tempat yang benar dan melakukan aktivitas keagamaan, tetapi tetap perlu menjaga kondisi hatinya di hadapan Tuhan. Ada orang yg rajin pelayanan juga rajin ibadah tapi hidupnya masih cemar. Ia masih suka ngomong kasar dan kotor. Kenapa? Karena pergaulannya begitu. Maka kita harus bisa menarik diri dari pergaulan yg buruk. Jangan mau berada di situ. Segera keluar dan segera menjauh. Mari kita mendekat kepada Tuhan saja dan berada dalam kumpulan orang benar.
Saudaraku, frasa “tidak memisahkan diri” menjadi bagian penting dalam ayat ini. Persoalannya bukan sekadar keberadaan mereka di tengah masyarakat yang berbeda, melainkan keterlibatan dengan pola hidup yang disebut sebagai “kekejian” oleh firman Tuhan. Secara rohani, kita juga hidup di tengah lingkungan yang memiliki berbagai nilai dan pengaruh. Kita dipanggil untuk tetap mengasihi dan bergaul dengan orang lain, tetapi tidak kehilangan identitas dan prinsip sebagai umat Tuhan. Kekudusan bukan berarti mengasingkan diri dari dunia, melainkan menjaga agar dunia tidak mengambil alih hati dan arah hidup kita. Tuhan Yesus pun ada di tengah-tengah kegelapan untuk menjadi terang dunia. Ia bahkan dicap sebagai Pribadi yg bergaul dengan orang berdosa. Namun yg benar ialah Tuhan Yesus membawa dampak positif, membawa Injil, membawa kabar baik. Bukannya Tuhan Yesus terseret dalam cara hidup orang fasik dan dunia ini melainkan orang fasik bertobat dan mengikuti cara hidup Tuhan Yesus. Inilah yg perlu kita kerjakan di dalam Tuhan.
✝️ Tiga Komitmen Hari Ini:
1️⃣ Saya mau menjaga identitas saya sebagai umat Tuhan di tengah lingkungan apa pun.
2️⃣ Saya mau berhikmat dalam memilih pengaruh, pergaulan, dan nilai yang saya izinkan masuk ke dalam hidup saya.
3️⃣ Saya mau tetap mengasihi orang lain tanpa mengorbankan prinsip dan kekudusan yang Tuhan kehendaki.
π Kutipan Hari Ini:
"Hidup di tengah dunia bukan berarti kita harus kehilangan identitas sebagai milik Tuhan."
π️ Jumat, 11 September 2026
✍️ Rialdi Pasaribu
Komentar
Posting Komentar